Tentang Nadya di bulan Juli
1. Rasanya.
Sejak bulan lalu Nadya punya perbendaharaan kata baru yaitu “rasanya”. Kadang-kadang penempatannya tepat tapi tak jarang juga ajaib. Beberapa contohnya :
Situasi : Nadya lagi pup dan biasanya dia akan panggil bunda kalau sudah selesai, cuma sering dia pup sambil main air jadi lebih lama main air daripada pup. Akhirnya bunda selalu tanya “Nadya sudah selesai pup-nya ?” atau “Gimana rasanya nak ? Sudah selesai belum pup-nya ?”. Dan Nadya bisa menjawab
“Rasanya Nadya sudah selesai pup nih bun”
Itu yang benar. Tapi untuk yang ajaib, misalnya begini.
Situasi : di mobil dalam perjalanan ke Bandung, mobil berhenti karena sedang isi bensin, Nadya tiduran terlentang di belakang.
“Bun, jangan bergerak dong, rasanya Nadya mau melamun nih”
Situasi : Di kamar tidur, mestinya Nadya sudah harus tidur karena sudah jam 10 malam, bunda yg nemenin udah teler berat, kepingin segera Nadya tidur karena abis gitu bunda pindah kamar.
“Nadya cepet tidur dong…kalau Nadya gak tidur bunda pindah aja deh, Nadya bobok ditemenin boneka aja ya..” kata bunda yg udah ngantuk berat tapi Nadya masih merengek minta diceritain, padahal 30 menit yg lalu bunda udah cerita 4 macam cerita.
“Nadya rasanya gak bisa tidur nyenyak nih bun” kata Nadya.
Maksudnya ???? Mungkin dia belum bisa tidur, tapi kok pake bilang rasanya sih…
dan banyak lagi (cuma udah lupa nih ntar kalau inget ditambahin lagi)
2. Cara Membangunkan Ayah
Nadya selalu punya cara unik untuk membangunkan ayah, maklum ayah Nadya termasuk orang malam, suka bekerja malam (sambil ronda ya say hehehe), katanya kalau malam enak buat bekerja dan belajar, gak ada yg mengganggu. Karena suka tidur larut malam maka biasanya habis sholat subuh pasti tidur lagi. Kalau Nadya sekolah tidur ayah relatif “aman” tapi kalau Nadya libur seperti hari ini maka bisa dipastikan tidur ayah gak akan lama.
Taktik pertama yg digunakan Nadya untuk membangunkan ayah adalah dengan mengiming-iming ayah sesuatu yg ayah suka, misalnya dipijit atau dibikinin kopi.
Situasi : ayah masih tidur lelap di kamar, Nadya masuk sambil berbisik
“Ayah mau dibikinin kopi gak ?”
Hehehehe…coba deh itu, siapa yg gak langsung bangun dikasih kabar begitu. Atau
“Ayah mau dipijitin kakinya sama Nadya ?” kata Nadya sambil berusaha mijit kaki ayah
Taktik kedua, baru dilaksanakan kemarin di bandung, dengan bertanya tentang jam/waktu. Nadya memang lumayan ngerti baca jam, dia juga sudah tahu “jam tujuh seperempat” hehehe itu mah gara-gara kebanyakan gaul sama bunda ya nak yg semuanya sangat tergantung dengan waktu.
Situasi : Masih sama, ayah masih tidur karena kalau di bandung ayah emang belajar. Nadya sudah gatel aja kepingin mbangunin ayah, cuma bunda tahan. “Ntar aja dibangunin jam 8″ gitu alasan bunda, secara hari sabtu gitu. Kemudian dengan akalnya Nadya masuk ke kamar dan mendekati ayah.
“Ayah mau dibangunin jam berapa ?”
Hahaha.. lha kan mau gak mau ayah terbangun dengan pertanyaan konyol itu.
