Friday, January 18, 2008

Ivan’s Milestone.

Sekedar catatan untuk keluarga Rustamaji.

Alhamdulillah hari Rabu yang lalu aku, mas Tras dan Nadya melihat untuk pertama kalinya Ivan melangkahkan kakinya tanpa pegangan. 3 langkah euy. Berarti prediksi mas Tras bahwa Ivan bisa jalan sebelum 9 bulan terjadi. Dan setelah hari itu Ivan memang lebih giat melatih dirinya sendiri untuk melangkahkan kaki tanpa berpegangan. Hari ini aja sudah 7-8 langkah bisa Ivan lakukan tanpa pegangan.

Trus Ivan juga sudah mulai makan yg kasar. Ya iyalah Ivan sudah hampir 9 bulan.

Posted by rina rinso at 13:00:34 | Permalink | No Comments »

Monday, January 7, 2008

Akhir Tahun 2007

Alhamdulillah akhir tahun ini masih diberi umur dan rejeki untuk bisa pulang ke Surabaya .

Kami berangkat tanggal 22 Desember dari Jakarta naik Adam Air jam 16.30 tapi di delay sampai jam 17.45. Sampai di bandara dijemput Nungki dan keluarga karena Mama-Papa ada acara kondangan. Sesampainya di rumah langsung menyantap sup iga buatan Mama yg memang enak dan memang sudah disiapkan.
Catatan : Ivan tidur selama menunggu boarding, tetapi karena kelamaan nunggu di bandara akhirnya Ivan bangun dan saat mulai bosan duduk di stroler aku ke musholah dan melepas Ivan untuk melemaskan kaki alias merangkak ;)

Tanggal 23 Desember kami jalan-jalan ke Sidoarjo. Makan ikan bakar CJDW (bacanya seje dhewe) yang murah meriah. 1 ekor ikan dengan sambal dan lalapnya tidak lebih dari 10.000 rupiah. Mama cerita kalau cuma makan ber-2 sama Papa aja kadang-kadang cuma habis 20.000 rupiah (iya murah Ma, yg mahal bensin kalau mau ke Sidoarjonya). Rasanya…??? Hmmmm menurutku tidak istimewa. Rasa ikan tertutup dengan bumbu yg menutupi seluruh permukaan ikan, ikan guramenya juga bau tanah (hanya Nadya yg mau gurame, yg lain kerapu).

Ini tampak depan warung CJDW di Gelora Sidoarjo.

Kebetulan ke Sidoarjo mas Tras ingin lihat lumpur lapindo, maka Papa mengarahkan mobil menuju ke jl. Raya Porong dan melihat dinding tanggul yang menghalangi lumpur meluber ke jalan. Tidak puas hanya melihat dari mobil, akhirnya semuanya turun dan melihat lumpur lapindo dari atas tanggul.

Dari atas tanggul aku bisa memotret deretan mobil yang sengaja berhenti untuk melihat kawasan yang ditenggelamkan lumpur.

Tanggal 24-nya mas Tras balik ke Bandung (ntar dari Bandung baru ke Jakarta ) jadi siang itu kita beli karcis kereta dulu, tak lupa mampir ke Zangrandi (ke Zangrandi yg pertama).
 

Mas Tras dan Nadya di Zangrandi, abis beli tiket KA Turangga

Ivan ikut juga ke Zangrandi, sayang belum boleh ice cream ya

Tanggal 26 semuanya (kecuali aku, Ivan dan papa) pergi ke Lamongan, mau main ke Wahana bahari Lamongan. Papa gak ikut karena mesti ngantor sedangkan aku dan Ivan gak ikut karena ternyata repot kalau pergi naik mobil sama Ivan tapi gak pake car seat. Capek deh megang Ivan selama perjalanan apalagi Ivan bukan termasuk anak yg bisa duduk diam manis. Tapi meskipun begitu Papa masih sempat ngajak aku makan rujak cingur. Maunya sih yg di Ngagel Jaya Utara tapi rupanya masih tutup natalan jadia akhirnya maka di jl. Nginden gak jauh dari Reng Oneng, terpaksa karena aku udah ngebet banget makan rujak cingur.

Tgl 27 nyobain tahu campur di Kapasari sebelah RS Adi Husada, trus tak lupa beli roti goreng (odading, bolang-baling) di sepanjang jalan Kusuma Bangsa.
Teman tenis Papa merekomendasikan tahu campur ini, jadi kita pergi ke warung ini. Serasa jauh tapi setelah dijalani relatif dekat, dibandingkan dengan kalau jalan di Jakarta ;)

Andok di warung ini sambil bawa Ivan…?? Hmmm sedikit merepotkan, tapi alhamdulillah aku bawa stroller jadi Ivan bisa ditaruh di stroller sementara aku menyantap 1 piring tahu campur.

Tgl 28 Mama bela-belain nganter aku, Ivan dan Nadya ke mall galaksi untuk foto ala barbie.
Awalnya gak sengaja Nadya melihat ini di mal galaksi (waktu itu Papa ngajak Nadya beli buku sebagai hadiah ulang tahun Nadya yang terlambat) trus jadi kepengen. Akhirnya beberapa hari kemudian balik ke mal galaksi hanya untuk foto ini aja, tapi terpaksa juga makan pizza hut secara mesti nunggu 1 jam sampai fotonya selesai dicetak.

Ini Nadya sedang disiapkan untuk foto. Foto jadinya aku tinggal di Surabaya.

Tgl 29 kami ke PTC tepatnya di Bounchy World. Itu lho mainan lompat-lompatan. Pulang dari situ nge-drop Papa di Taman Remaja karena Papa ada rapat di sana , sedangkan kami pulang.

Ivan yang gak bisa diam duduk manis. Selama Nadya main di dalam Ivan juga main apa asja yg bisa diraih.

Salah satu permainan di bounchy world. Bisa menguras energi Nadya yang berlebihan.

O iya malam itu ada kondangan. Sebetulnya undangannya buat keluarga Nungki dan Mama, aku gak diundang secara aku gak kenal jadi gak ada persiapan buat kondangan. Tapi Papa mau ngajak Nadya jadi akhirnya terpaksa beli sepatu dulu. Cepet-cepet nyari sepatu alhamdulillah ketemu di Suzana di RMI. Yang gak nahan sepatunya yg bisa nyala kalau diinjek, waduh..Papa udah ketawa aja liaht Nadya nyoba
“ndesit” kata Papa
Tapi Nadya maju terus pantang mundur. Bahkan akhirnya Arief juga mau sepatu yg bisa nyala itu hahaha.
Jadi malam itu ada 2 kunang-kunang besar di pesta kawinannya Dhenok.

Tgl 30 diajak Papa jalan-jalan lihat jembatan Suramadu yg (katanya) sudah hampir selesai terus dilanjutkan ke Kenjeran (menghindari pasukan bonek, rupanya persebaya hari itu main). Wahhhh sudah berapa belas tahun ya aku gak ke Kenjeran. Dulu wisata pantai ini salah satu pilihan liburan di Surabaya . Kami gak turun karena hujan mengguyur. O iya setelah tanggal 25 Desember hujan memang mengguyur Surabaya secara intens sehingga suasanya hampir selalu gelap dan kabar lebih buruknya adalah banjir mulai melanda beberapa daerah di jawa timur termasuk rumah eyang di Ponorogo. Seumur hidup Mama-Papa rumah mereka di Jl. Imam Bonjol Ponorogo (dekat banget sama alun-alun) gak pernah kebanjiran, baru kali banjir dan masuk ke rumah se-betis.
Akhir dari perjalanan itu adalah ke Zangrandi (dua kali).

Tgl 31 hari terakhir di Surabaya aku habiskan jalan-jalan dengan Lia dan Levi. Pertama ke Sinar Yong terus setelah itu makan siang di lontong balap Kranggan dan mampir lagi ke Zangrandi (untuk yg ketiga kali). Ditraktir terus sama Lia. Makasih ya jeng. Sori de mori juga setelah dari Zangrandi aku harus pulang duluan karena sungguh gak enak jalan-jalan bawa Ivan, berat euy. Malam tahun baru itu aku habiskan di pulau kasur hehehe. Jam 8 malam udah teler (setelah makan 2 potong bebek goreng warung 75, mumpung masih di Surabaya ).

Makan lontong balap bawa Ivan….halahhh repot banget. Untung aja lentho-nya gak jatuh hehehe.. Yang di belakang pegang 1 piring lontong balap itu Levi. Ternyata tahun lalu Levi adalah yg ngajarin aku bikin bunga dari buttercream di rumah mbak Ita Depok. Dan ternyata rumah ortu Levi di sby gak jauh dari rumah ortuku.

1 Januari 2008 jam 7.10 pagi kami sudah meluncur ke bandara juanda. Hari itu kami balik ke Jakarta naik Wings air. Alhamdulillah selama penerbangan Ivan bobok sejak menjelang take off sampai 10 menit sebelum landing. Gak kebayang kalau selama perjalanan Ivan seger, wahhhhh bisa pingsan aku.

Baru sampai di bandara juanda Ivan sudah tidur. Pas proses cek in juga masih tidur. Alhamdulillah selama perjalanan di udara tidur juga.

 

Sebagai ibu menyusui mencari ruangan untuk menyusui adalah suatu kegiatan yang mengasyikkan. Alhamdulillah di bandara juanda di ruang tunggu sudah ada 1 ruang kecil untuk menyusui atau untuk sekedar mengganti diapers. Sayang lokasinya hanya di tengah di antara gate 5 dan 6.

Sementara itu di gate 3 dan 4 tempat aku menunggu hanya ada 1 bilik kecil yg isinya kosong melompong hanya tertutup tirai. Karena saat itu aku belum jalan-jalan dan gak tahu ada nursery room di ruang tunggu antara gate 5 dan 6 jadi saat Ivan nangis karena haus aku masuk ke ruang kecil itu, nutup tirainya, ndeprok dan memberi ASI.

Posted by rina rinso at 03:35:27 | Permalink | Comments (1) »