Tuesday, March 29, 2005

Naik bis Damri ke bandara

Hari Senin yang lalu eyang kung dan eyang ti-nya Nadya mudik ke Surabaya setelah 6 malam ada di Jakarta. Karena dibiayai kantor maka eyang bisa-bisanya naik pesawat (ha ha ha..kesempatan banget deh). Bawaannya sih ga seheboh pas datang (datang dari surabaya bawa 50 buah pukis THR karena itu favorit kita sejak aku masih kecil) tapi tetep ada yang ajaib, pisang barangan. Pisang barangan sengaja bawa 3 sisir yang besar-besar. Katanya sih di Surabaya jarang banget pisang barangan, jadi mumpung di dekat rumahku dan Nungki (adikku) ada kios pisang barangan beli pisang untuk bekal selama di Suarbaya.

Kali ini yang nganterin Nungki karena mobilku sedang grounded, lagi bayar pajak di bandung euy jadi STNK masih di bandung. Yang berangkat eyang kung dan eyang ti, Nungki dan Arief (anaknya) aku dan Nadya. Rame sekali perjalanan dari rumah di daerah warung buncit menuju stasiun kereta Gambir. Celoteh Nadya dan Arief tidak henti-hentinya mengisi kesenyapan di dalam mobil. Adu urat leher mulai menjelaskan jalan tol dan jalan biasa (kata Nadya jalan Mampang itu jalan biasa tapi Arief keukeuh kalau Mampang itu jalan tol) sampai praktek doa sebelum makan, doa sebelum tidur dan doa ayah ibu, jadi perbincangan seru.

Begitu tiba di stasiun Gambir mobil langsung diparkir dan kita menuju bis Damri yang akan membawa kita ke bandara. Ini kali pertama Nadya naik bis. Norak banget ya :-) Bis penuh dengan penumpang jadi Nadya dan Arief harus dipangku. Agak repot sih tapi tetap enak soalnya bis-nya ber-AC.

Setelah melepas eyang di terminal 1B, kita mencari tempat pemberhentian bis untuk kembali lagi ke stasiun kereta Gambir. Jadi ceritanya memang cuma kepingin jalan-jalan naik bis Damri dari Gambir ke bandara.

Posted by rina rinso at 12:48:53
Comments

One Response to “Naik bis Damri ke bandara”

  1. dfghdfjfgyjk says:

    The article you published is always a surprise.

Leave a Reply