Monday, May 16, 2005

Cerita Akhir Pekan

Jumat, 13 mei 2005

O7.45  : berangkat dari rumah

08.15      : isi bensin di SPBU warung buncit

08.45      : masuk tol dalam
kota

10.20      : sampai pintu tol pasteur

11.00   : sudah di kamar 28 Augusta, ayah ngantor di cikutra, aku dan Nadya santai

12.00   : lunch di selasih, menunya Nasi timbel (udah kepingin sejak lama)

17.00   : om Toni berkunjung, aku nengok cikutra yg sedang dibangun

20.00   : makan di selasih (lagi) Menunya : masih suka Nasi timbel

21.00   : sudah balik lagi ke Augusta

 

Hari jumat pagi, rencananya berangkat jam 7, tetapi karena 1 dan lain kita baru berangkat jam 7.45. Jalan warung buncit sudah penuh sesak dengan kendaraan bermotor. Harus antri dulu untuk mencapai U turn dan kemudian berbalik ke arah Mampang. Sebelumnya mampir dulu isi bensin full tank, untuk si hitam Feroza.

 

Warung buncit di jumat pagi yang padat mengharuskan kita antri sampai 30 menit untuk sampai di Mampang dan alhamdulillah setelah itu jalan menuju Cikampek relatif lancar. Kita kepingin nyobain jalan tol Cipularang nih untuk ke bandung. Dengan kecepatan rata-rata 80km/jam perjalanan di sepanjang jalan tol Cipularang asik banget. Pemandangannya enak, trus melewati hutan karet, bisa melihat kebun teh, melihat sawah, bahkan sempat melihat rel KA, sayang waktu itu gak ada KA yg lewat. Cuma hati-hati aja, masih ada ruas jalan yg masih belum sempurna.

 

Alhamdulillah jam 10.20 sudah sampai di pintu tol pasteur dan Welcome to Bandung. Macet lagi macet lagi. Tapi tenang…begitu jalan layang selesai, maka perjalanan ke Cikutra akan menyenangkan karena tidak harus melewati jalan Bandung yg ‘mbuleti’, cukup naik jalan layang dan (mungkin…) tiba-tiba sudah sampai Gasibu dan tinggal melangkahkan kaki menuju rumah :-)

 

Abis gitu langsung check in di Augusta. Pertimbangannya, karena dekat dengan cikutra dan dekat dengan selasih. Aku dan Nadya bersantai melepas lelah di kamar yang adem sedangkan ayah harus segera ke cikutra untuk bekerja. Jam 12 persis aku keluar dari kamar untuk makan siang. Selasih, kantin makan yang lumayan enak, murah dan bersih itu (ada menu nasi kebulinya lagi yumyy…) jadi tujuan dan untuk makan siang aku pilih nasi timbel komplit, sedangkan untuk Nadya nasi liwet opor ayam. Hmmmm.. nasi panas dibungkus daun dengan lauk tahu, tempe, jambal asin dan ayam goreng lengkap dengan sambal dan lalap yang aduhai, bisa memenuhi kepuasan akan makanan enak lagi murah. Rasanya udah lama banget gak makan nasi timbel di selasih atau pergi ke bandung, tapi setelah diinget-inget sebetulnya baru pertengahan februari yang lalu aku ke bandung.

 

Selesai makan siang aku balik ke Augusta. Sempat main-main sebentar sama Nadya sampai akhirnya waktu bobo siang-nya Nadya. Ternyata aku ngantuk juga, jadi akhirnya kami ber-2 tidur siang :-)

 

Jam 5 sore Om Toni (my lill bro) datang mengunjungi kami di kamar. Daripada bengong aku pinjem sepeda motornya pergi beli buah untuk snack-nya Nadya, di Hero gak jauh dari Augusta. Tapi sebelumnya mampir dulu ke cikutra, melihat rumah sekaligus kantor yang sedang di renovasi. Cita-cita suamiku, ntar kalau ke bandung tidak harus mengungsi ke kost-an Fariz (adikku juga yg kuliah di Unpar) atau harus ke Augusta untuk sekedar bobo siang, tapi bisa tidur di cikutra. Selama ini Nadya selalu gagal istirahat kalau di cikutra soali di cikutra banyak om-om programer yg sedang kerja. Kalau banyak orang Nadya jadi suka mencari teman bermain :-)

 

Selepas maghrib aku dan Nadya baru ke cikutra dan melihat langsung pembangunan yang dilakukan di halaman belakang rumah. Trus jam 20.00 baru makan malam, soali ayah mesti bicara dulu dengan pak Kurniawan (yg mbangun rumah belakang). Makan di selasih 2. Sebetulnya aku lebih suka makan di selasih 1 (tempat aku makan siang) karena meski tempatnya sederhana tapi pelayanannya cepet. Untuk orang seperti aku yang datang ke selasih hanya untuk makan, maka pilihan selasih 1 sudah tepat, tapi untuk orang yg ingin makan jasmani dan rohani (ini istilahnya Topan dan Toni) maka makan di selasih 2 menjadi suatu kenikmatan tersendiri :-)


 

Sabtu, 14 mei 2005

06.00   : sudah beres-beres untuk check out

07.00   : sarapan nasi goreng

08.00   : keluar dari augusta, menuju cikutra baru

10.30   : berangkat menuju Tegal atau tepatnya Slawi

13.00   : berhenti makan di Sumedang

17.00   : sampai di rumah Emil

18.45   : menuju obyek wisata kolam air panas Guci

19.30   : sudah tiba di obyek wisata Guci

21.00   : tewas dengan sukses

 

Sabtu pagi. Rencananya kita berangkat ke Tegal jam 7 pagi, tapi semalam ada kabar dari Dedy kalau mobil baru siap jam 8 jadi jam 7 pagi kita baru sarapan di Augusta. Cuma dapat nasi goreng tapi lumayanlah dapat mengganjal perut. Kita nunggu di cikutra. Tunggu punya tunggu, sampai jam 10 Dedy beserta mobil belum datang. baru jam 10.30 mobil Kijang short chasis datang. Setelah semua barang masuk sempat bingung, karena ternyata yg ikut lebih banyak jadi harus ada yg duduk di belakang. Padahal siapapun tahu duduk di belakang dengan posisi duduk menyamping sama sekali gak nyaman. Akhirnya aku putuskan untuk mengatur ruang belakang mobiol jadi seperti kasur bagi Nadya. Dan karena Nadya dan aku merupakan 1 paket (itu yg bilang suamiku) maka aku menemani Nadya di belakang.

 

Sempat terbersit rasa khawatir Nadya akan mabuk di daerah Cadas Pangeran. Alhamdulillah Nadya baik-baik saja, bahkan bisa tidur nyenyak. Suasana makan siang agak gak enak, soali Nadya mood-nya kurang baik. Emang sih salah kita, yg berhenti untuk makan dan istirahat saat Nadya masih terlelap dengan enaknya. Kalau yg pergi cuma aku dan ayahnya aja biasanya kami tunggu sampai dia tidur minimal 1 jam trus baru dibangunin, tapi kadang banyak situasi yang tidak bisa kita tolak meski akan berpengaruh buruk.

 

Setelah makan siang di Sumedang perjalanan berlanjut. Baru 20 menit perjalanan, Nadya muntah….!!!! Aduhhh kasian anak bunda. Aku menduga sih dia mabuk. Akhirnya sisa perjalanan Nadya duduk di depan dengan ayahnya atau dengan aku di tengah. Oh iya, di mobil sewaan itu yg berangkat ada 6 orang dewasa dan 1 balita. Aku, ayah, Dedy, Linda, Topan dan Heri. Balitanya the one and only Nadya. Selama perjalanan ada Topan, Heri, dan suamiku menjadikan mobil seperti sarang API (Akademi Pelawak Indonesia). Guyonan segar sepanjang jalan membuat perjalanan bandung-Tegal tanpa musik hari itu jadi segar.

 

Jam 17.00 tepat kita sampai di Slawi di rumah keluarga Emil. Sang calon pengantin menyambut kedatangan kami :-) Setelah sholat dan makan serta istirahat, perjalanan diteruskan ke daerah wisata Guci, tidak jauh dari Slawi. Karena kita baru berangkat setelah isya’ jadi jalanan gelap gulita. Aku hanya tahu jalanan semakin mendaki, lewat jurang, berkelok-kelok. Alhamdulillah sebelum jam 8 kita sudah sampai di tempat kita akan tidur malam ini. Ternyata oh ternyata…daerah Guci itu duinginnnnn. Air di kamar mandi bagaikan air es. Kalau tempo hari di Vila Istana Bunga Lembang aja aku udah kedinginan, maka daerah Guci ini jauh lebih dingin daripada Lembang. Dengan terpaksa mesti gosok gigi dan wudhu dengan air es itu, tapi tidak untuk mandi.

 

Minggu, 15 mei 2005

06.00   : jalan-jalan keliling parkiran, beli bubur ayam

07.30   : mandi di kolam pemandian air panas tertutup

11.00   : berangkat menuju Slawi ke kondangannya Emil

11.45   : salaman sama pengantin, ngasih celengan burung

13.00   : pergi dari tempat kondangan, dapat berkat telur asin

14.00   : makan sate kambing di Brebes (gak jauh dari stasiun KA Brebes)

18.00   : sudah di sumedang

20.00   : sampai di cikutra

21.00   : berangkat menuju jakarta (beli terangbulan dulu)

23.45   : sudah sampai dengan selamat di rumah kontrakan di jakarta

 

Posted by rina rinso in 13:25:58 | Permalink | Comments (5)