Monday, November 28, 2005

Pekan heboh sureboh

Hari Jumat tgl 25 November mama dan papa datang dari Surabaya. Ada cerita lutju dan seru di balik itu.

Seharusnya mama dan papa berangkat dari Surabaya Juanda naik Awair menuju Cengkareng flight jam 09.00, tetapi apa daya Nungki adikku tercinta salah pesan tiket, dia pesan tiket untuk Jumat tgl 24 November 2005 dan petugas ticket juga tidak memeriksa ulang sehingga akhirnya tiketnya ya hangus karena hari Jumat itu bukan tanggal 24 tapi tanggal 25. Karena persiapan ke Jakarta sangat repot dan kaya’nya mama dan papa tidak mau menyerah, maka ditelponlah seorang sepupuku yang istrinya kerja di PT KAI. Sepupuku yang tidak tahu menahu tentang semuanya hanya meng-iyakan saja saat mama pesen tiket kereta api ke Jakarta untuk hari Jumat itu. Dari Juanda menuju ke stasiun Pasar Turi di jam dan hari kerja jelas memakan waktu lama. Akan tetapi saat itu waktu yang dimiliki mama-papa hanya 30 menit. Yup dalam waktu 30 menit mereka harus tiba di stasiun Pasar Turi atau terpaksa pergi hari Sabtu. Apakah mereka berhasil mencapai Pasar Turi dalam waktu 30 menit…??? Tidak.

Mama-papa sampai di stasiun Pasar Turi tepat jam 08.15 padahal mereka belum beli tiket (karena ternyata sepupuku juga gak bawa uang untuk beli tiket ke Jakarta untuk 2 orang) atau bahkan masuk ke peron stasiun. Tapi anehnya…..kereta api seperti menunggu kehadiran mama-papa karena begitu mama-papa berhasil beli tiket dan masuk ke dalam gerbong kereta api, dengan lambat namum pasti kereta api mulai bergerak, padahal saat itu sudah jam 08.20. Ternyata oh ternyata…sepupuku itu ngarang cerita. Ho oh. Sepupuku yg kenal baik dengan orang yg kerja di PT KAI mendekati seorang petugas dan bercerita serta meminta tolong untuk menunda keberangkatan kereta maksimal 10 menit. Alasannya Om-nya (dalam hal ini adalah papa) sedang dalam perjalanan menuju Pasar Turi dan istri sang Om (yg sebetulnya adalah my mom) adalah adik KADAOP.

Gara-gara sedikit berbohong tentang adik KADAOP itu mama-papa bisa berangkat ke Jakarta hari Jumat. Mereka sampai di Jakarta jam 6 malam (mungkin, karena yang menjemput Nungki).

Di saat yang bersamaan, mas Tras juga sedang dalam perjalanan dari Bangka menuju Jakarta. Pesawat dari Bangka membutuhkan waktu 50 menit untuk sampai Cengkareng. Tapi dari Cengkareng sampai rumah dibutuhkan waktu 4 jam !!!!

Speak-speak tentang oleh-oleh.

Mama dari Surabaya membawa lintingan peda (sejenis pepes), bumbu nasi goreng homemade ala mama, keripik kentang, keripik nangka, keripik singkong, keripik tahu, lorjuk dan….lunpia semarang. Lunpia semarang “terpaksa” dibeli karena kereta api dari surabaya melewati semarang. Lewat semarang tanpa beli lunpia semarang sepertinya kok sayang banget gitu…

Mas Tras dari Bangka selama 2 malam membawa oleh-oleh 1 bungkus pempek lengkap (ada selam, lenjer, adaan) tetapi bbrp butir pempek adaan sudah lenyap, karena dalam perjalanan Cengkareng-rumah mas Tras lapar berat, jadi oleh-olehnya dibuat sebagai camilan :)) Kemudian untuk Nadya mas Tras membawa sebuah kejutan. Es krim banana split. Soalnya setiap kali ditanya mau oleh-oleh apa Nadya selalu menjawa es krim, maka ayahnya memenuhi janjinya membelikan es krim. Rupanya mas Tras naik taksi kemudian turun di papa ron’s pizza dan beli es krim disitu kemudian dari situ ke rumah naik ojek :))

 

lunpia semarang dari semarang dan pempek dari bangka

Hari Sabtu siang kami meluncur ke bandung. Yang aku maksud dengan kami adalah : aku, mas Tras, Nadya, mama-papa, Nungki, Nunung, Arief. Tujuan : Cikutra Baru.

Kami berangkat jam 10.30 setelah Nadya pulang sekolah. Sebelum meluncur ke Bandung mampir dulu ke rumah bude Yono di Pasarminggu, tapi rupanya bude lagi ada acara kondangan entah dimana jadi tepat jam 11 kami meluncur dari pasarminggu menuju bandung. Hari itu hujan mengguyur Jakarta, rupanya sepanjang perjalanan menuju Bandung hujan tetap turun. Hujan turun merata. Rute perjalanan tetap seperti sebelumnya, lewat tol Cipularang.

Jam 14.15 kami dah tiba di Bandung. Meskipun tadi di jalan tol KM 34 aku udah beli tahu sumedang (nungki berhenti di KM 50) tetep aja belum dihitung makan siang, jadi kami berhenti dulu di You dan makan sore :)

 makan di You

Di toko You ketemu sama mbak Maya anak ibu kost-ku, rupanya tante Bahar sedang dirawat di RS Borromeus, jadi setelah selesai makan siang aku, mas Tras dan Nadya mampir sebentar ke Borromeus untuk menjenguk tante Bahar (atau ibu kost-ku semasa aku kuliah di bandung) baru setelah itu aku meluncur ke Cikutra.

Sesampainya di Cikutra langsung leyeh-leyeh semuanya, tetapi berhubung kasur di Cikutra cuma ada 3 maka atas inisiatif papa sore itu papa dan Otik langsung beli kasur, tidak tanggung-tanggung, 4 buah kasur busa dibeli. Malam itu delivery pizza hut aja.

Minggu pagi, kalau di bandung gak makan bubur itu rugi banget, sarapan bubur ayam mang Oyo. Bubur ayam yg dulu aku kenal jualan di jl. H. Wasid sekarang dah pindah ke Dago di sebelah Edward Forrer. Dulu aku sempat kenal istilah “kuping” (kerupuk dan emping), sengar (sendok dan garpu), ganja (kalo gak lada ya seledri, pokoke salah satu deh), jaket (kulit ayam yg digoreng kering), dan banyak istilah lucu yg lain. Seiring dengan waktu perubahan juga terjadi di bubur ayam magn Oyo itu. Dulu 1 porsi bubur ayam yg dibungkus sama dengan 1 kemasan sabun cuci colek ukuran 1/2 kg (misalnya wings ekonomi) tapi sejak bbrp tahun ke belakang sudah bukan kemasan sabun lagi yg digunakan sebagai ukuran tapi mangkok plastik. Kesannya memang lebih bersih dan gak bau sabun tapi efeknya dong…porsi buburnya berkurang :)) Porsi suwiran ayam dan irisan cakue tetap banyaknya tapi ati ampela yg jaman aku dulu masih sempat 600 rupiah (atau 1000 ya..??) dan masing-masing 1 (jadi hati ayam benar-benar 1, begitu juga dengan ampela-nya) sekarang jangan harap bisa begitu. Untuk ati ampela atau apel itu paling masing-masing cuma dapat 1/2 bagian aja. Ukuran kerupuk masih tetap sama. Kalau beruntung seperti pagi itu, masih bisa dapat kacang. Kemudian ada menu baru dalam pake komplit, telur ayam rebus.

Pagi itu tempat jualan bubur ayam mang oyo relatif sepi. Aku dengan leluasa bisa langsung pesan dan langsung mendapat bubur ayam yg aku inginkan. Sewaktu masih di H. Wasid kalau mau beli bubur ayam di hari minggu seperti antri beras, pake nomer segala lho antrinya. trus loket pemesanan bubur untuk dibawa pulang berbeda dengan etmpat pesan bubur yg akan dimakan di tempat.

Pulang dari beli bubur mas Tras senyam-senyum sambil bawa koran. Ternyata wajah dan namaku nampang dengan sukses di Kompas. Bisa dilihat di sini deh. Gara-gara ikuta milis masak NCC jadi serasa selebritis euy :) Ceritanya seputar Hbh tempo hari yg aku tulis juga di blog dapurku.

Terus selain itu aku juga titip brokus amanda ke Otik, rupanya gak standar 1 lapis coklat ya..buktinya aku dapat brokus denga 2 lapisan coklat seperti ini :

Alhamdulillah misi pergi ke Bandung sukses terlaksana, akhirnya jam 15.30 Nungki, Nunung, Arief, mama-papa meluncur ke Jakarta sedangkan aku mesti nunggu mas Tras sebentar untuk membereskan urusannya. Setelah mampir ke pasar balubur untuk beli CD blank dan casingnya, tepat jam 18.10 aku meluncur menuju Jakarta.

Whew…. akhir pekan yang heboh.

Posted by rina rinso at 09:41:58 | Permalink | Comments (12)

Sunday, November 20, 2005

Cooking Class

Sewaktu aku ikutan acara Halal bihalal NCC hari Sabtu kemarin Riana sebagai MC sempat memanggilku karena keunikanku mengajar anak-anak masak. Kemudian semuanya jadi bertanya-tanya : ngajar dimana, kelas berapa, apa yg diajarkan, dlsb.

Terus terang sebetulnya aku juga pertama agak bingung kenapa setiap kali ada materi entrepreunership dan membutuhan sesuatu untuk dijual, ibu Uning dan kakak mentor memilih untuk membuat makanan dan kadang-kadang minta tolong aku yang sebetulnya (terus terang aja nih ya …) sama sekali ancur-ancuran di dapur. Kualitas masakanku masih belum standar. Kadang enak sampai suami minta aku mengulang masak makanan itu, tapi kadang (sering juga sih) komentar suamiku : rasanya biasa saja gak istimewa, atau, kok ada yg aneh ya…… wuwuwuwu…dan akupun patah hati…:))

Setelah berusaha mengingat-ingat rupanya eh rupanya, dulu saat masih hangat-hangatnya Technonatura berdiri dan sering rapat hari sabtu, pernah 1-2 kali aku pamit gak bisa ikutan karena ikutan kursus masak. Hihihi kecentilan ya. Pindah ke Jakarta Januari 2003 aku langsung berminat untuk ikutan kursus di Dapurbunda. Aku inget sekali kursus yg aku ikuti adalah bikin tiramisu dan bluberry cheese cake. Hmmmmm mungkin itu dia alasan kenapa cooking class pertama anak-anak bikin tiramisu, karena hasil kursus-ku tiramisu !!!!!

Kemudian setelah itu ada yg namanya bikin coklat lolipop dan praline, itu juga ide setelah aku ikutan kursus coklat dan praline di NCC. Jadinya cooking class sesuai dengan materi aku kursus :))

Kemudian berjalannya dengan waktu cooking class-nya mengikuti apa yang sedang nge-trend, misalnya saja saat ramadhan tahun ini bikin brownies kukus, amris, serta menu standard lain (puding, es buah, roti bakar, pisang bakar, cake coklat, dll).

Begitulah asal muasal kenapa aku selalu ikut kebagian peran dalam sekolah kalau ada cooking class.

Kemudian ada lagi yg bertanya di milis yg aku ikuti.

“Emang Technonatura itu apa sih ? Sebuah tempat kegiatan ekstrakurikuler ?”

Jawabannya, bukan. Technonatura adalah sekolah dasar (sekolah formal lho tetapi memang “gaya” sekolahnya berbeda dengan sekolah kebanyakan) yang mengajarkan ilmu dasar kepada anak-anak. Salah satu keunikannya adalah, materi diberikan bukan per-mata pelajaran tetapi per-tema. Misalnya tema tentang Iklim, maka mereka akan belajar tentang iklim dari sudut biologi, fisika, matematika sosial, agama, seni, dll. Kalau temanya besar bisa berlangsung selama 2 pekan tetapi biasanya 1 pekan selesai dan setiap hari Jumat diakhiri dengan presentasi, baik berupa oral maupun tulisan.

 

Posted by rina rinso at 13:01:40 | Permalink | Comments (9)

Thursday, November 17, 2005

Ke Taman Mini Indonesia Indah

Kapan ya terakhir kali ke TMII…?? Yang jelas saat itu Izhar masih duduk di stoller :) Adib masih inget gak kita pergi bareng ke Taman Burung TMII ? Hihihi saat itu kan Adib masih balita (ntar dicari dulu fotonya ya)

 

Ajakan pergi ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) baru disampa ika n Selasa sore sama Ibu Uning. Ajakan yang amat sangat menarik mengingat aku dah lama gak ke TMII. Dulu sewaktu aku masih SD dan tinggal di Surabaya , setiap kali liburan ke Jakarta pergi ke TMII itu termasuk kunjungan wajib deh, maklum wong ndeso J selain itu Dufan dan Sea World juga termasuk dalam dafatar liburan, plus Pekan Raya Jakarta. Tapi setelah aku pindah Jakarta malah belum pernah ke tempat-tempat itu L

 

 

Anyway, ibu Uning bilang jam 9 sudah sampai di gerbang TMII. Karena aku gak mau setor badan aja tiap kali pergi piknik dan jalan-jalan bareng dengan Technonatura, maka aku bertekad harus membawa sesuatu untuk paling tidak kakak-kakak-nya. Melihat kondisi ayam yg sudah direbus tapi belum diolah, aku putuskan bikin risoles ragout aja, tinggal beli kulitnya aja, soale udah gak punya tenaga untuk bikin kulit sendiri.

 

 

Rabu pagi aku menyelesa ika n risoles-ku, sedangkan bekal piknik sudah siap. Bekal yang istimewa, nasi uduk, hehehehe. Karena warung nasi uduk Mpok Yayah yg ada persis di depan rumah sudah buka kembali, jadi aku putuskan untuk menu lunch di TMII nasi uduk aja. Jam 7.30 aku belum selesai juga menggoreng risoles jadi aku putuskan menelpn ibu Uning setelah kerjaanku selesai. 15 menit kemudian risoles dah mateng semua dan aku juga udah mandi trus telpon bu Uning untuk menanyakan “Kalau mau ke TMII itu lewat m ana ?” waduhhhh aku bener-bener gak tahu mesti lewat m ana . Mau lewat buncit dah kebayang macetnya ( ana k- ana k dah masuk sekolah sih…. L sigh….) tapi kalau lewat Simatupang juga gak tahu jalan, dah gitu mas Tras masih di bandung lagi…. Akhirnya jam 8.10 aku berangkat ke TMII lewat buncit. Alhamdulillah AC mobil dah bener, power steering juga udah enak, tinggal ardio aja nih yg mesti dibenerin, sehingga perjal ana n lewat warung buncit yg macet dan antri seperti biasa jadi tidak bikin bete, apalagi ada hiburan kecil yg tidak bisa diam duduk manis (tebak siapa…..Nadya)

 

 

Jam 9.05 aku dah sampai di TMII dan sudah parkir dengan enak di depan stasiun C skylift. Aku telpon bu Uning rupanya ana k- ana k Technonatura masih di Griya…!!!! Waduh…enaknya ngapain ya sama Nadya yang keukeuh bilang “Nadya mau ke taman mini bunda” padahal sudah d ika sih tahu inilah taman mini J

 

 

Akhirnya naik skylift aja deh, itung-itung yg paling deket dengan tempat aku parkir. Sekalian ngetes Nadya berani gak ya. Mungkin karena dia belum punya pengalaman buruk maka Nadya asik-asik aja naik kereta gantung (skylift), beda banget sama om-nya (Fariz) yg stress berat waktu naik skylift menuju Sentosa Island di Singapore beberapa tahun yg lalu. Saking stress-nya Fariz duduk kaku terpaku di kursi, sementara kemarin Nadya riang banget, pindah posisi duduk bolak-balik, aku yang stress !!!! Hahahaha

 

 

 

 

Setelah itu jalan-jalan ke anjungan-anjungan. Cuma karena aku naik mobil sembari nyetir jadi susah kalau mau nunjukin Nadya sesuatu, ditambah lagi Nadya juga kaya’nya kehausan melulu. Akhirnya pemberhentian selanjutnya adalah Pusat Peraga Iptek. Bayar lagi tapi lebih murah dari skylift (naik skylift 20.000/orang kalau masuk PPIptek 8500/orang). Enaknya di sini bisa main-main tapi sebetulnya kita sedan belajar juga (bagi yang tahu, hihihi sok pinter banget sih aku ini, padahal mah main-main aja juga gak dilarang), tapi karena bukan hari libur jadi suas ana sepiiii banget. Enak sih sepi bisa main sesuatu sepuasnya tapi kalau dah masuk ke ruangan  yg kosong melompong tanpa petugasnya pun jadi gak enak juga J (jadi ingt museum Mpu Tantular di Surabaya yg sepi banget, trus agak ngeri karena yg disimpan benda-benda sejarah dan kuno, masih ada gak ya museum itu ? ) Karena konsepnya main jadi Nadya seneng banget, dah gitu kan ruangannya lega, luas dan lapang jadi Nadya bisa berlarian kes ana -kemari.

 

 

Nadya dan alat peraga tsunami. Seneng banget Nadya memompa air untuk melihat bagaimana tsunami terjadi, Nadya sih gak tertarik dengan apa itu tsunami tapi dia suka aja mompa :)

 

 

 

Jam 10.45 aku telpon lagi ibu Uning untuk mengetahui posisi, rupanya mereka sudah dekat dengan TMII tapi belum sampai. Ya… masih nunggu lagi deh, tapi gak lama kemudian dah kelihatan mobil kak Emil, jadi aku ngikuti mobil itu dan akhirnya berhenti di Akuarium Air Tawar.

 

 

Tiket masuknya 8500/orang tapi aku dibayarin sama bu Uning, masuk rombongan Technonatura katanya, wah…terimakasih bu.

 

 

 

Begitu masuk ke dalam akuarium sudah disambut dengan akuarium yang berbentuk seperti gapura besar dan menyambung (seperti di Sea world tapi bukan berupa tunnel) dan masya Allah itu ika nnya segedhe aku….. itu ika n sungai lho. Bentuknya seperti ika n Patin, hitam, berpatil, tapi benar-benar besarrrr.. Kemudian masuk ke dalam akuarium air tawar yang gelap dan dingin itu, disuguhi bermacam-macam mahkluk Allah swt yang hidup di dalam air tawar, misalnya sungai (hulu dan hilir), tambak, d ana u. Ada yg namanya labi-labi, keluarga Chelonia (aku ingetnya Chelonia mydas alias penyu hijau) tapi cangkangnya empuk dan warnanya albino. Penyu itu selebar tampah (mungkin lebih lebar lagi). Terus ada ika n dari sungai Amazon yg panjangnya bisa mencapai 4,5 meter (kaya’nya aku dah pernah lihat ika n ini di kebon binatang surabaya bbrp tahun yg lalu deh, maklumlah begitu punya cucu papaku jadi senang ngajak cucunya ke kebon binatang surabaya ).

 

 

Subh ana llah…. Ikan- ika n itu merupakan bukti kebesaran Allah swt bagi yg memikirkannya, bener gak ????

 

 

 

Adzan Dhuhur berkumandang dan kita sholat di auditorium akuarim itu dan setelah itu lunch time… Meskipun aku udah bekal nasi uduk untuk piknik tapi rupanya Nadya udah disuapin mbak Yati (asistenya ibu Uning) berbarengan dengan Hisyam, jadi akhirnya aku yg makan nasi uduk itu. Nyam..nyam.. nyam dah lama gak piknik jadi enak banget, asyik banget. Eh rupanya bu Uning juga membawa bermacam-macam mak ana n, bener-bener piknik yang well prepared. Ada rujak, ada puding,ada jelly, ada es buah, pokoknya kalau ada kunjungan keluar hampir dipast ika n ada acara pikinik.

 

 

Dan setiap kali ada piknik selalu ada……games…. Ini dia games atau permainan yang sudah dirancang kak Didi. Kak Didi sudah menyiapkan balon-balon, kemudian dengan senang hati kak Didi meniup balon itu 1 per 1 (gak capek tuh kak J) sampai akhirnya sang balon di ika tkan ke kaki masing-masing ana k. Tugasnya adalah menginjak balon di kaki orang lain sampai meletus tapi jangan sampai balon yg ada di kakinya sendiri diinjak orang. Wah…seru…seru banget. Untuk sejenak ana k- ana k bisa melupakan obsesi memancing ika n. Yup, begitu tahu ada d ana u di halaman akuarium air tawar itu langsung deh ana k- ana k berusaha memancing ika n yg ada di d ana u itu. Bverhasilkah ana k- ana k ? Tidak, tetapi kesenangan serta kesempatan yg diperoleh untuk memancing dengan tali mungkin membuat mereka gembira dengan cara tersendiri J

 

 

 

Setelah lunch selesai kita mampir dulu ke Taman Serangga, karena memang tiket dari akuarium air tawar bisa digunakan juga ke Taman Serangga. Di situ berbagai macam serangga ditampilkan dalam display yang menarik, apalagi kupu-kupu. Tak lupa juga akhirnya aku tahu bentuk atau wujud fisik kepiting kenari. Tempo hari waktu mas Tras ke Kendari dia cerita melihat kepiting Kenari yg menurutnya sama sekali tidak mirip kepiting. Kepiting yg pandai naik pohon kelapa itu memang tampangnya seperti monster, kalau gak percaya bisa browsing ke google. Oh iya kupu-kupunya juga bagus, diatur sedemikian rupa sehingga menarik. Akhirnya jam 3 sore ana k- ana k melanjutkan acara dengan melihat-lihat anjungan-anjungan yg ada di TMII sedangkan aku langsung pulang, karena sejak jam 9 aku udah di TMII.

 

 

Secara keseluruhan acara jalan-jalan ke TMII-nya menyenangkan, atau jangan-jangan aku aja ya yg suka jalan-jalan ke tempat yg tidak umum ya (misalnya perpustakaan, museum, taman hutan raya) karena aku ana k biologi ? Trus ruangan auditorium di akuarium air tawar, ruang pamer di taman serangga, mengingatkanku akan lorong gedung biologi yg lama, di lantai 2 berisi lemari-lemari kaca yang penuh dengan spesimen-spesimen yang menarik untuk dilihat dan persis seperti yang ada di TMII tadi. Terima kasih kepada bu Uning dan kakak-kakak di Technonatura, maaf kalau namanya tidak tertulis, nulisnya masih pagi mumpung Nadya belum bangun. Oh iya, foto Tchnonatura aku upload di photobucket.com aja ya, biar banyak dan lebih enak lihatnya, ntar kalau sudah jadi bisa dipublish di milis technonatura :)

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted by rina rinso at 01:01:41 | Permalink | Comments (11)

Thursday, November 10, 2005

Idul Fitri 1426 H

Masih dalam bulan Syawal, perkenankan keluarga Rustamaji mengucapkan

Taqabalallahu mina wa minkum

Maaf kalau Rina (yg nulis di blog ini) sering salah kata dan menyinggung hati.

Posted by rina rinso at 00:54:30 | Permalink | Comments (2)