Tuesday, July 24, 2007

Ivan 3 bulan

Hari ini Ivan genap 3 bulan dan kemarin Ivan sudah dikhitan. Yup, atas kemaunku dan persetujuan mas Tras akhirnya Ivan dikhitan. Alasan yg aku kemukakan antara lain demi kesehatan dan kebersihan Ivan sendiri mengingat kalau bayi laki-laki bagian kulup atau penutup kepala penis mesti dibersihkan, kalau gak rajin membersihkan akan ada banyak kotoran dan bisa menyebabkan infeksi. Selain itu juga praktis dan ekonomis. Sebetulnya sih aku kepingin pas masih bayi baru lahir tapi katanya biar ibunya sembuh dulu dari proses melahirkan jadinya aku tunda terus meng-khitankan Ivan padahal pas kontrol 1 bulan sempat tanya ke DSA dan dokternya juga setuju Ivan dikhitant bayi. Aku baru sadar pas Ivan udah mulai miring-miring tanda udah mau tengkurep. Walah… sebelum Ivan bener-bener bisa mengkurep akhirnya hari Sabtu kemarin kita pergi ke Bekasi Timur untuk khitan. Kenapa ke Bekasi Timur ?

 

Pertama dia adalah klinik khitan cabang dari Bandung yg terkenal itu. Kemudian harganya juga jauh lebih ekonomis daripada kalau mesti khitan ke dokter, lha wong sebetulnya mantri aja juga bisa kok. Begitulah alasanku.

 

Malam pertama kemarin Ivan, seperti yg sudah kita duga, gelisah. Selain sakit atau ada rasa gak enak di penisnya bisa jadi Ivan juga kesel karena gak bisa bobok dengan posisi tengkurap. Selama ini Ivan emang lebih banyak bobok dengan posisi tengkurap.

 

Oh iya Jumat malam sebelum Ivan khitan kok ya ndilalah aku kena pilek dan Nadya demam. Sabtu dini hari aku mendapati hidungku meler sedangkan Nadya sejak jam 1 pagi sudah merasa badannya gak enak. Alhamdulillah Sabtu pagi Nadya sudah gak demam. Sempat agak khawatir juga sih Nadya demam di dini hari itu, meskipun suhu tubuhnya baru 38 (yg menurut milis sehat belum perlu obat penurun panas) tapi aku khawatir suhu tubuhnya naik terus dan aku gak punya obat penurun demam anak. Akhirnya hari sabtu jam 05.48 kita meluncur ke Bekasi Timur. Alhamdulillah perjalanan lancar. Gak sampai 30 menit kita sudah sampai di tempat, bahkan tempatnya juga belum dibuka. Jam 06.45 Ivan dibawa masuk ke dalam (selama proses khitan ortu gak boleh ikut masuk) dan jam 07.12 Ivan sudah keluar. Hebat lho Ivan gak nangis. Si anak ginuk-ginuk itu akhirnya menangis karena kelaparan, ya iya Ivan terakhir mimik ASI jam 4 pagi. Jam 8 kita sudah ada di rumah.

Posted by rina rinso at 07:39:33 | Permalink | Comments (2)