Tuesday, September 05, 2006

Ide Nadya

Nadya seneng sekali pas tahu dia akan punya adik (insya Allah). Segala sesuatu dihubungkan dengan "adik" atau "kakak". Misalnya saja, saat semua yg tahu aku hamil berharap semoga kali ini akan lahir bayi laki-laki, maka dengan tegas Nadya akan menentukan pilihannya sendiri.

"Nadya mau adik perempuan". Itu harapan Nadya. Kalau ditanya kenapa, maka dia jawab :

"Kalau laki-laki nanti nakal, gak bisa diajak main sama Nadya, Nadya gak suka main mobil-mobilan". Begitu alasannya.

Aku sih sudah amat sangat beryukur bisa merasakan hamil lagi, jadi apapun yg kelak dititipkan kepadaku, insya Allah aku akan menerima.

Kemudian Nadya punya ide.

"Bunda, kalau adiknya nanti lahir dikasih nama 'Nadya Fitriyanti Rina' aja ya". Kalau ditanya kenapa, dia akan jawab

"Kan Nadya sudah nama Rustam atau nama ayah, jadi ntar adiknya pake nama bunda atau Rina". Hehehe..

Sebetulnya ide untuk ngasih nama depan R sudah terlintas (seperti Dini dan Dendi yg nama 2 bidadari cilik mereka berawalan D juga) , cuma aku gak PD aja, khawatir anakku cadel, hehehe....

Balik lagi ke ide Nadya.

Kemarin pas aku nganterin cake ke Bekasi, terpaksa Nadya dijemput sekolah sama mbak Farha, karena jam 10.30 aku masih di daerah Kalimalang. Dan selalu deh setiap kali bunda gak di rumah Nadya akan telpon bebrapa kali, kadang hanya untuk cerita hari ini belajar apa, atau kadang-kadang menanyakan sesuatu yg sepele, hehehe. Trus malamnya Nadya cerita kalau dia telpon sendiri, dia yg mencet nomer telponnya (Nadya lihat dari kartu nama-ku yg tergeletak di meja telpon) . Wah....aku agak kaget juga, soalnya selama ini aku jarang ngajarin Nadya untuk telpon ayahnya, atau telpon siapapun. Jadi inget obrolan sama Nungki sewaktu kita ber-2 dalam perjalanan ta'ziyah ke rumah Inong. Membayangkan kita hanya ditemani balita karena memang tak ada asisten yg tinggal di rumah, kemudian membayangkan apa yang akan dilakukan balita kita kalau terjadi sesuatu dengan aku atau Nungki. Apakah mereka (balita ini) bisa menghubungi seseorang atau minta bantuan ???? Rupanya jawaban untukku sudah terjawab kemarin. Nadya bisa bisa menelpon sendiri.

Update : Sejak bisa menelpon sekarang Nadya suka maksa untuk menelpon seseorang. Wah...bisa-bisa bulan depan tagihan telpon kita melonjak nih gara-gara Nadya udah bisa telpon. 

 

Posted by rina rinso at 04:52:04 | Permanent Link | Comments (18) |

Friday, September 01, 2006

Selamat Jalan Inong

Innalillahiwainnaillaihi rojiun. 

Speechless

Pertama melihat status YM-nya ei kemarin siang tentang Inong. Langsung aku baca sana-sini tentang kondisi paling akhir dari Inong. Kemarin sore sempat ada kabar Inong sudah "pergi" tapi dari info Molly dan dari YM-an dengan Dhini dapat info kalau ternyata masih didukung life support. Akhirnya pagi ini kabar paling akhir dari Singapura adalah, Inong meninggal jam 7 pagi waktu Singapura.

Mengingat-ingat bagaimana aku kenal Inong, sudah pasti dari dunia maya, internet. Milis-nya dapurbunda sudah aku ikuti sejak aku tinggal di Bandung. Banyak ilmu dan info tentang dapur yang aku dapat dari milis itu. Kemudian di awal tahun 2003 aku pindah ke Jakarta. Sejak pindah ke Jakarta beberapa kali aku ikut kursus masak di Buaran O/333. Kursus pertama yg aku ikuti adalah kelas tiramisu dan cheese cake, yg ngajar mbak Fatmah. Setelah itu rasanya jadi ketagihan kursus masak. Trus pas Nadya mau ulang tahun ke-4 dan aku mau bikin birthday cake buat Nadya beberapa minggu sebelumnya aku YM-an dengan Inong, konsultasi jarak jauh, atau kering kentang pedes-nya yg nemenin sahur tahun lalu.  

Belum lagi aku sering beli Bel Air lewat Inong. Inong.... aku jadi inget pas kau bela-belain bawa jirigen Bel Air 5L untukku dari Singapur ke Jakarta, padahal kan sebetulnya dari pihak masakapai penerbangan gak boleh....

Kapan terakhir ketemu Inong..?? Tahun lalu, saat milis Dapurbunda mau ulang tahun dan bertepatan dengan kepindahannya ke Singapura. Saat itu sempet ketemu Inong di Bibet, ketemu pertama kalinya dengan Rurry dan Yudhi. Sayang aku gak bisa hadir di kopdar dapurbunda (waktu itu almarhum mpok Yayah yg bantuin aku sakit, jadi gak ada asisten di rumah).

Inong.... I'll be missing you

Posted by rina rinso at 08:13:03 | Permanent Link | Comments (2) |