Wednesday, March 7, 2007

Kamar Baru Nadya

Salah satu upaya untuk membuat Nadya betah di kamarnya adalah merapikan kamarnya, sayang seribu sayang aku bukan tipe seorang ibu yg rapi :( Alhamdulillah mas Tras orang yang suka beberes jadi sudah ada yang mengurus kerapihan.

Hari Selasa kemarin salah satu proyek untuk membuat Nadya betah tinggal di kamarnya berlangsung. Kita pasang wallpaper. Yang milih motif-nya Nadya sendiri di toko di Panglima Polim. Beli wallpapernya hari Senin (mas Tras sengaja meluangkan waktunya untuk itu) trus alhamdulillah bisa dipasang hari Selasa.

 kamar Nadya yg penuh coretan crayon, salah satu faktor yang bikin mas Tras pusing dan merasa kurang produktif kalau ada di rumah jakarta

 

 Setelah kamarnya rapi seperti ini, semoga mas Tras betah di rumah, semakin produktif, dan tidak pusing lagi.

 

Posted by rina rinso at 02:23:41 | Permalink | No Comments »

Tuesday, March 6, 2007

Bumil yang sok sibuk

Alhamdulillah masih diberi kesempatan menghirup udara di bumi ini. Terima kasih kepada temen-temen yang menyempatkan diri berkirim e-mail dan sms untuk ucapan Ulang Tahunnya. Kalau ada yang tanya, bikin cake apa ??? Dengan sedih aku jawab, aku sedagn mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang manis jadi birthday cake terpaksa tidak aku buat. Hasil gula darahku minggu lalu kurang bagus. Aku sudah diwanti-wanti sama dokter untuk mulai hati-hati, karena kalau tidak aku bisa kena diabeter sebelum usia 40 tahun. Waks….. 40 tahun kan artinya 4 tahun lagi. Jadi begitulah temen-temen, di hari ulang tahunku aku malah gak bikin birthday cake.

Di malam ulang tahunku itu kita ber-3 cuma makan di Citos. Rupanya Selasa malam Citos rame banget ya….. untungnya Fish and Co. gak rame jadi ktia bisa makan santai dan menikmati sepiring ikan yang benar-benar besar porsinya.

Hari Sabtu tgl 3 mas Tras ke Bandung seorang diri. Aku ditinggal di Jakarta. Untungnya aku punya kegiatan yang membuatku gak merasa kesepian.

1. Pertemuan orang tua di sekolah Nadya.

2. Senam hamil di RSB Duren Tiga, udah masuk minggu 33 nih.

3. Minggunya aku ke Garage Sale-nya milis Funky-mom di daerah Tanah Kusir, katanya banyak barang keperluan bayi yg bisa dibeli di situ. Karena masih banyak keperluan bayi yg masih harus dilengkapi, aku coba ke Garage Sale disitu, eh ternyata bener lho, barangnya bagus-bagus, sayang aku datang kurang pagi. Rencana jam 9 ada di tempat kenyataannya jam 9 baru berangkat dari rumah, jadi sampai di tempat jam 9.30, tapi alhamdulillah tetep dapat barang juga untuk keperluan adik bayi Alkadio (ini ide-nya Nadya, adiknya ntar mau dikasih nama Doni Alkadio).

4. Jam 10.00 aku cabut dari garage Sale milis FM dan langsung meluncur ke Citos, ikutan cooking class for kids di restoran Asahi. Makasih buat Fetty yg udah woro-woro ke milis BeingMom, jadi aku bisa mendaftarkan Nadya ikutan bikin dorayaki di restoran itu.

Minggu siang setelah acara cooking class selesai aku makan di AW dulu. Sambil makan ternyata hujan deras plus angin kencang turun di Citos dan sekitarnya. Hujannya sih gak lama, cuma 15 menit. Begitu hujan reda aku juga siap-siap balik ke rumah. Rupanya hujan dan angin sesaat tadi merobohkan pohon di TB Simatupang yg deket sama Jl. Ampera, pantesan macet. 

Minggu sore mas Tras telpon, mau balik ke Jakarta malam itu juga naik travel yg jam 7. Berarti kira-kira sampai rumah jam 9 malam. H2C nih nunggu, soalnya mas Tras bilang katanya mau ada hadiah buatku.

Asikkkkkk aku dikasih hadiah lagi. Begitu mas Tras kasih hadiah dan bilang

“Selamat ulang tahun bunda, ini hadiahnya”

langsung Nadya sedih. Sambil bilang dengan tampang mau nangis gitu

“Hisk…ayah gak sayang Nadya, waktu Nadya ulang tahun ayah gak kasih Nadya hadiah”

“Lho kan ayah udah ngasih Nadya hadiah Play doh, sepeda, meja, wall paper” kata mas Tras

“Iya, tapi pas Nadya ulang tahun Nadya gak dapat hadiah dari ayah. Skuter itu kan dari om Andre” gitu balas Nadya saat mas Tras membahas tentang skuter.

Kemudian mas Tras bisik-bisik ke aku

“Emang aku dulu gak kasih Nadya hadiah ya pas dia ulang tahun..??”

“Emang bener say, saat itu kau lagi sibuk, berangkat jam 7 pagi dan baru balik jam 12 malam jadi gak sempet beliin hadiah” kataku.

Hmmmm….. ayah mesti pinter-pinter lagi nih membagi perhatian, karena anak perempuannya udah cemburu sama bundanya secara ayah ngasih bunda hadiah terus :)

Makasih sekali lagi say…..

 

 

Posted by rina rinso at 04:56:02 | Permalink | Comments (3)

Monday, December 4, 2006

5 tahun Nadya

Hari ini 5 tahun yg lalu jam 4 pagi Nadya lahir di RS Borromeus Bandung. Waktu itu masih jam sahur, jadi ayah gampang menghubungi keluarga mengabarkan kelahiran Nadya, soalnya semuanya pasti pada bangun untuk sahur.

 

Dengan berat 3,63 kg dan panjang 50 cm, bayi Nadya sudah tampak besar. Tuh kan pipinya tembem banget sejak dari lahir

Alhamdulillah selama 1 tahun pertama dalam hidupnya Nadya cukup sabar untuk mengerti bahwa bundanya juga sedang belajar jadi bunda. Jadinya tidak terlalu banyak kehebohan yg terjadi, paling-paling Nadya yg gak bisa diam apalagi dengan kemampuan motorik kasarnya yg alhamdulillah cukup bagus, umur 10 bulan 2 minggu dah bisa jalan.

Momentum ini hanya untuk mengingatkan bahwa jatah usia Nadya sudah berkurang 5 tahun. Mohon doanya semoga Nadya kelak bisa menjadi anak yg sholehah, berguna bagi sekitarnya, diberi ilmu yg bermanfaat, dan diberi kesehatan. Amiin.

 

 

Nadya usia 1 tahun dan 2 tahun

 

Nadya usia 3 tahun dan 4 tahun

Posted by rina rinso at 22:33:24 | Permalink | Comments (5)

Sunday, October 1, 2006

Cerita-cerita tentang Nadya

Tanggal 9 September 2006 Nadya ikut lomba antar TK se jakarta Selatan di taman Wiladatika Cibubur. Lomba yg diikuti Nadya adalah lomba memindahkan bola. Tim lomba ini 4 orang cewek dan 1 orang cowok, sayang menjelang bertanding satu-satunya cowok agak grogi dan akhirnya tidak ikut lomba. Maka bu guru dengan sigap langsung menuju ke arena lomba menggambar untuk menarik salah seorang murid TK yg ikut lomba menggambar untuk bergabung dengan tim lomba memindahkan bola. Alhamdulillah akhirnya tim cewek jago lari ini mendapatkan juara harapan II alias juara ke-5, hehehe… yang penting seneng.

Ki-ka : Nadya, Yasmin, Amel, Faya, dan Afi (tp Afi gak jadi ikut lomba) 

Suasana lomba. Cara bermainnya, semua bola dengan 4 macam warna diletakkan di keranjang besar di tengah arena, setiap sudut arena ada keranjang kecil dengan warna berbeda. Begitu peluit dibunyikan, setiap anak menuju ke keranjang tengag, mengambil bola dengan warna seperti keranjang yang ada di sudutnya, kemudian bola dari keranjang tengah di masukkan ke keranjang kecil.

 

Tersenyum senang dengan piala Juara Harapan II.

Kisah di balik piala : ibu guru membuat duplikat piala untuk setiap anak yg ikut lomba (termasuk Afi), baru hari pertama piala duplikat ada di rumah, piala Nadya sudah patah. Abisnya kemana-mana pialanya dibawa sihhhh… 

 

Balik dari taman Wiladatika kita langsung menuju ke bandung. Tanggal 10 ada pasar seni di Ganesha. Sengaja nih datang ke bandung sekalian bernostalgia, tapi sayang nadya kurang enjoy dengan suasana pasar seni yang ruame banget itu, apalagi saat itu Bandung lagi panas banget. Akhirnya Nadya duduk di bangku di sekitar jurusan Kimia (kalo gak salah, tp seingetku mereka duduk di daerah prevab tempat aku praktikum biologi jaman kuliah dulu) ditemenin Tony dan istrinya. Sementara aku berkeliling di sekitar pasar seni ditemeni sama Lia, ponakannya mas Tras yg sekarang tinggal di rumah cikutra karena dia kuliah di Kimia itb. Mestinya di kampus ini aku bisa ketemu dengan teman atau kenalan, tapi hari itu aku hanya bertemu sama mas Fuad (hehehe..ketemunya malah di kampus padahal rumah kita di Cikutra berdekatan) sama mbak Dina (temen-nya mbak Atiek GD 88 dan sekarang jadi dosen).

 

Hari Sabtu tgl 16 September 2006 Nadya ikutan latihan manasik haji di asrama haji Pondok Gede. Kalau saat lomba di Cibubur ayah ikut nganterin, kali ini ayah mau istirahat di rumah 9sambil beberes) sementara itu bunda mau jalan-jalan dulu ke Pondok Gede sekalian nemenin Nadya. Sayang selama berlangsungnya latihan manasik gak sempet di foto, Cuma ini fotonya bergaya di depan mesjid Nurul Hidayah deket sekolah sambil nunggu bis yang akan membawa mereka ke asrama haji, sementara bunda ikut pak sopirnya Amel.

Tanggal 17 September 2006 Nadya ikutan periksa gigi di Canina Dental di Bintaro sektor 1. ini adalah acaranya milis BeingMom yg digawangi Devi, Ike, dan Dini. Dari situ ketahuan deh kalau bundanya Nadya rajin karena gigi Nadya bebas masalah (alhamdulillah….hehehe). Cuma ibu dokter giginya kasih warning jangan bangga dulu, karena bisa jadi masalah baru timbul setelah gigi susu tanggal dan digantikan dengan gigi permanen.

Pertama, belajar cara menggosok gigi yang benar.

 

Setelah itu dilihat sama ibu dokter sekalian konsultasi

Ini nih gayanya secuil anggota milis BeingMom

Posted by rina rinso at 11:24:21 | Permalink | Comments (6)

Monday, September 4, 2006

Ide Nadya

Nadya seneng sekali pas tahu dia akan punya adik (insya Allah). Segala sesuatu dihubungkan dengan “adik” atau “kakak”. Misalnya saja, saat semua yg tahu aku hamil berharap semoga kali ini akan lahir bayi laki-laki, maka dengan tegas Nadya akan menentukan pilihannya sendiri.

“Nadya mau adik perempuan”. Itu harapan Nadya. Kalau ditanya kenapa, maka dia jawab :

“Kalau laki-laki nanti nakal, gak bisa diajak main sama Nadya, Nadya gak suka main mobil-mobilan”. Begitu alasannya.

Aku sih sudah amat sangat beryukur bisa merasakan hamil lagi, jadi apapun yg kelak dititipkan kepadaku, insya Allah aku akan menerima.

Kemudian Nadya punya ide.

“Bunda, kalau adiknya nanti lahir dikasih nama ‘Nadya Fitriyanti Rina’ aja ya”. Kalau ditanya kenapa, dia akan jawab

“Kan Nadya sudah nama Rustam atau nama ayah, jadi ntar adiknya pake nama bunda atau Rina”. Hehehe..

Sebetulnya ide untuk ngasih nama depan R sudah terlintas (seperti Dini dan Dendi yg nama 2 bidadari cilik mereka berawalan D juga) , cuma aku gak PD aja, khawatir anakku cadel, hehehe….

Balik lagi ke ide Nadya.

Kemarin pas aku nganterin cake ke Bekasi, terpaksa Nadya dijemput sekolah sama mbak Farha, karena jam 10.30 aku masih di daerah Kalimalang. Dan selalu deh setiap kali bunda gak di rumah Nadya akan telpon bebrapa kali, kadang hanya untuk cerita hari ini belajar apa, atau kadang-kadang menanyakan sesuatu yg sepele, hehehe. Trus malamnya Nadya cerita kalau dia telpon sendiri, dia yg mencet nomer telponnya (Nadya lihat dari kartu nama-ku yg tergeletak di meja telpon) . Wah….aku agak kaget juga, soalnya selama ini aku jarang ngajarin Nadya untuk telpon ayahnya, atau telpon siapapun. Jadi inget obrolan sama Nungki sewaktu kita ber-2 dalam perjalanan ta’ziyah ke rumah Inong. Membayangkan kita hanya ditemani balita karena memang tak ada asisten yg tinggal di rumah, kemudian membayangkan apa yang akan dilakukan balita kita kalau terjadi sesuatu dengan aku atau Nungki. Apakah mereka (balita ini) bisa menghubungi seseorang atau minta bantuan ???? Rupanya jawaban untukku sudah terjawab kemarin. Nadya bisa bisa menelpon sendiri.

Update : Sejak bisa menelpon sekarang Nadya suka maksa untuk menelpon seseorang. Wah…bisa-bisa bulan depan tagihan telpon kita melonjak nih gara-gara Nadya udah bisa telpon. 

 

Posted by rina rinso at 23:52:04 | Permalink | Comments (19)

Tuesday, August 1, 2006

Surat buat eyang Kung : Nadya di Taman Lalu Lintas Bandung

Eyang Kung, eyang udah tahu kan kalau adik Arief kena cacar air ? Trus ternyata Nabila, Iqbal, Sasa, kak La, juga kena semua. Pertama sih Rayhan trus menyebar ke adik Arief dan akhirnya semuanya kena (Tapi belum tahu nih apa Daffa dan Alvin kena juga). Kata ayah Nadya diungsikan aja dulu dari jakarta, biar gak ketularan, apalagi Sabtu ini Nadya libur.

Jadinya akhir pekan kemarin Nadya ikutan ayah bunda ke Bandung. Kita berangkat Jumat sore setelah ayah pulang kerja. Alhamdulillah perjalanan lancar, jalan juga tidak macet. Sampai di Bandung sudah jam 16.30, perjalanannya agak lama soalnya yg nyetir dari rumah sampai KM 57 bunda. Meskipun dulu bunda meng-klaim dirinya sebagai mantan supir angkot tapi sejalan dengan usia sekarang bunda gak bisa ngebut lagi, hihihihi.

Malam itu kita makan sate ayam ponorogo yang dibawa om Fariz dari Magetan. Hmmmm uenakkkk apalagi bunda yang kalap banget makan sate-nya, kaya’ gak pernah makan sate aja. trus baksonya juga udah diterima yang, makasih ya.

Hari Sabtu ayah harus menemui beberapa orang tamu di rumah, jadi bunda ngajak Nadya main. Kata bunda biar gak mengganggu. Bunda ngajak ke Taman Lalu Lintas. Wahhhh asik deh yang.

Eyang jadi ke jakarta tanggal 15 kan ? Fotonya ntar aja ya, soalnya bunda susah upload nih, internetnya lambat banget.

Posted by rina rinso at 23:55:40 | Permalink | Comments (2)

Monday, July 31, 2006

Tentang Nadya di bulan Juli

1. Rasanya.

Sejak bulan lalu Nadya punya perbendaharaan kata baru yaitu “rasanya”. Kadang-kadang penempatannya tepat tapi tak jarang juga ajaib. Beberapa contohnya :

Situasi : Nadya lagi pup dan biasanya dia akan panggil bunda kalau sudah selesai, cuma sering dia pup sambil main air jadi lebih lama main air daripada pup. Akhirnya bunda selalu tanya “Nadya sudah selesai pup-nya ?” atau “Gimana rasanya nak ? Sudah selesai belum pup-nya ?”. Dan Nadya bisa menjawab

“Rasanya Nadya sudah selesai pup nih bun”

Itu yang benar. Tapi untuk yang ajaib, misalnya begini.

Situasi : di mobil dalam perjalanan ke Bandung, mobil berhenti karena sedang isi bensin, Nadya tiduran terlentang di belakang.

“Bun, jangan bergerak dong, rasanya Nadya mau melamun nih”

 

Situasi : Di kamar tidur, mestinya Nadya sudah harus tidur karena sudah jam 10 malam, bunda yg nemenin udah teler berat, kepingin segera Nadya tidur karena abis gitu bunda pindah kamar.

“Nadya cepet tidur dong…kalau Nadya gak tidur bunda pindah aja deh, Nadya bobok ditemenin boneka aja ya..” kata bunda yg udah ngantuk berat tapi Nadya masih merengek minta diceritain, padahal 30 menit yg lalu bunda udah cerita 4 macam cerita.

“Nadya rasanya gak bisa tidur nyenyak nih bun” kata Nadya.

Maksudnya ???? Mungkin dia belum bisa tidur, tapi kok pake bilang rasanya sih…

dan banyak lagi (cuma udah lupa nih ntar kalau inget ditambahin lagi)

2. Cara Membangunkan Ayah

Nadya selalu punya cara unik untuk membangunkan ayah, maklum ayah Nadya termasuk orang malam, suka bekerja malam (sambil ronda ya say hehehe), katanya kalau malam enak buat bekerja dan belajar, gak ada yg mengganggu. Karena suka tidur larut malam maka biasanya habis sholat subuh pasti tidur lagi. Kalau Nadya sekolah tidur ayah relatif “aman” tapi kalau Nadya libur seperti hari ini maka bisa dipastikan tidur ayah gak akan lama.

Taktik pertama yg digunakan Nadya untuk membangunkan ayah adalah dengan mengiming-iming ayah sesuatu yg ayah suka, misalnya dipijit atau dibikinin kopi.

Situasi : ayah masih tidur lelap di kamar, Nadya masuk sambil berbisik

“Ayah mau dibikinin kopi gak ?”

Hehehehe…coba deh itu, siapa yg gak langsung bangun dikasih kabar begitu. Atau

“Ayah mau dipijitin kakinya sama Nadya ?” kata Nadya sambil berusaha mijit kaki ayah

Taktik kedua, baru dilaksanakan kemarin di bandung, dengan bertanya tentang jam/waktu. Nadya memang lumayan ngerti baca jam, dia juga sudah tahu “jam tujuh seperempat” hehehe itu mah gara-gara kebanyakan gaul sama bunda ya nak yg semuanya sangat tergantung dengan waktu.

Situasi : Masih sama, ayah masih tidur karena kalau di bandung ayah emang belajar. Nadya sudah gatel aja kepingin mbangunin ayah, cuma bunda tahan. “Ntar aja dibangunin jam 8″ gitu alasan bunda, secara hari sabtu gitu. Kemudian dengan akalnya Nadya masuk ke kamar dan mendekati ayah.

“Ayah mau dibangunin jam berapa ?”

Hahaha.. lha kan mau gak mau ayah terbangun dengan pertanyaan konyol itu.

Posted by rina rinso at 01:50:58 | Permalink | Comments (5)

Sunday, June 11, 2006

Celetuk Nadya

Siang ini, baru saja pulang dari mayestik (karena mesti beli beberapa bahan untuk ikutan bazar di SDPJ tgl 17 besok), ketika mas Tras bilang.

“Ayah sholat dulu trus bunda tolong bikinin ayah kopi ya”

Permintaan yg biasa aja, karena memang mas Tras peminum kopi.

Tiba-tiba Nadya ngasih komentar

“Kok ayah udah gedhe minta dibikinin kopi sih, bikin sendiri dong”


 Tahu dari siapakah Nadya kata-kata itu…?? Entahlah, karena aku kalau lagi mood-nya baik emang suka dan rela bikinin kopi (kalau badmood mah ogah banget hehehe).

Posted by rina rinso at 08:13:11 | Permalink | Comments (2)

Saturday, June 18, 2005

Acara Perpisahan

Hari ini ada acara perpisahan di TK Darul Himah sekolah Nadya. Karena anak Play Group masih dianggap masih kecil (pupuk bawang, he he he) maka anak PG tampil pertama kali menyanyikan 4 buah lagu, nama hari dalam arab dan lagu 1 2 3.

Keterangan gambar :

Azka, ALif, Iqbal, Nadya, Arief, Anya, Adit.

Sebetulnya Wanda, Pangestu, Rafli termasuk kelas playgroup tapi hari itu mereka tidak datang.

Paling tidak Nadya bukan hanya jago kandang yang berani menyanyi dan menari di rumah saja (sebetulnya gak juga sih, waktu ikutan dinner cruise di bali Nadya juga ikut maju menari kabaret, tapi waktu itu dia belum genap 3 tahun).

Posted by rina rinso at 11:00:40 | Permalink | Comments (2)

Sunday, April 10, 2005

Soali….

Menurut hasil perbincangan semalam dengan ayah, diperoleh kesimpulan ternyata Nadya sangat sangat sangat terpengaruh denganku dalam segi bahasa. Dan aku pun mengakuinya. Bagaimana tidak terpengaruh kalau setiap hari Nadya nempel (kecuali ada waktu-waktu tertentu kalau aku pergi Nadya aku tinggal di rumah).

Beberapa yang aku ingat, aku sangat suka memakai kata “Kecuali”. Sering kali tanpa sadar aku langsung ngobrol dengan ayah dengan kalimat itu seperti begini :

  • Rina : Kecuali kalau Nadya mau ditinggal
  • Rustam : Apa ?
  • Rina : Kita tidak bisa pergi nonton kecuali kalau Nadya mau di tinggal di rumah aja
  • Rustam : Oh..

Atau begini :

  • Rina : Kecuali kalau aku bisa membuat Nadya asyik dengan adonan kue
  • Rustam : Apa ?
  • Rina : Aku tuh kalau kursus ngajak Nadya ribet banget, pasti ingin ikutan, kecuali kalau ada Nadya dikasih adonan dikit trus ntar dia asyik dengan adonan itu
  • Rustam : Ya udah, kasih aja dikit

Akhirnya Nadya suka bilang gini :

  • Nadya : Bunda sedih kecuali Nadya nakal
  • Bunda : ???? soalnya kali bukan kecuali

atau

  • Nadya : Nadya gak mau sekolah kecuali Nadya capek nih, bolak-balik
  • Bunda : bukan kecuali Nadya, tapi soalnya, harusnya Nadya bilang gini, Nadya gak mau sekolah soalnya Nadya capek, gitu say

Kemudian pekan lalu ada kalimat baru yang diucapkan Nadya, gini :

  • Nadya : Nadya mau mandi soali biar gak bau asem
  • Bunda : Kok soali sih ???? (sambil mikir…oh..mungkin gabungan antara soalnya dengan kecuali, jadilah kata soali…he he he)

 

 

Posted by rina rinso at 00:56:19 | Permalink | Comments (1) »