Ide Nadya
Nadya seneng sekali pas tahu dia akan punya adik (insya Allah). Segala sesuatu dihubungkan dengan "adik" atau "kakak". Misalnya saja, saat semua yg tahu aku hamil berharap semoga kali ini akan lahir bayi laki-laki, maka dengan tegas Nadya akan menentukan pilihannya sendiri.
"Nadya mau adik perempuan". Itu harapan Nadya. Kalau ditanya kenapa, maka dia jawab :
"Kalau laki-laki nanti nakal, gak bisa diajak main sama Nadya, Nadya gak suka main mobil-mobilan". Begitu alasannya.
Aku sih sudah amat sangat beryukur bisa merasakan hamil lagi, jadi apapun yg kelak dititipkan kepadaku, insya Allah aku akan menerima.
Kemudian Nadya punya ide.
"Bunda, kalau adiknya nanti lahir dikasih nama 'Nadya Fitriyanti Rina' aja ya". Kalau ditanya kenapa, dia akan jawab
"Kan Nadya sudah nama Rustam atau nama ayah, jadi ntar adiknya pake nama bunda atau Rina". Hehehe..
Sebetulnya ide untuk ngasih nama depan R sudah terlintas (seperti Dini dan Dendi yg nama 2 bidadari cilik mereka berawalan D juga) , cuma aku gak PD aja, khawatir anakku cadel, hehehe....
Balik lagi ke ide Nadya.
Kemarin pas aku nganterin cake ke Bekasi, terpaksa Nadya dijemput sekolah sama mbak Farha, karena jam 10.30 aku masih di daerah Kalimalang. Dan selalu deh setiap kali bunda gak di rumah Nadya akan telpon bebrapa kali, kadang hanya untuk cerita hari ini belajar apa, atau kadang-kadang menanyakan sesuatu yg sepele, hehehe. Trus malamnya Nadya cerita kalau dia telpon sendiri, dia yg mencet nomer telponnya (Nadya lihat dari kartu nama-ku yg tergeletak di meja telpon) . Wah....aku agak kaget juga, soalnya selama ini aku jarang ngajarin Nadya untuk telpon ayahnya, atau telpon siapapun. Jadi inget obrolan sama Nungki sewaktu kita ber-2 dalam perjalanan ta'ziyah ke rumah Inong. Membayangkan kita hanya ditemani balita karena memang tak ada asisten yg tinggal di rumah, kemudian membayangkan apa yang akan dilakukan balita kita kalau terjadi sesuatu dengan aku atau Nungki. Apakah mereka (balita ini) bisa menghubungi seseorang atau minta bantuan ???? Rupanya jawaban untukku sudah terjawab kemarin. Nadya bisa bisa menelpon sendiri.
Update : Sejak bisa menelpon sekarang Nadya suka maksa untuk menelpon seseorang. Wah...bisa-bisa bulan depan tagihan telpon kita melonjak nih gara-gara Nadya udah bisa telpon.


Recent Comments
itu foto kebaliknya gw pikir salah p
Foto-fotonya mana?