Friday, August 22, 2008

Nadya Outbound

Akhirnya ada juga tag Technonatura lagi di blog ini ;)

Alhamdulillah sudah hampir 4 minggu Nadya sekolah di Technonatura dan pekan ini ada acara outbound. Karena sudah lama aku gak ikut kegiatan Nadya jadi kemarin aku terpaksa meninggalkan Ivan di rumah untuk mengikuti Nadya menjalani outbound.


 

Pertama kelompok anak perempuan melakukan tracking sedangkan anak laki-laki mulai melakukan kegiatan fisik seperti flying fox, dll.

Sayang jalannya kecepatan jadi aku kurang bisa menikmati acara jalan-jalan ini. Aku selalu ingat dengan kuliah di biologi dulu kalau ada acara jalan-jalan begini, karena semua dosen di biologi kalau sudah di lapangan udah gak bisa diem hehehe ada saja yang bisa jadi ilmu baru. Apalagi sewaktu jalan dengan almarhum pak Surasana, meski di kelas almarhum cenderung diam tapi kalau sudah di lapangan banyak sekali ilmu yang keluar dari almarhum.



Melewati pematang atau menyebrang di atas batang pohon mestinya sudah biasa buatku, tapi tetep aja aku lebih memilih lewat jalan menanjak daripada mesti menyeberangi sungai di atas batang pohon. Tapi Nadya asik-asik aja tuh menyebrang.



Setelah tracking anak perempuan istirahat dulu, ambil nafas sejenak. Cuma berhubung ada mainan di situ jadi ya mending main daripada selonjoran untuk istirahat di aula.



Nah sekarang mulai permainan yang pasti ada tujuan fisik dan psikologis (kali lho aku sih sok tau aja hehehe). Pertama adalah merayap, tapi sayang aku gak sempat motret.
Kemudian yang kedua menyeberangi jembatan goyang. Itu Nadya lagi melewati jembatan goyang. Sebetulnya airnya gak dalam, cuma sedengkul. Cuma kalau jatuh disitu gak kuat malunya hehehe. 



Kemudian lewat jembatan tali. Nadya lolos. Mestinya setelah ini ada monkey bar tapi Nadya gak melakukannya.

 

Nadya langsung main di lingkaran yang sudah diatur dengan rangkain ban bekas, trus ada jungkat-jungkit di tengah sebagai rintangan.



 

Pas pada tahap spiderweb ini Nadya sudah memasang tampang menyerah. Akhirnya aku menjauh dan tidak memperhatikan Nadya sampai...

 

Nadya sudah ada di atas dan siap memutar.
Nadya berhasil menaklukan spiderweb. Alhamdulillah.

 

Ada lagi nih jembatan dari bambu yang mesti dilewati.

Kemudian setelah ini ada flying fox dan aku gak motret karena lagi asik ngobrol sama bu Uning sambil menikmati singkong goreng yang renyah (malam ini aku sudah buat lho dan berhasil berhasil berhasil).

Tiba-tiba hujan turun, pas banget dengan waktu makan siang. Jadi akhirnya bekal makan siang dibuka. Sambil menunggu hujan reda anak-anak ganti baju karena ada acara seru.

 

Menangkap ikan mas di balong yang ada di situ. Sudah di isi dengan 20 kg ikan mas dan siap ditangkap anak-anak.



Nadya sih keasikan main air dan bukannya menangkap ikan. Anak-anak perempuannya lucu-lucu, soalnya mereka geli setiap kali di kaki mereka ada yg lewat. Lah padahal yg bikin geli itu yang mestinya ditangkap hehehe.



Setelah mandi dan bersih, beli oleh-oleh berupa 1 kantong kresek yg isinya singkong, kacang panjang dan timun, kita pulang. Di bis Nadya ketiduran saking capeknya.

Lho lho lho trus Ivan gimana...??

Untuk pertama kalinya nih Ivan gak mimik ASI selama 10 jam. Rekor baru Ivan....
Posted by rina rinso at 21:34:53 | Permanent Link | Comments (0) |

Thursday, August 21, 2008

Merdeka !!!

Cuma catatan kecil.
Pas libur panjang 17 agustus kemarin kita gak kemana-mana, cuma ke margo city aja beli panggangan. Trus keesokan harinya bikin acara bakar-bakaran, terinspirasi sama mbak Ita Kustina (yg gak sengaja ketemu di margo city sedang belanja untuk keperluan bbq anak pramuka di kompleks rumahnya).

 

Mas Tras sedang makan sosis bakar, yum yum yum



Nadya membakar sosis.



Ayam bakar ala kadarnya, pakai bumbu jadi trus tambahin madu, direndam semalaman di kulkas trus dibakar untuk makan siang. Sayurnya pakai yg frozen, disaute dengan margarine dan bawang bombay.
Posted by rina rinso at 05:57:33 | Permanent Link | Comments (0) |

Tuesday, July 22, 2008

Cerita Liburan di Surabaya

Sebetulnya selama liburan kenaikan kelas ini keluarga Rustamaji sudah di sibukkan dengan berbagai macam kegiatan. Pindah rumah, beberapa acara saat bapaknya mas Tras meninggal, urusan rumah kontrakan yang baru dan lain-lain. Cuma saat liburan akan berakhir kok tiba-tiba ingat Nadya belum diberi hadiah ya atas jerih payahnya bisa dapat rangking 2 setelah semester lalu ranking 1. Aku putuskan untuk bikin liburan ke surabaya sekalian bikin surprise buat eyang.

Balik dari Bandung di hari senin malam, selasa siang aku dan anak-anak sudah meluncur ke bandara sukarno-hatta. Fariz dan Toni di bandung sudah aku pesen supaya gak bilang ke papa/mama kalau aku ke surabaya. Baru kali ini aku pergi jauh sendiri dengan anak-anak tanpa mas Tras. Alhamdulillah selama menunggu boarding Ivan bisa tidur di atas stroler-nya di ruang tunggu. Itu Nadya ikut bergaya tidur aja. 




Jam 7 malam aku dan anak-anak sudah sampai di depan rumah papa/mama di surabaya dan.....surprise...!!!

Papa sama mama lebih kaget lagi karena rencananya rabu pagi papa ke jakarta trus mau bikin kejutan nginep di rumahku yang di depok. Hahaha eyang-nya nadya dan ivan yang mau bikin kejutan malah terkejut karena keduluan. Alhamdulillah ya gak ketlisipan.

Trus selama di surabaya ngapain aja ?

Ya... banyak. Meskipun papa masih aktif ngantor di beberapa kantor sebagai konsultan dan mama juga aktif dengan kegiatan di masjid, tenis atau dengan teman-temannya, aku dan anak-anak masih bisa kok main-main dan gak bengong seharian di rumah.

Misalnya nih Ivan lagi bantuin papa membersihkan mobil. Ngelap mobil jadi salah satu kegiatan Ivan (selain melihat papa ngasih makan burung dengan kroto dan jangkrik).




Kemudian acara wajib setiap kali ke surabaya adalah ke taman remaja secara papa masih di situ dan selalu ada freepass. Jadinya Ivan dan Nadya bisa main-main di taman remaja surabaya.














Selain ke taman remaja agenda rutin yang tidak pernah terlewatkan adalah mengunjungi bonbin. Pagi-pagi sebelum mandi papa sudah ngajak Ivan dan Nadya ke bonbin.




Tuh eyang-nya Nadya ngasih makanan ke beruang. Padahal di plang dari wall's itu adalah tulisan "Hindari Memberi Makanan Satwa" tapi demi cucu tersayang eyang kung mau melanggar "hukum" yang tertulis di papan itu padahal papa sering dimintai pendapatnya tentang hukum (karena papa memang tahu tentang hukum).




Ini nih ada bayi orang utan yang umurnya gak beda jauh sama Ivan.




Kalau sudah di rumah becanda deh 2 anak ini. Meski beda usianya jauh tapi toh urusan bermain bisa aja nyambung.

Trus pernah suatu siang kita ke Delta Plaza (dulu namanya delta plaza sekarang gak tahu apa nama mall itu). Langsung menuju ke matahari dan oh la la ada timezone, langsung deh Ivan dan Nadya main dulu.




Ivan malah takut kalau mobil itu bergerak, jadi untung juga gak harus beli koin untuk main.




Sewaktu di delta plaza makan siang, nadya mengeluh giginya sakit. Trus aku lihat dan wah ternyata gigi nadya yang bawa sudah tumbuh padahal yang gigi susu belum dicabut. Jadi senin pagi sebelum balik ke jakarta aku dan nadya mampir ke dokter gigi dan gigi susu nadya di cabut. Alhamdulillah akhirnya gigi susu nadya tanggal juga. Sudah lama banget nadya menantikan saat-saat itu.

Posted by rina rinso at 11:02:43 | Permanent Link | Comments (1) |

Wednesday, July 09, 2008

Kopdar Biologi 90

Kalau tempo hari sempat kopdar sama temen LFM, kali ini sama temen biologi. Berhubung tempat kopdarnya agak jauh dari rumah (rumah di kelapa dua depok, tempat kopdar di thamrin jakarta) agak berkorban juga nitip anak-anak ke rumah Nungki.
Yang datang 5 orang tapi karena memang sudah lama gak ketemu jadi seru dan rame.




ki-ka : ira, tituk, meimei, yenni, rina rinso (yg motret).
Posted by rina rinso at 05:57:47 | Permanent Link | Comments (0) |

Friday, June 13, 2008

Like Father Like Son



Ayah memang tidak pernah lepas dari komputernya. Misalnya gambar di atas itu, diambil pas kita "liburan" di Carita. Dengan seriusnya bangun tidur setelah sholat subuh ayah langsung buka pc tablet-nya dan baca-baca.


 

Nah si Ivan gak mau kalah dengan ayah. Di samping suka ngerecokin ayah yang kerja di macbook-nya (pc tablet-nya udah pensiun), Ivan juga gak rela lihat bunda duduk manis di depan desktop, jadi setiap kali lihat komputer nyala Ivan akan langsung bereaksi mendorong high chair-nya ke arah komputer dan minta di dudukkan di kursi itu.
Posted by rina rinso at 06:27:19 | Permanent Link | Comments (1) |

Friday, May 16, 2008

Sempurna

Sempurna
Andra and the Backbone

Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujimu

Disetiap langkahku
Kukan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu

Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa

[Reff:]
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna... Sempurna...

Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku

Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa

[Reff:]
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna... Sempurna...

Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku


Ring back tone ini belum aku ganti, soalnya aku emang suka sama liriknya sih dan berharap yang menelponku juga suka Smile

Buat suamiku, anak-anakku, kalian sempurna di mataku (meski kadang bikin sebel, bikin bete).

Posted by rina rinso at 20:07:42 | Permanent Link | Comments (0) |

Wednesday, May 14, 2008

Ke Museum Geologi

Hari Minggu kemarin akhirnya kita ke Bandung.

Sebetulnya rencananya sih ntar aku, Nadya dan Ivan ke bandung ikut ayah pas ada libur kecepit tgl 20 mei, tapi rupanya Nadya libur sekolah mulai senin tgl 12 kemarin sampai tgl 21 mei jadi akhirnya diputuskan kita ke Bandung.

Hari Sabtu setelah belanja-belanji di CITOS malamnya kita tidur dulu trus baru berangkat Minggu pagi jam 7.30 kemudian berhenti di KM 38 buat sarapan di KFC trus lanjutin perjalanan. Sampai di Bandung jam 11 siang.

Malam Senin itu ayah dan Fariz pergi nonton sepakbola, rencananya di MU cafe di Paris van Java tapi karena cafe-nya dah penuh jadi pindah ke Ciumbeluit. Sedangkan aku tewas dengan sukses, tidur di kasur baru yang beralaskan seprei baru juga yg dibeli di CITOS sehari sebelumnya :)


Senin pagi. Cuma bikin kornet goreng untuk sarapan. Setelah itu kami semua meluncur pergi keluar dari Cikutra. Mas Tras mesti ke bank Mandiri sedangkan aku maunya ke museum geologi (aku memang sudah menjajikan hal itu ke Nadya, mau lihat dinosaurus). Tapi Ivan baru tidur jadi setelah nge-drop mas Tras di Mandiri Surapati aku keliling dulu jalan-jalan sambil nge-tes kemampuan Mio C320, salah satunya pas nyari kafe derisol. Gara-gara lihat acara di PJTV tentang derisol aku jadi kepingin nyobain.


Akhirnya ketemu juga derisol-nya, gak jauh dari RRI. Aku beli 3 macam risoles, original, meat dan veggy. Menurutku sih rasanya….keasinan hehehe. Trus agak mahal juga. Harga sebuah risolnya dibandrol 4250. Well namanya juga mencoba.


Setelah sampai di derisol karena udah dekat dengan Supratman ya akhirnya aku lanjutkan ke museum geologi.

Sampai di sana Ivan masih tidur, bahkan sewaktu aku gendong untuk aku pindah dari car seat ke stroller Ivan tetap tidur nyenyak. Diajak di dalam museum yang adem Ivan juga tidak bergerak sama sekali. Kebetulan pas aku datang tidak lama kemudian ada serombongan turis dari Cina yang datang. Walahhh Ivan jadi bahan tontonan. Ada yang motret, ada yang mengambil gambar Ivan dengan handycam, bahkan ada yang tidak ragu-ragu menowel pipi Ivan dan memegang tangan Ivan yang sedang tidur nyenyak. Alhamdulillah Ivan tidak terganggu dengan tindakan turis nakal itu.


 

 


Sementara Nadya sempat merinding melihat replika fosil T-rex yang dipasang di museum itu. Sebetulnya dulu pas Nadya bayi (9 bulan) pernah aku ajak juga lho ke museum ini, tapi ya karena sudah lama banget dan waktu itu Nadya bayi jadi dia gak tahu apa yang terjadi ya.

  

Pas aku sudah selesai melihat-lihat museum mas Tras telpon dan ngajak makan siang bareng karena ternyata urusannya di bank belum kelar jadi janji makan siang dengan Andre di batalkan. Jadi dari Supratman aku meluncur ke Mandiri Surapati yang tidak terlalu jauh. Sebetulnya sih kemana-mana di Bandung jadi terasa dekat setelah 3,5 tahun aku tinggal di Jakarta.


Jadi begitu ceritanya. Nadya akhirnya bisa melihat kerangka dinosaurus. Jadi hutang bunda sudah lunas ya.

Posted by rina rinso at 05:35:03 | Permanent Link | Comments (0) |

Tuesday, April 29, 2008

Gadget Baru di Mobil Lama

Mobil boleh mobil tua tapi isinya malah bisa jadi unik dan menarik untuk diintip. Misalnya mobil keluarga Rustam. Meski termasuk mobil tua (Feroza thn 93) tapi kemarin dapat gadget baru yang kalau dilihat sebetulnya terlalu muluk untuk feroza hehehe. GPS Mio C320. Yup, kemarin mas Tras beli perangkat GPS di BEC Bandung. Kebetulan akhir pekan kemarin kita sekeluarga ke Bandung. Maunya sih berangkat sabtu pagi, tapi berhubung ada bola MU vs Chelsea jadi keberangkatan ditunda sampai minggu pagi.


Cerita nonton MU vs Chelsea juga bisa jadi cerita tersendiri secara mas Tras niat banget ikutan nonton bareng di CITOS dan ternyata 16 menit pertama ASTRO tewas dengan sukses karena hujan deras. Sedangkan aku nonton di rumah tenang-tenang saja karena di sekitar rumah cuma gerimis jadi ASTRO-nya gak sampai tewas paling cuma pingsan ;)


Minggu pagi berangkat ke Bandung. Mobil sudah dibenerin kopling-nya. Sampai di Bandung udah siang. Minggu sore mas Tras dapat rejeki jadi minggu malam makan di Kedai Nyonya Rumah. Sayang makanannya gak sempat ke foto, udah keburu lapar jadi begitu makanan datang langsung diserbu hahaha.


Senin pagi aku ke rumah Toni sedangkan mas Tras katanya kerja di rumah. Sore jam 3 aku balik ke rumah dan mas Tras ngasih tebakan.

"Coba bunda aku tadi ke BEC beli apa ?"

"Beli tape mobil" jawabku yakin.

"Bukan, bunda salah, bukan tape mobil tapi GPS mobil"

Wuihhhh gak salah tuh beliin GPS buat feroza secara mobil feroza itu rasanya kok gak pantes di dandanin pakai GPS hehehe.


Itu adalah pemandangan baru di dashboard mobil feroza. Ditemani dengan secakir kopi panas, rasanya perjalanan dari Bandung ke Jakarta kemarin jadi yang paling seru.

Ivan yg selama ini jadi "kenek" terpaksa pensiun karena sudah ada GPS hehehe. Keunggulan GPS Mio itu dibandingkan dengan navigator manual (alias saya sendiri hehehe) adalah GPS gak bisa ngomel marah dan ngambek kalau sopir gak nurutin rute yang disarankan. Misalnya keluar dari jl. Simpang Pahlawan si mbak GPS (karena suaranya suara perempuan) menyarankan kita lewat jl. Supratman. Waks jelas saja kita gak sependapat secara lewat jl. Surapati jauh lebih cepat. Toh si GPS-nya cuma bisa menghitung ulang kembali perhitungannya dan gak bisa protes. Sedangkan kalau yg jadi navigatornya aku.....hahaha..bisa-bisa ada acara diem-dieman sama pak sopirnya hihihi. Atau pas kita keluar tol Cikampek dan masuk ke tol JORR yang baru jadi awal tahun ini. Secara peta di GPS adalah peta tahun 2007 jadi di datanya tidak ada data jalan tol JORR. Saat itu GPS-nya sempat bingung karena kita lewati jalan yang gak ada jalannya hehehehe.

Kok mas Tras gaya banget sih pake beli GPS segala, gitu pikirku.

Rupanya mas Tras akan ada proyek sama Dephub dan ada hubungannya dengan GPS dan mas Tras kebetulan alhamdulillah ada rejeki jadi dibelilah GPS itu.

"Selain untuk belajar aku juga jadi tahu seperti apa sih dan gimana sih GPS itu" kata mas Tras.

"Bun ntar kalau ada yang mau cake-nya di antar jangan lupa harga cake-nya dinaikkan ya" kata mas Tras.

Kenapa ?

"Buat kontribusi juga bayar GPS ini" hihihi. Dasar.

Tapi emang sih selama ini yg jadi kurir Dapur Pochopa memang mas Tras.

Eh yah, kan aku juga ada proyek bikin wedding cupcake nih, jadi boleh dong beli stand cupcake sekalian stand lolipop-nya ya hehehehe. Sama sekalian buku-bukunya ya...(ngelunjak.com hahahaha).

Posted by rina rinso at 09:37:30 | Permanent Link | Comments (1) |

Tuesday, April 22, 2008

1 tahun Ivan

Alhamdulillah akhirnya terlampaui juga masa 1 tahun.


Alhamdulillah bisa juga ya nak bunda mengasuhmu di 1 tahun pertama yang super duper ajaib ini. Coba saja gimana gak ajaib lha wong 1 tahun yang lalu Ivan hanya bisa tersenyum dan menangis tapi masya Allah sekarang sudah bisa bilang “ayah” (yeahhh bunda kalah lagi dah, soalnya dulu Nadya juga manggil ayah dulu baru bunda).

Trus gak bisa ditahan kemana larinya Ivan secara sejak 9 bulan Ivan dah bisa jalan. Tapi alhamdulillah Ivan mau duduk manis di car seat kalau kita pergi-pergi bermobil secara bunda males memangku Ivan hehehe lagipula lebih nyaman dan aman kan.


Trus mamam-nya Ivan mau apa saja kecuali makanan bayi (meskipun ayah udah makan biskuit bayi tapi Ivan gak berminat sama sekali, tapi kalau ayah makan tempe goreng walahhh tempe itu pas tak selamat dari tangan ayah karena direbut Ivan).


Alhamdulillah meskipun sering diajak pergi Bandung-Jakarta atau ke tempat lain (seperti Carita pas Ivan 2 bulan atau ke Surabaya pas 6 bulan) kondisi tubuh Ivan fit, gak gampang sakit. Bahkan alhamdulillah gak ngalami diare d1 1 tahun pertama. Jadi inget dulu Nadya kena diare pas umur 8 bulan, kalau inget itu jadi sedih. Jangan-jangan karena dulu Nadya MPASI-nya mulai 4 bulan ya, sedangkan Ivan mulai MPASI-nya setelah 6 bulan.

Posted by rina rinso at 20:11:01 | Permanent Link | Comments (0) |

Thursday, April 17, 2008

Celoteh Iseng

Beberapa celoteh yang aku ingat.

Ayah

Catatan : lihat ajakan romantis mas Tras, ngajak nonton Kuntilanak 3.

Ayah : bun ada sequel-nya beranak dalam kubur nih

Aku : (yg memang gak tertarik dengan film horor) ah egp wong aku gak seneng

Ayah : kaya’nya bagus nih, tapi judulnya beda

Aku : emang judulnya apa ?

Ayah : Menyusui dalam kubur

Garingggggg



Setiap kali melewati pos, entah itu pos satpam, pos pembayaran tol atau pos parkir pasti mas Tras bilang gini ke petugasnya :

2 dewasa, 1 anak dan 1 bayi

Reaksi setiap orang berbeda.
Ada yang tersenyum simpul (kebanyakan, mungkin dipikir ini orang aneh banget)
Ada yang memberi komentar balik "Ini bukan Dufan pak"
Ada yang serius mendengarkan dulu, setelah sekian detik baru "ngeh" dan akhirnya tersenyum
Ada yang menjawab "Untuk anak-anak setengah harga pak"
Tapi tak jarang ada juga yang tersenyum lebar bahkan tertawa

Semoga 1 kalimat itu bisa membuat hari-hari para pekerja di balik boks itu menjadi lebih ceria


Nadya

Kalau ini tentang Nadya yg mendengarkan lagu Bangun Pagi di YMC-nya radio Female.

Lagu :

1 2 3 4 5 6 7 8 siapa rajin ke sekolah cari ilmu sampai dapat

sungguh senang amat senang

bangun pagi-pagi sungguh senang


Nadya : kok bangun pagi-pagi senang sih bun ? Kalau Nadya mah ngantuk.


Aku : jadi lagunya gimana dong ?


Nadya : bangun pagi-pagi sungguh ngantuk


Hahaha..anaknya ayah nih.

Posted by rina rinso at 05:14:38 | Permanent Link | Comments (0) |