Hari Minggu kemarin akhirnya kita ke Bandung.
Sebetulnya rencananya sih ntar aku, Nadya dan Ivan ke bandung ikut ayah pas ada libur kecepit tgl 20 mei, tapi rupanya Nadya libur sekolah mulai senin tgl 12 kemarin sampai tgl 21 mei jadi akhirnya diputuskan kita ke Bandung.
Hari Sabtu setelah belanja-belanji di CITOS malamnya kita tidur dulu trus baru berangkat Minggu pagi jam 7.30 kemudian berhenti di KM 38 buat sarapan di KFC trus lanjutin perjalanan. Sampai di Bandung jam 11 siang.
Malam Senin itu ayah dan Fariz pergi nonton sepakbola, rencananya di MU cafe di Paris van Java tapi karena cafe-nya dah penuh jadi pindah ke Ciumbeluit. Sedangkan aku tewas dengan sukses, tidur di kasur baru yang beralaskan seprei baru juga yg dibeli di CITOS sehari sebelumnya 
Senin pagi. Cuma bikin kornet goreng untuk sarapan. Setelah itu kami semua meluncur pergi keluar dari Cikutra. Mas Tras mesti ke bank Mandiri sedangkan aku maunya ke museum geologi (aku memang sudah menjajikan hal itu ke Nadya, mau lihat dinosaurus). Tapi Ivan baru tidur jadi setelah nge-drop mas Tras di Mandiri Surapati aku keliling dulu jalan-jalan sambil nge-tes kemampuan Mio C320, salah satunya pas nyari kafe derisol. Gara-gara lihat acara di PJTV tentang derisol aku jadi kepingin nyobain.
Akhirnya ketemu juga derisol-nya, gak jauh dari RRI. Aku beli 3 macam risoles, original, meat dan veggy. Menurutku sih rasanya….keasinan hehehe. Trus agak mahal juga. Harga sebuah risolnya dibandrol 4250. Well namanya juga mencoba.
Setelah sampai di derisol karena udah dekat dengan Supratman ya akhirnya aku lanjutkan ke museum geologi.
Sampai di sana Ivan masih tidur, bahkan sewaktu aku gendong untuk aku pindah dari car seat ke stroller Ivan tetap tidur nyenyak. Diajak di dalam museum yang adem Ivan juga tidak bergerak sama sekali. Kebetulan pas aku datang tidak lama kemudian ada serombongan turis dari Cina yang datang. Walahhh Ivan jadi bahan tontonan. Ada yang motret, ada yang mengambil gambar Ivan dengan handycam, bahkan ada yang tidak ragu-ragu menowel pipi Ivan dan memegang tangan Ivan yang sedang tidur nyenyak. Alhamdulillah Ivan tidak terganggu dengan tindakan turis nakal itu.


Sementara Nadya sempat merinding melihat replika fosil T-rex yang dipasang di museum itu. Sebetulnya dulu pas Nadya bayi (9 bulan) pernah aku ajak juga lho ke museum ini, tapi ya karena sudah lama banget dan waktu itu Nadya bayi jadi dia gak tahu apa yang terjadi ya.
Pas aku sudah selesai melihat-lihat museum mas Tras telpon dan ngajak makan siang bareng karena ternyata urusannya di bank belum kelar jadi janji makan siang dengan Andre di batalkan. Jadi dari Supratman aku meluncur ke Mandiri Surapati yang tidak terlalu jauh. Sebetulnya sih kemana-mana di Bandung jadi terasa dekat setelah 3,5 tahun aku tinggal di Jakarta.
Jadi begitu ceritanya. Nadya akhirnya bisa melihat kerangka dinosaurus. Jadi hutang bunda sudah lunas ya.