Thursday, March 31, 2005

Bikin permen coklat

Hari Rabu kemarin aku ke Technonatura untuk bagi-bagi ilmu dengan adik-adik di Technonatura (kakaknya ikutan juga ding). Membuat permen coklat. Bahannya gampang dan mudah diadpat, coklat blok baik yang dark, milk dan yang white, plus pewarna. Supaya cantik bisa dibungkus dengan kemasan menarik.

Serius sekali bikinnya. Begitu juga dengan Nadya yg tak kalah heboh bermain-main dengan candy color. Ya…abis deh pewarna coklat bunda..

Posted by rina rinso at 09:23:02 | Permalink | Comments (3)

Tuesday, March 29, 2005

Udang goreng tepung

Sebetulnya makanan ini gampang banget bikinnya tapi hasilnya yummy banget. Resepnya pun nyontek dari yang ada di balik kemasan tepung roti.

 

Posted by rina rinso at 12:53:03 | Permalink | Comments (1) »

Naik bis Damri ke bandara

Hari Senin yang lalu eyang kung dan eyang ti-nya Nadya mudik ke Surabaya setelah 6 malam ada di Jakarta. Karena dibiayai kantor maka eyang bisa-bisanya naik pesawat (ha ha ha..kesempatan banget deh). Bawaannya sih ga seheboh pas datang (datang dari surabaya bawa 50 buah pukis THR karena itu favorit kita sejak aku masih kecil) tapi tetep ada yang ajaib, pisang barangan. Pisang barangan sengaja bawa 3 sisir yang besar-besar. Katanya sih di Surabaya jarang banget pisang barangan, jadi mumpung di dekat rumahku dan Nungki (adikku) ada kios pisang barangan beli pisang untuk bekal selama di Suarbaya.

Kali ini yang nganterin Nungki karena mobilku sedang grounded, lagi bayar pajak di bandung euy jadi STNK masih di bandung. Yang berangkat eyang kung dan eyang ti, Nungki dan Arief (anaknya) aku dan Nadya. Rame sekali perjalanan dari rumah di daerah warung buncit menuju stasiun kereta Gambir. Celoteh Nadya dan Arief tidak henti-hentinya mengisi kesenyapan di dalam mobil. Adu urat leher mulai menjelaskan jalan tol dan jalan biasa (kata Nadya jalan Mampang itu jalan biasa tapi Arief keukeuh kalau Mampang itu jalan tol) sampai praktek doa sebelum makan, doa sebelum tidur dan doa ayah ibu, jadi perbincangan seru.

Begitu tiba di stasiun Gambir mobil langsung diparkir dan kita menuju bis Damri yang akan membawa kita ke bandara. Ini kali pertama Nadya naik bis. Norak banget ya :-) Bis penuh dengan penumpang jadi Nadya dan Arief harus dipangku. Agak repot sih tapi tetap enak soalnya bis-nya ber-AC.

Setelah melepas eyang di terminal 1B, kita mencari tempat pemberhentian bis untuk kembali lagi ke stasiun kereta Gambir. Jadi ceritanya memang cuma kepingin jalan-jalan naik bis Damri dari Gambir ke bandara.

Posted by rina rinso at 12:48:53 | Permalink | Comments (1) »

Wednesday, March 23, 2005

Ingin jadi insinyur pertanian

Pagi ini ada telpon dari Pasuruan. Ada apa gerangan ? Rupanya salah seorang kolega saat aku masih bekerja di P3GI (Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia) ingin minta ijin tertulis untuk mempublikasikan tulisanku tentang hama tebu. Hahhh…berarti selama 4 bulan kerja di P3GI aku sempat bikin penelitian dan menulisnya ya..?? Wah.. by the way akhirnya setengah gak percaya aku setuju dan memberi ijin untuk mempublikasikan tulisanku itu. Selama beberapa menit aku masih gak percaya dengan ‘prestasi’ kalau boleh dibilang begitu, yang aku buat selama bekerja di sebuah pusat penelitian.

Kok tiba-tiba jadi ingin bekerja lagi ya ? Tentu saja sebagai peneliti. Kaya’nya asyik gitu tenggelam diantara buku-buku, jurnal-jurnal, laporan penelitian yang lain… Bukannya sekarang kegiatan meneliti Nadya tidak menarik, tapi kegiatan meneliti di sebuah pusat penelitian sepertinya juga akan bisa menambah ilmu untuk meneliti Nadya.

Atau hanya keinginan sesaat ?

Entahlah. Sejak selesai sekolah aku memang tidak ingin pindah ke lain hati untuk terjun di bidang lain selain biologi. Setiap kali ada lowongan pasti aku lihat, kalau management trainee langsung aku coret dari daftarku. Nah begitu ada selebaran di TU pendidikan tentang lowongan sebagai peneliti di Pasuruan aku langsung berangkat, udah gitu ternyata aku diterima. Ah..masa lalu..

Mengingat masa lalu, kalau ada yang tanya :

“Mau jadi apa ?”

Dokter jadi piliha pertama. Kemudian saat Oom-ku ada yang kuliah di pertanian, maka ide lain muncul

“Mau jadi insinyur pertanian”

Dan entah sejak kapan aku semakin memfokuskan tujuanku untuk menjadi seorang peneliti. Mungkin setelah sadar aku gak bisa jadi guru yang baik saat ngasih asisten praktikum Ekologi Tumbuhan. Masih bisa gak ya aku kerja di sebuah lembaga penelitian….???

 

Posted by rina rinso at 00:09:15 | Permalink | Comments (2)

Monday, March 21, 2005

Ada Apa dengan Aku ?

Pernah chatting ? pasti kenal dengan istilah asl pl (bagi yg belum tau, tp kayanya ga mungkin deh ya, cuma untuk jaga-jaga aja asl pl itu adalah age sex location please). Tapi kadang-kadang dari namanya kita sudah bisa menebak apa jenis kelamin seseorang. Kecuali kalau namanya meragukan, seperti Endang. Kalau di daerah asalku di Surabaya nama Endang sudah bisa dipastikan digunakan oleh orang berjenis kelamin perempuan, tapi kalau di Jawa Barat (misalnya) nama Endang bisa disandang oleh seorang laki-laki.

 

Karena aku dasarnya suka chatting tanpa pura-pura (soalnya aku paling susah disuruh ngarang-ngarang) maka id-ku pun mudah diingat yaitu namaku. Maka tidak heran setiap kali id-ku muncul available di YM maka adaaaaa aja yang nge-ding aku, karena namaku berciri perempuan banget dan yang nge-ding sebagian besar memang laki-laki.

 

Nah, sudah 1 pekan terakhir ini suamiku memasang Skype untuk VOIP dan dia mengeluh, begini

 

“Aku tuh heran banget, sudah 1 jam aku login dengan nama Rustamaji tidak ada yang add aku friend, tidak ada yang nge-buzz aku, bener-bener sepi, aku cuma berhubungan dengan teman-teman yang aku kenal aja, tapi begitu aku login dengan nama Rina belum 5 menit sudah beberapa orang yang berusaha add sebagai friend dan kebanyakan laki-laki”

 

 

 

 

 

 

Posted by rina rinso at 12:56:27 | Permalink | Comments (2)

Dunia Maya

 

Internet, e-mail, chating. Kapan ya aku kenal kata-kata itu… ? Seingetku di akhir tahun ajaran 94-95 aku dan Vietha ikutan seminar tentang internet (kala itu mungkin masih wow…tapi kalau sekarang inget jadi malu). Tapi dengan yakin aku bisa bilang pada tahun ajaran 96-97 aku sudah punya alamat e-mail. Alamat e-mailku yg pertama adalah rina206@cyberlib.itb.ac.id. He he he masih inget banget. Rina adalah namaku 206 adalah kode dimana aku murid S-2 jurusan biologi. Dapet fasilitas dari kampus, bisa ngewarnet di perpusatakaan pusat. Kemudian punya alamat e-mail di rocketmail beberapa bulan kemudian (diajarin sama suamiku yg waktu itu statusnya sebagai kekasih, ceilaaa….). dan akhirnya tak terbendung…melanglang di dunia maya.

 

Tetapi sayang sekali aku justru tidak mengikuti milis (milist kali ya kan kependekan dari mailing list) tentang keluarga, tentang kehamilan atau tentang anak, saat aku hamil. Aku baru kenal dengan milis yang ‘berbau’ keluarga saat Nadya berumur 4 bulan, saat aku mulai tidak merasa bersalah untuk connect internet saat bayiku sedang tidur, he he he.

 

Dunia serasa sempit dengan adanya internet. Teknologi canggih ini juga sempat dirasakan mama-papaku mengikuti pertumbuhan cucu-cucu mereka, Nadya dan Arief. Hampir tiap minggu kami (aku dan adikku) mengirim foto-foto bayi-bayi kami via e-mail kepada eyangnya yang jauh di Surabaya. Setiap kali kami selesai kirim e-mail langsung sms melayang dengan pesan

 

“Eyang, bunda baru kirim foto lho, bisa buka e-mailnya”

 

(tapi kegiatan itu sekarang sudah tidak berlangsung, soalnya kalau eyangnya atau cucunya kangen udah bisa telpon)

 

Posted by rina rinso at 11:17:54 | Permalink | No Comments »

Sunday, March 20, 2005

Photos

Warung MadeThe Vira BaliTanah LotParangtritisPantai baron
Posted by rina rinso at 07:40:13 | Permalink | Comments (1) »

Aku bukan Dora

Nadya tuh menurutku aneh bin ajaib, di saat semua anak perempuan ingin sekali menjadi Dora, anakku Nadya menolak mentah-mentah julukan Dora yang titujukan padanya.

Berawal dari rambutnya yang lurus selalu aku potong sendiri dan model yg paling gampang kan model batok kelapa, maka tak ayal lagi sejak potongan batok kelapa itu jadi trade mark Nadya, Oom-nya yang di Surabaya men-cap Nadya sebagai Maruko. Kenapa Maruko ? Soalnya Oom-nya lebih suka nonton Maruko di minggu pagi (yang kemudian diiringi dengan Hamtaro, Doraemon dan terakhir baru beranjak dari TV setelah Sinchan selesai beraksi) daripada Dora.

Saat demam Dora melanda negeri ini Nadya sudah cukup mengerti kalau namanya Nadya Fitriyanti Rustam dan Nadya anak ayah karena nama bunda tidak ada dalam namanya (aduh…). Nadya juga sudah yakin kalau dia lebih mirip Maruko daripada Dora, kalau ditanya kenapa, maka Nadya akan menjawab :

“Karena rambut Dora begini (sembari tangannya menarik rambut bagian samping, seolah-olah rambutnya mengembang seperti gambar kartun Dora) kalau rambut Nadya gini (sambil menekan rambut bagian samping, seolah-olah rambutnya lepek)”.

Jangan pernah panggil Nadya Dora, sebab dia akan membalasnya dengan kata-kata :

“Nadya bukan Dora tapi Maruko…!!!!”

 

Posted by rina rinso at 03:59:21 | Permalink | Comments (1) »

Punya KTP lagi

Akhirnya aku punya KTP lagi. Terakhir aku punya KTP jauuuuh sebelum Nadya lahir, jadi bisa dibayangkan, minimal selama 3,5 tahun ini kalau aku disuruh menunjukkan kartu identitas maka yang aku kasih adalah SIM. Sungguh ceroboh, gitu kata suamiku, soalnya KTP itu belum berumur 1 tahun dan sudah raib entah kemana. Ya..paling tidak sekarang aku sudah agak tenang kalau bepergian, soalnya denger-denger sering ada razia KTP ya ?

Posted by rina rinso at 02:12:48 | Permalink | Comments (1) »