Thursday, May 26, 2005

Entrepreneurship ala Technonatura

Berawal dari keyakinan kalau setiap anak unik, maka dibentuklah sekolah Technonatura. Salah satu yang dipercaya penggagasnya adalah, tidak semua anak bermaksud jadi jagoan di bidang  matematika *spt siapa ya….hi hi hi seperti ayahnya Nadya :-)* atau tidak semua orang bisa jadi ahli humas yang menarik, atau tidak semua anak bisa jadi mubaligh, tidak semua anak ingin jadi guru atau dosen, tidak semua anak mampu menjadi ahli di bidang bom, maka mata pelajaran entrepreneurship dilaksanakan di sekolah ini. Sejak dini ditanamkan pengertian kalau mencari uang itu harus dengan usaha, kalau tidak dengan otot ya dengan otak. Tapi karena aku bukan ahli di bidang itu aku hanya diam dan melihat. Yang aku tahu adalah membuat praline dan coklat molding, jadi kemarin aku, sekali lagi, membuat praline dan coklat molding di Technonatura.

Sebetulnya gambar-gambar di bawah ini juga aku tujukan kepada Ketty dan Hani yang ingin tahu step by step-nya membuat coklat seperti yang aku buat.

Coklat molding dan praline

Bahan :

  • coklat blok yang dark dan white (di indonesia aku pakai collata, belinya yg per-kilo ya, soalnya kalau beli yg kemasan 250 gr jatuhnya mahal sekali.
  • cetakan khusus untuk permen coklat, di jakarta aku biasa beli di toko yg jual alat dan bahan untuk kue.
  • pewarna coklat, khusus untuk permen, bahan dasarnya minyak.
  • plastik segi tiga (kalau ada, kalau gak ada gpp).
  • kacang, selei, krim, dll untuk isian praline.
  • stik lolipop dan kemasannya, ini aku beli di toko alat dan bahan kue juga
  • es batu dan wadah, untuk ditaruh di bawah cetakan sehingga coklat cepat beku

Cara membuatnya :

Potong coklat blok, kemudian masukkan ke dalam wadah tahan panas atau ke dalam plastik segitiga, masukkan ke microwave, panaskan selama 1,5 menit. Kalau belum cair sempurna panaskan lagi (tp jangan lama-lama)

 

2. Bisa diberi warna atau langsung dicetak.

 

Kalau coklatnya terdiri dari beberapa warna, sebaiknya tunggu warna pertama mengeras baru kemudian ditambahkan warna lain. Supaya coklat cepat mengeras itulah kita butuhkan es batu dengan wadah di bawah cetakan coklat, seperti ini :

Kalau ingin membuat praline caranya begini, tuangkan coklat cair kurang lebih 1/2 cetakan, kemudian sapukan dengan kuas ke sekeliling cetakan, tunggu sampai coklat mengeras. Setelah coklat keras tambahkan isi. Isi bisa berupa selai/jam, kacang, atau keju, dll. Kemudian terakhir tutup dengan coklat cair lagi, hingga penuh. Seperti yang dilakukan Syifa di bawah ini adalah contoh membuat praline.

 

Setelah itu

Mereka harus menghitung berapa modal yg dibutuhkan untuk membuat coklat seperti itu, dibagi dengan jumlah coklat yang jadi dan dijual. Rencananya dijual hari itu juga, tapi karena hujan jadi baru dijual keesokan harinya.

Yang ini sedang asyik membuat coklat molding dan praline. Awalnya anak laki-laki gak mau ikutan bikin coklat, mungkin jaim aja ya masa cowok bikin coklat kesannya gak macho :)) tp setelah anak laki-laki melihat sendiri gimana seru dan asyiknya bikin coklat molding akhirnya mereka bisa bilang

“Aku mau juga dong bikin coklat” he he he.

 

 

Posted by rina rinso at 00:57:54 | Permalink | Comments (38)

Monday, May 23, 2005

Japanese Cheese Cake

Sudah banyak yang membuktikan kalau cheese cake ala Jepang ini enak, misalnya Riana (ini nih yg bikin heboh dunia milis per-dapuran dg uji cobanya yg sukses), Mbak Fatmah, Ruri, Yenni, Vita, Inong, dan masih banyak lagi. Katanya bagaikan kapas. Hua ha ha ha..makan kapas itu gak enak loh, tapi kalau bagaikan kapas mungkin enak.

Persiapannya sih sudah sejak Minggu pagi kemarin, beli cheese cream dan whipping cream. Trus jam 5.30 tadi maksud hati udah mulai ngukur bahan ternyata malah download e-mail hi hi hi. Praktis mulai tempur jam 7. Dibantuin Nadya juga (yg baru bangun tidur) ngaduk terigu dalam campuran cheese-nya.

Resepnya bias dilihat di Riana atau Inong, tapi supaya gak repot mesti buka link lagi jadi aku tulis di sini.

 

Japanese Cheese Cake

Bahan:

campur dan ayak:


 

50 gr tepung terigu

50 gr tepung maizena

 

 

60 gr mentega tawar

250 gr cream cheese, biarkan pada suhu ruang

120 ml whipped cream

3 kuning telur

1 butir telur

2 sdt kulit jeruk lemon parut

5 putih telur

1/8 sdt garam

125 gr gula pasir halus

1 sdt air jeruk lemon

 

topping:

 

2 sdm selai apricot

2 sdm air

 

Cara membuatnya:

 

Siapkan loyang bongkar pasang 22 cm, olesi dengan mentega pengoles loyang.

Pasang oven 150 derajat Celsius.

Campur mentega, cream cheese dan whip cream dalam panci.

Didihkan dengan api kecil, aduk hingga lembut, angkat dari api.

Masukkan campuran tepung, aduk rata.

Masukkan kuning telur dan 1 butir telur, aduk rata.

Masukkan kulit jeruk lemon, aduk rata, sisihkan.

Kocok putih telur hingga berbusa, masukkan gula dan air jeruk lemon sedikit demi sedikit sambil terus dikocok sampai terbentuk kerucut-kerucut tumpul (soft peak).

Tuang 1/3 adonan putih telur ke adonan cream cheese, aduk rata.

Tuang campuran ini ke sisa adonan putih telur, aduk rata.

Tuang adonan ke loyang, panggang dengan cara au bain marie, kurang lebih 60 menit sampai permukaan matang, kuning keemasan.

Keluarkan dari oven.

Setelah benar-benar dingin, lepaskan cake dari loyang.

Panaskan selai apricot dan air, oleskan ke permukaan cheesecake.

 

 

Kendala :

Loyangku rupanya bocor, yo wis lah dibungkus pakai aluminium foil, tp tetep aja merembes.

Apricot-nya gak ada

Aku belum pernah nyoba oven tangkringku untuk bikin JCC ini

Yang namanya soft peak dari putih telur belum pernah tahu

 

Hasilnya :

Nadya berhasil makan cheese cake ini, seneng deh, soalnya kalau aku buat blueberry cheese cake Nadya cuma ambil blueberry-nya aja

 

Posted by rina rinso at 05:05:20 | Permalink | Comments (8)

Sunday, May 22, 2005

Eyang ke Jakarta

Sejak hari Kamis tanggal 19 Mei lalu, mama dan papa-ku yang tidak lain dan tidak bukan eyangnya Nadya dan Arief ada di Jakarta. Rencananya sih sampai Selasa. Karena itu maaf kepada teman-teman yang mengharapkan aku online di YM. Donggle bluetooth-ku yang ‘ketlisut’ memang mau tidak mau mengurangi ‘jam terbangku’ melanglang dunia maya, tetapi untuk pekan ini alasannya adalah, mama papaku datang dari Surabaya.

Nadya, eyang kung, Arief, di RM Situ Gintung

Biasanya selama ada mama atau papa hari-hari yang biasanya tenang, aman , tenteram, dan damai menjari hiruk pikuk, selalu ada yang dikerjakan, selalu ada kerabat di Jakarta yang dikunjungi atau selalu ada acara makan-makan. Ditambah lagi dengan kedatangan 2 adikku dari Bandung menambah ramai suasana.

Tadi siang kita makan di Situ Gintung, yang ngasih tahu adikku Nungki. Katanya enak ada saungnya. Akhirnya jam 11 siang kita berangkat dari rumah menuju Ciputat. Sampai di restoran itu 11.45 dan saung-nya udah full book, alhamdulillah ada saung di dalam. Meskipun relatif kecil untuk kami ber-8 yang kecil mungki ini (we he he he sok imut banget) tapi kami terima apa adanya sehingga acara makannya suksesssss.

ki ka : Tras (my hubby), Nunung, Nungki, Toni dan Fariz.  Ket : Nunung itu suaminya Nungki, Toni dan Fariz itu adik-adikku yg datang dari Bandung.

Arief (anaknya Nungki-Nunung) ini lengket banget dengan eyang kakungnya. Bagi dia, eyang kakung itu adalah eyang-nya Arief. Lha eyang kung-nya kakak Nadya siapa dong ? Dengan polos Arief akan jawab : Tidak tahu. He he he.. Arief sedang berpose dengan eyang kung dan eyang ti.

Tadi makanan yg kita pesen gak banyak macemnya. Ikannya cuma pesen gurame asam manis karena hari kamis dan jumat kemarin kita sudah makan gurame goreng dan bakar. Trus ayam bakar ternyata menjadi pilihan lain yang menjanjikan. Karedok sengaja dipilih untuk sayur, pesen tumis kangkung juga tapi cita rasa tauco-nya yang belum dikenal papa membuat papa menilai tumis kangkungnya kurang sip (kalau menurutku sih okeh cuma pedesnya itu lho). Nasi goreng itu menu favorit Fariz dimanapun dia diajak makan (aku ajak ke The Peak Lembang juga keukeuh milih nasi goreng ..sigh…) tapi rupanya kali ini banyak juga yang pilih nasi goreng daripada nasi putih. Lalapan sudah jelas masuk dalam daftar makananan yg kita pesen. Minumnya std es jeruk dan kelapa muda, masih enak kelapa muda di Parung soali gretonggg ha ha ha.

Acara makannya ditutup dengan Nadya dan Arief berlarian di halaman berrumput dan jam 13.00 kita sudah bubar menuju ke rumah. Jam 16.00 suamiku ke Bandung, ya..ada kerjaan yang mesti dibereskan hari Senin besok, kan Selasa ada hari libur…

Posted by rina rinso at 12:06:40 | Permalink | Comments (1) »

Wednesday, May 18, 2005

Outbond UI

Hari ini Technonatura kembali menggelar outbond. Lokasinya tidak jauh kok dari mabes Technonatura, masih daerah Depok juga, tepatnya di hutan UI (Universitas Indonesia). Medannya seru sekali, jauh berbeda dengan medan uotbond sebelumnya, padahal lokasinya sih ya di sekitar danau UI itu. Two thumbs up deh buat kakak-kakak di Technonatura yang tidak kenal lelah menembus hutan UI demi outbond :-)

 

Medan yang cukup berat membuatku agak khawatir, soalnya aku bawa Nadya. Aku pikir (ini salahku, cuma mikir tapi gak tanya) medannya gak jauh berbeda dengan outbond hari kemerdekaan tahun lalu, ternyata oh ternyata…. medan outbond kali ini jauh lebih berats rek..!!! Kalau bawa badan sendiri mungkin asyik jalan-jalan di tengah hutan (jadi inget masa lalu mesti bikin transek di hutan Tangkubanperahu, Alas Purwo, Baluran, kawah putih, dan hutan karet :-)) tapi kalau bawa anak balita ya…capek juga kalau mesti nggendong ha ha ha. Two thumbs up buat anak sematawayangku Nadya, yg mampu berjalan di medan berat seperti itu dan dalam jarak yang relatif jauh.

Pos 1.

Di pos 1 yang harus dilakukan adalah memecahkan balon dengan mata tertutup. Teman 1 kelompok yang lain yang memberi instruksi apa yg harus dilakukan sang pemecah balon. Kemudian jalan di titip itu hanya main-main, kebetulan sudah ada di situ :-)

Selain itu di pos 1 sudah ada jalan turunan yang harus dilewati.

Buat aku sendiri sepertinya asik banget kalau bisa melakukan aktivitas itu, tapi ada Nadya yang membuatku mesti berfikir….

Kemudian jalan dari pos 1 ke pos 2 jauuuhhh sekali. Menurut kak Didi orang dewasa perlu waktu 30 menit untuk sampai ke pos 2, jadi bisa dibayangkan dong kalau jalan dengan Nadya akan seperti apa.

Di pos 2 yang harus dilakukan adalah membuat tandu, membalut kaki, tangan dan kepala.

Posted by rina rinso at 16:34:59 | Permalink | Comments (8)

Monday, May 16, 2005

Cerita Akhir Pekan

Jumat, 13 mei 2005

O7.45  : berangkat dari rumah

08.15      : isi bensin di SPBU warung buncit

08.45      : masuk tol dalam
kota

10.20      : sampai pintu tol pasteur

11.00   : sudah di kamar 28 Augusta, ayah ngantor di cikutra, aku dan Nadya santai

12.00   : lunch di selasih, menunya Nasi timbel (udah kepingin sejak lama)

17.00   : om Toni berkunjung, aku nengok cikutra yg sedang dibangun

20.00   : makan di selasih (lagi) Menunya : masih suka Nasi timbel

21.00   : sudah balik lagi ke Augusta

 

Hari jumat pagi, rencananya berangkat jam 7, tetapi karena 1 dan lain kita baru berangkat jam 7.45. Jalan warung buncit sudah penuh sesak dengan kendaraan bermotor. Harus antri dulu untuk mencapai U turn dan kemudian berbalik ke arah Mampang. Sebelumnya mampir dulu isi bensin full tank, untuk si hitam Feroza.

 

Warung buncit di jumat pagi yang padat mengharuskan kita antri sampai 30 menit untuk sampai di Mampang dan alhamdulillah setelah itu jalan menuju Cikampek relatif lancar. Kita kepingin nyobain jalan tol Cipularang nih untuk ke bandung. Dengan kecepatan rata-rata 80km/jam perjalanan di sepanjang jalan tol Cipularang asik banget. Pemandangannya enak, trus melewati hutan karet, bisa melihat kebun teh, melihat sawah, bahkan sempat melihat rel KA, sayang waktu itu gak ada KA yg lewat. Cuma hati-hati aja, masih ada ruas jalan yg masih belum sempurna.

 

Alhamdulillah jam 10.20 sudah sampai di pintu tol pasteur dan Welcome to Bandung. Macet lagi macet lagi. Tapi tenang…begitu jalan layang selesai, maka perjalanan ke Cikutra akan menyenangkan karena tidak harus melewati jalan Bandung yg ‘mbuleti’, cukup naik jalan layang dan (mungkin…) tiba-tiba sudah sampai Gasibu dan tinggal melangkahkan kaki menuju rumah :-)

 

Abis gitu langsung check in di Augusta. Pertimbangannya, karena dekat dengan cikutra dan dekat dengan selasih. Aku dan Nadya bersantai melepas lelah di kamar yang adem sedangkan ayah harus segera ke cikutra untuk bekerja. Jam 12 persis aku keluar dari kamar untuk makan siang. Selasih, kantin makan yang lumayan enak, murah dan bersih itu (ada menu nasi kebulinya lagi yumyy…) jadi tujuan dan untuk makan siang aku pilih nasi timbel komplit, sedangkan untuk Nadya nasi liwet opor ayam. Hmmmm.. nasi panas dibungkus daun dengan lauk tahu, tempe, jambal asin dan ayam goreng lengkap dengan sambal dan lalap yang aduhai, bisa memenuhi kepuasan akan makanan enak lagi murah. Rasanya udah lama banget gak makan nasi timbel di selasih atau pergi ke bandung, tapi setelah diinget-inget sebetulnya baru pertengahan februari yang lalu aku ke bandung.

 

Selesai makan siang aku balik ke Augusta. Sempat main-main sebentar sama Nadya sampai akhirnya waktu bobo siang-nya Nadya. Ternyata aku ngantuk juga, jadi akhirnya kami ber-2 tidur siang :-)

 

Jam 5 sore Om Toni (my lill bro) datang mengunjungi kami di kamar. Daripada bengong aku pinjem sepeda motornya pergi beli buah untuk snack-nya Nadya, di Hero gak jauh dari Augusta. Tapi sebelumnya mampir dulu ke cikutra, melihat rumah sekaligus kantor yang sedang di renovasi. Cita-cita suamiku, ntar kalau ke bandung tidak harus mengungsi ke kost-an Fariz (adikku juga yg kuliah di Unpar) atau harus ke Augusta untuk sekedar bobo siang, tapi bisa tidur di cikutra. Selama ini Nadya selalu gagal istirahat kalau di cikutra soali di cikutra banyak om-om programer yg sedang kerja. Kalau banyak orang Nadya jadi suka mencari teman bermain :-)

 

Selepas maghrib aku dan Nadya baru ke cikutra dan melihat langsung pembangunan yang dilakukan di halaman belakang rumah. Trus jam 20.00 baru makan malam, soali ayah mesti bicara dulu dengan pak Kurniawan (yg mbangun rumah belakang). Makan di selasih 2. Sebetulnya aku lebih suka makan di selasih 1 (tempat aku makan siang) karena meski tempatnya sederhana tapi pelayanannya cepet. Untuk orang seperti aku yang datang ke selasih hanya untuk makan, maka pilihan selasih 1 sudah tepat, tapi untuk orang yg ingin makan jasmani dan rohani (ini istilahnya Topan dan Toni) maka makan di selasih 2 menjadi suatu kenikmatan tersendiri :-)


 

Sabtu, 14 mei 2005

06.00   : sudah beres-beres untuk check out

07.00   : sarapan nasi goreng

08.00   : keluar dari augusta, menuju cikutra baru

10.30   : berangkat menuju Tegal atau tepatnya Slawi

13.00   : berhenti makan di Sumedang

17.00   : sampai di rumah Emil

18.45   : menuju obyek wisata kolam air panas Guci

19.30   : sudah tiba di obyek wisata Guci

21.00   : tewas dengan sukses

 

Sabtu pagi. Rencananya kita berangkat ke Tegal jam 7 pagi, tapi semalam ada kabar dari Dedy kalau mobil baru siap jam 8 jadi jam 7 pagi kita baru sarapan di Augusta. Cuma dapat nasi goreng tapi lumayanlah dapat mengganjal perut. Kita nunggu di cikutra. Tunggu punya tunggu, sampai jam 10 Dedy beserta mobil belum datang. baru jam 10.30 mobil Kijang short chasis datang. Setelah semua barang masuk sempat bingung, karena ternyata yg ikut lebih banyak jadi harus ada yg duduk di belakang. Padahal siapapun tahu duduk di belakang dengan posisi duduk menyamping sama sekali gak nyaman. Akhirnya aku putuskan untuk mengatur ruang belakang mobiol jadi seperti kasur bagi Nadya. Dan karena Nadya dan aku merupakan 1 paket (itu yg bilang suamiku) maka aku menemani Nadya di belakang.

 

Sempat terbersit rasa khawatir Nadya akan mabuk di daerah Cadas Pangeran. Alhamdulillah Nadya baik-baik saja, bahkan bisa tidur nyenyak. Suasana makan siang agak gak enak, soali Nadya mood-nya kurang baik. Emang sih salah kita, yg berhenti untuk makan dan istirahat saat Nadya masih terlelap dengan enaknya. Kalau yg pergi cuma aku dan ayahnya aja biasanya kami tunggu sampai dia tidur minimal 1 jam trus baru dibangunin, tapi kadang banyak situasi yang tidak bisa kita tolak meski akan berpengaruh buruk.

 

Setelah makan siang di Sumedang perjalanan berlanjut. Baru 20 menit perjalanan, Nadya muntah….!!!! Aduhhh kasian anak bunda. Aku menduga sih dia mabuk. Akhirnya sisa perjalanan Nadya duduk di depan dengan ayahnya atau dengan aku di tengah. Oh iya, di mobil sewaan itu yg berangkat ada 6 orang dewasa dan 1 balita. Aku, ayah, Dedy, Linda, Topan dan Heri. Balitanya the one and only Nadya. Selama perjalanan ada Topan, Heri, dan suamiku menjadikan mobil seperti sarang API (Akademi Pelawak Indonesia). Guyonan segar sepanjang jalan membuat perjalanan bandung-Tegal tanpa musik hari itu jadi segar.

 

Jam 17.00 tepat kita sampai di Slawi di rumah keluarga Emil. Sang calon pengantin menyambut kedatangan kami :-) Setelah sholat dan makan serta istirahat, perjalanan diteruskan ke daerah wisata Guci, tidak jauh dari Slawi. Karena kita baru berangkat setelah isya’ jadi jalanan gelap gulita. Aku hanya tahu jalanan semakin mendaki, lewat jurang, berkelok-kelok. Alhamdulillah sebelum jam 8 kita sudah sampai di tempat kita akan tidur malam ini. Ternyata oh ternyata…daerah Guci itu duinginnnnn. Air di kamar mandi bagaikan air es. Kalau tempo hari di Vila Istana Bunga Lembang aja aku udah kedinginan, maka daerah Guci ini jauh lebih dingin daripada Lembang. Dengan terpaksa mesti gosok gigi dan wudhu dengan air es itu, tapi tidak untuk mandi.

 

Minggu, 15 mei 2005

06.00   : jalan-jalan keliling parkiran, beli bubur ayam

07.30   : mandi di kolam pemandian air panas tertutup

11.00   : berangkat menuju Slawi ke kondangannya Emil

11.45   : salaman sama pengantin, ngasih celengan burung

13.00   : pergi dari tempat kondangan, dapat berkat telur asin

14.00   : makan sate kambing di Brebes (gak jauh dari stasiun KA Brebes)

18.00   : sudah di sumedang

20.00   : sampai di cikutra

21.00   : berangkat menuju jakarta (beli terangbulan dulu)

23.45   : sudah sampai dengan selamat di rumah kontrakan di jakarta

 

Posted by rina rinso at 13:25:58 | Permalink | Comments (5)

Wednesday, May 11, 2005

Photos

kue cubit

Hasilnya Kue Cubit

Posted by rina rinso at 11:52:38 | Permalink | Comments (6)

Kue Cubit

Awalnya

Selasa yang lalu kita beli kue cubit di depan sebuah SD. Suamiku ngingetin tentang cetakan kue cubit yang dibelikannya buat aku itu ( he he he). Ditambah Nadya yang suka dengan kue cubit. Artinya aku memang sudah lama ga bikin kue cubit. Pernah aku bikin kue cubit pakai resep dari Nova, tapi aku kurang puas dengan hasilnya, terlalu enak, gak kaya punya abang-abang yang dijual.

Ceritanya

Pagi-pagi begitu selesai sholat subuh udah nginternet nyari resep kue cubit, bahkan status di YM sengaja menyolok, Need : Resep kue cubit. Gak lama kemudian Inong nyolek aku, sama nulis di YM :

“Ada di Dapurbunda Rin”

Akhirnya aku nyari-nyari di milis Dapurbunda dan alhamdulillah dapat.

Resepnya sih Kue Cubit ala Inong (dg bbrp modifikasi) ala Rinso :-)

Berikut resepnya :

Kue Cubit ala Inong dan ditambahi sama Rinso

Bahan :

  • 100 gr terigu
  • 100 gr gula
  • 2 kuning telur (aku tambah 1 putih, jadi 1 telur dan 1 kuning telur)
  • 100 ml santan (aslinya 65 ml santa Kara plus air sampai 100 ml)
  • 1/4 sdt garam
  • 1/2 sdt baking powder (aku kasih yg double acting)
  • 1.2 sdt vanili (ini tambahanku)

Cara membuat :

  • Kocok gula dan telur sampai mengembang, masukkan terigu dan santan. Aduk rata. Bubuhkan garam dan vanili, aduk lagi.
  • Bakar di atas cetakan kue cubit yang sudah diolesi mentega (supaya tidak lengket).

Hasilnya

ups, maaf, blog.com-nya belum bisa dipakai buat upload foto. Nyusul aja ya.

Posted by rina rinso at 06:34:10 | Permalink | Comments (4)

Friday, May 6, 2005

Janji Joni

Janji Joni. Film itu sedang diputar di bisokop. Aku belum nonton dan entah kapan aku bisa nonton. Kenapa dengan Janji Joni ? Karena Janji Joni mengingatkan aku dengan LFM (Liga Film Mahasiswa). Ingetnya ke banyak hal, misalnya :

1. Pertujukan setiap Rabu malam dan Sabtu malam. Konon karena hari itu adalah hari UTS, jadi dengan adanya hiburan setiap selesai UTS diharapkan hasil UTS bagus dan mahsiswa gak stress, tapi itu konon katanya loh.

2. Tahun 91-an tiketnya 600 rupiah saja. Tapi tahun 93 atau 94 naik jadi 1000.

3. Sering tukar uang receh ke pom bensin dago, soalnya kalau harga tiket 600 kebanyakan mahasiswa bayar pakai uang 1000, jadi mesti siap uang receh ratusan rupiah.

4. Karena tukar uang aku jadi inget kalau aku dulu ngumpulin uang 100 perak yang tebal.

5. Biasanya setelah pertunjukan selesai ada yang namanya kesra (maksudnya kesejahteraan kali ya) alias makan malam. Kalau pertujukan sedang bagus, maksudnya film yang diputar menuai penonton banyak sekali, petugas bisa makan fried chicken atau nasi padang bahkan ada snack-nya segala loh, tapi kalau penonton sedang sepi nasi goreng dengan teh manis yang jadi menu makan malamnya (bahkan ada kabar kalau supervisor nombok, he he he).

6. DD. Nah kata itu yang langsung mengingatkanku dengan LFM. Janji Joni cerita tentang seorang laki-laki yang mesti bolak-balik untuk mengantar rol film. Aduh…LFM banget deh. Sewaktu aku jadi supervisor, pernah 1 kali dapat film DD, 1 film diputar di 2 bioskop, LFM dan Artha. Udah kebayang sih aku akan ngebut di sela-sela angkot di bandung, tapi rupanya tugas DD (sempat ada pertanyaan, arti DD itu apa ya? Apakah Dolak Dalik he he he pelesetan dari bolak-balik) bisa didelegasikan ke Unang (hayo..untuk anak LF yg masih inget, tolong ingatkan aku apakah benar namanya Unang ?).

7. Ruang 9009 lebih dikenal sebagai ruang LFM daripada ruang 9009. Karena di ruangan itulah tempat kuliah bisa disulap menjadi teater untuk mutar film.

8. Punya kamar mandi sendiri, he he he, bener loh, dibandingkan dengan unit kegiatan yang lain kamar mandi punya LFM relatif lebih bersih dan lebih nyaman.

Dan ini adalah gambar yang berhasil aku rekam, gambar berbuka bersama di ruang 9009. Tahukan aku ada dimana ? Yang pakai jilbab itu. Ceweknya bagai perawan di sarang penyamun :-)

Posted by rina rinso at 11:06:37 | Permalink | Comments (7)

Tuesday, May 3, 2005

Gateau Africain

Hari Minggu tgl 1 Mei yang lalu Nungki (adikku) ikut kursus Aneka Coklat di Dapur Bunda. Trus hari Senin kemarin aku minta tolong Nungki untuk praktek bikin Gateau Africain di rumahku (kontrakanku tepatnya), karena bahan-bahannya sudah ada semua, kalau Sacher Torte kita gak punya jam aprikot-nya. Langsung saja hasilnya seperti ini

Kok gak dihias sih ?

Mungkin pertanyaan itu muncul di benak para pembaca. Lha gimana mau di hias kalau selama Gateau Africain ini ada di meja makan, selalu di kunjungi Nadya dengan tangan-tangan mungilnya itu

Ya sudah deh, akhirnya menyerah, langsung aja dipotong dan dinikmati. Resepnya ? Nih dia, nyontek dari catatannya Nungki selama diberi pengarahan sama Inong.

  • GATEAU AFRICAIN
    ===============

    Bahan Cake, pakai resep sponge cake :
    100 gr terigu
    40 gr maizena
    60 gr coklat bubuk
    1/4 sdt vanili bubuk
    8 btr telur
    200 gr gula kaster
    1 sdm emulsifier (optional)
    100 gr mentega (lelehkan)

    Bahan Vla :
    700 cc susu segar (susu UHT)
    50 gr maizena, cairkan dengan susu
    garam
    2 btr kuning telur
    2 sdm margarine

  • 150 gr gula

Cara membuat :
- campur terigu, maizena, coklat bubuk, ayak, sisihkan.
- kocok gula dan telur hingga kental, masukkan emulsifier, kocok lagi 5 menit,
matikan mixer.
- tuang tepung secara bertahap (paling bagus sambil diayak) kedalam adonan
telur, aduk hingga rata, masukkan mentega cair (yg sudah dingin), aduk perlahan hingga tercampur rata.
- tuang adonan kedalam loyang 20×20x6cm (kemarin aku pakai loyang bulat 24 cm), yg sudah dioles mentega putih dilapis kertas oles lagi dan ditaburi tepung. Oven hingga matang, lk. 45 menit dengan suhu 180′c. angkat dinginkan.
- Vla : campur susu, gula dan maizena yang sudah dicairkan terlebih dahulu, didihkan dengan api sedang, masukkan kuning telur kocok, aduk hingga rata. masukkan juga rhum-nya (aku gak pakai), aduk, setelah mendidih angkat kemudian masukkan margarine.
- Finishing : belah cake secara horizontal menjadi 3 bagian. susun diatas
piring ceper atau alas taart, mulai lapisan pertama, perciki rhum, olesi 1/2
bagian Vla, timpa dengan lapisan kedua, perciki rhum, olesi sisa vla , timpa
dengan cake lapisan teratas, oles dengan dark cooking coklat yg dilelehkan,
lalu ayak coklat bubuk diatasnya, hias dengan butter krim sesuai selera (gak sempat dihias udah keburu dimakan, he he he)

 

Posted by rina rinso at 05:04:47 | Permalink | Comments (3)

Monday, May 2, 2005

Blog-ku sadar kembali

Alhamdulillah, setelah sekitar 10 hari blog ini ‘pingsan’ karena exceeded bandwith, mulai sekarang bisa bernafas lagi. Makasih ya Astri yang langsung ngasih tahu blog ini sudah sadar dari tidur yang panjang :-)
Posted by rina rinso at 11:26:04 | Permalink | Comments (1) »