Wednesday, August 31, 2005

Oleh-Oleh Dari Negeri Kompeni

Alhamdulillah akhirnya temanku kembali juga ke tanah air. Sudah lebih dari 3 tahun temanku ini merantau di negara kompeni alias Belanda. Sang teman ini pulang bertepatan dengan hari Kemerdekaan Indonesia (Merdeka !!!) dan baru ke Jakarta kemarin. Aslinya sih Semarang, jadi selain membawa oleh-oleh seperti yang satu ini :

masih ada lunpia asli semarang dan masih ada lagi benda yang menjadi koleksi sejak aku masih kuliah. Setelah dari Semarang, Nuy sang temanku ini ke Jakarta. Kangen sama aku kali ye….hahahaha.

 

 

Barang yang membuatku agak sedikit kaget adalah, Nuy masih ingat kalau aku suka ngumpulin ini

Sederetan kaleng coca cola.

Posted by rina rinso at 03:48:27 | Permalink | Comments (7)

Sunday, August 21, 2005

Hari Kemerdekaan

Pas hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus lampau aku, mas Tras, dan Nadya pergi ke Bandung jadi kemeriahan lomba-lomba khas 17 agustusan yang diadakan di RW tempat aku tinggal seperti lomba balap karung, makan kerupuk, menjadi tinggal kenangan. Sewaktu di Bandung-pun aku gak melihat kemeriahan permainan khas 17 agustus itu karena begitu sampai Bandung maunya tidur :-)

Tetapi alhamdulillah banyak sekali peristiwa yang terjadi di pekan ini yang membuat pekan 17 agustus tidak sesepi yang aku pikir.

Awalnya hari Sabtu tgl 19 Agustus 2005. Sekolahan Nadya mengadakan pawai keliling sekolah. Tahun lalu anak-anak diwajibkan pakai baju adat atau baju daerah tapi tahun ini pakai baju olah raga saja. Untuk wali murid lain mungkin terasa aneh tapi bagiku yang suka kepraktisan aku sangat bersyukur dengan keputusan itu. Meskipun saat aku duduk di bangku TK aku aktif ikutan berbagai macam pawai, karnaval, dan pameran, setelah punya anak seperti ini aku merasa repot, he he he, bilang aja males…

Pagi itu meskipun hari Sabtu aku membekali Nadya dengan Butter cheese cake yang aku buat 1 hari sebelumnya. Ternyata cake-nya masih empuk dan gak sekeras butter cake yang aku tahu dan pernah makan.

Ada berbagai macam lomba yang diadakan di sekolahnya Nadya dan Nadya ikut lomba juga loh. Meskipun gak menang tapi seru banget deh acaranya. Keriaan itu berakhir pukul 10 saat Nadya pulang sekolah. Seharian itu kita di rumah aja, abis mau kemana-mana males, panas rek…he he he.

Hari Minggu ini tetangga kita punya acara dalam rangka menyambut hari kemerdekaan.

Di balik jeruji pagar itu (he he he kesannya…) ada beberapa rumah yang didiami suatu keluarga besar. Mereka menyebut diri mereka “warga kompleks” mungkin untuk menyaingi suatu kompleks yang tak jauh dari “kompleks perumahan” yang ini. Mungkin lho, aku kan outsiders. Acara rame-rame itu dimulai setelah para “warga kompleks” balik dari acara Jalan Sehat yang di adakan RW setempat. Jalannya lumayan jauh, sampai POMAD trus balik lagi ke Warung Buncit dan finish di mesjid, itu katanya, soali aku gak ikutan lomba jalan sehat. Alasannya sih : 1. Emang dasarnya udah gak niat. 2. Bangun kesiangan semua.

Acara lomba dimulai dengan makan kerupuk. Lomba khas 17 Agustus ini meskipun sudah lebih dari 30 tahun aku ikuti tapi tetap asyik untuk dilihat dan disoraki. Ada 2 tipe peserta yang ikut lomba, balita beneran dan balita bo’ongan. Balita yang beneran pesertanya ini :

Sedangkan dari balita boongan pesertanya antara lain :

Karena peserta balita yang beneran masih terlalu kecil untuk bisa makan kerupuk yang digantung, maka untuk mereka ada keringan, krupuknya boleh dipegang :)) Lomba makan kerupuk model baru… Di lomba ini Nadya gak mau ikut. Alasannya : Nadya gak mau makan kerupuk yang ada talinya.

Kemudian untuk anak PG dan TK A ada lomba memindahkan bendera. Lomba ini pernah dilihat Nadya di sekolah hari Sabtu kemarin jadi Nadya pede abis dan mau ikutan lomba ini.

Kemudian setelah itu ada lomba memakai sepatu. Nadya juga mau ikutan lomba ini. Tapi akhirnya dia nangis, soali jadi orang terakhir yang bisa memakai sepatu. Maklum, sepatunya udah pas sekali ukurannya, aku aja sering kesulitan untuk memakaikan sepatu itu.

Kemudian untuk anak-anak yang lebih besar ada acara memasukkan pinsil ke dalam botol dan memukul kantong isi air.

 

Setelah itu acara diakhiri dengan lunch. Banyak makanan yang disediakan pihak panitia, antara lain siomay dari Depok, es krim baltic dari warga kompleks, ada McD karena hari itu kak La ulang tahun, belum lagi goody bag dari Sofi yang ulang tahun juga yg ke-2.

Kemudian setelah itu pembagian hadiah, Nadya dapat hadiah juga lho, soali Nadya juara 1 lomba memasukkan bendera ke dalam botol. Dapat celengan plastik *terima kasih kepada panitia sekaligus donaturnya* kemudian setiap anak juga membawa pulang melamin cina, hanya untuk mengantisipasi kalau ada yg tidak mendapat juara dalam lomba.

Alhamdulillah hari kemerdekaan masih menyisakan sedikit keriaan di hati anak-anak.

Posted by rina rinso at 06:52:26 | Permalink | Comments (11)

Thursday, August 18, 2005

Ke Bandung

Sebetulnya kalau ke Bandung bukan suatu hal yang istimewa buat keluarga Rustam karena home sweet home memang ada di Bandung, Jakarta adalah tempat untuk menjemput rejeki. Amin.

Jadi saat seluruh kampung gegap gempita dengan lomba makan kerupuk, lomba balap karung, lomba sepak bola dan panjat pinang, keluarga ini malah kabur ke Bandung. Selain sudah kangen dengan udara dingin alami *di jakarta perlu AC untuk capat udara dingin* juga ingin melihat dan mencoba bangunan baru yang sudah berdiri dengan gagahnya di belakang rumah.

Karena satu dan lain hal mas Tras mesti mendirikan perusahaan dan setelah berunding dengan yang lain akhirnya diputuskan untuk membuat kantor di Bandung sajah dan daku pun mengungsi ke jakarta. Ga pa pa juga sih ke jakarta kan artinya gak terlalu lama jauh dan pisah dengan suami hi hi hi…. Selain itu rumah kontrakanku di jakarta juga strategis banget. Dekat jalan besar dan deket banget dari rumah adikku, jadi kalau mama dan papa dari Surabaya datang gak perlu repot-repot pindah tempat kalau ingin mengunjungiku dan Nungki, lha wong rumahnya deket banget.

Kami berangkat jam 10.45 dan 2,5 jam kemudian sudah sampai di Cikutra. Begitu sampai maunya makan di Selasih tapi rupanya tutup, jadi kita ke Cikutra dulu, taruh barang trus mikir mau makan di mana. Setelah 1 jam akhirnya diputuskan untuk makan di Sari Bundo di belakang Japati. Gak tahu kenapa aku jadi gak selera makan setelah sampai di situ, yg makan cuma Nadya dan mas Tras aja.

Sore itu Nadya gak bobok, mungkin karena sebelumnya sudah bobok di mobil dalam perjalanan jkt-bdg via tol cipularang. Selepas maghrib fariz datang bergabung dan kita makan di Cikapundung. sop kaki kambing di Cikapundung ini menurutku jauh lebih enak daripada Irwan di Polim. Gak tahu ya, mungkin emang seleraku aja yg pas dengan yg di sini. Rupanya seleraku menurun ke Nadya karena terbukti Nadya juga doyan makanan jerohan yang tidka sehat itu. Maaf ya nak, untuk 1 kali ini gpp deh kau makan ala bunda, ntar setelah itu harus makan sayur lagi. Dan malamny untuk pertama kalinya aku dan Nadya tidur di kamar atas, bangunan baru yang sengaja dibikin supaya kalau aku ke bandung aku bisa istirahat sementara mas Tras bisa kerja di rumah bawah.

Pagi tgl 18 Agustus Nadya bolos sekolah soali kita memang masih di  Bandung. sarapannya beli nasi kuning yang lewat depan rumah, trus makan siangnya di Soto Ayam Merdeka. Dulu soto ayam di situ termasuk favorit ku kalau kepingin makan diluar, tapi entah kenapa makan tadi siang terasa gak spesial, padahal moment makan di soto ayam merdeka itu sudah aku nantikan cukup lama, hampir 4 bulan….

Ternyata keputusan untuk ke bandung tepat juga ya, soali di jakarta sedang mati lampu. Nungki bolak-balik sms aku, selain cerita kalau mati lampu juga titip yoghurt Odise. Mati lampu kalau di Jakarta lebih nyebelin lagi soalnya sudah bisa dipastikan akan gerah. Apalagi Nadya anak eskimo yang doyan suhu dingin akan susah tidur. Alhamdulillah siang ini Nadya bisa tidur nyenyak di rumah. Dulu sebelum ada bangunan baru ini setiap kali mau bobok siang aku pasti mengungsi ke kontrakannya Fariz di Ciumbeuluit. Selain di sana relatif sepi udaranya juga masih lebih dingin dibandingkan dengan di Cikutra. Tapi sejak ada bangunan baru itu ntar aku gak usah susah mesti ngungsi ke kontrakannya Fariz lagi, soalnya selain tempatnya di atas *yang mana berarti jauh dari jangkau para programer yg ada di lantai bawah* udaranya juga relatif dingin meskipun kamar tidak ber-AC *dibandingkan dengan Jakarta*

Posted by rina rinso at 11:31:24 | Permalink | Comments (3)

Wednesday, August 3, 2005

Bikin Permen Coklat

Sudah lama cetakan coklat tergeletak berdebu. Trus pewarna permen coklat yang aku aku beli saat TdT juga masih utuh. 2 set warna (waran dasar dan waran garden atau taman) belum tersentuh. Karena itu siang ini aku bikin permen coklat.

Cara membuatnya relatif mudah kok, bisa di klik di sini.

 

Posted by rina rinso at 08:48:24 | Permalink | Comments (12)