Sunday, August 6, 2006

Si kancil yang Jujur

Tadi malam menjelang tidur sambil menikmati dinginnya udara bandung (ya, akhir pekan ini ke bandung lagi) ayah bercerita ke Nadya sebuah dongeng pengantar tidur. Cerita klasik tentang si Kancil.

Alkisah suatu hari si kancil berniat mencuri mentimum di pulau seberang, untuk itu dia haru menyeberangi sungai yg lebar. Tak kurang akal si kancil yang tak bisa berenang mencari batu pijakan yang dapat digunakannya untuk menyebrang sampai ke tanah/pulau seberang. Rupanya hari itu bukan hari yang baik buat kancil karena ternyata salah satu gundukan yang dipikirnya batu ternyata buaya yang memang sudah memperhatikan gerak-gerik si kancil. Tak ayal lagi buaya dengan gembira menggigit si kancil.

Si kancil yang merasa terjebak punya ide cemerlang.

si kancil : hey buaya, kenapa kau tidak mencoba gaya makan cara baru yang dijamin lebih enak

buaya : oh ya ?? coba kasil tahu gimana caranya

si kancil : caranya tolong lepaskan aku, nanti aku akan naik ke atas pohon itu, nah kau tunggu aku di bawah pohon itu. nanti aku akan melompat dari atas pohon menuju ke mulut lebarmu sehingga kau bisa langsung menikmati dagingku tanpa susah payah mengunyah.

buaya mangut-mangut dan setuju, akhirnya dia melepas gigitannya dan bersama-sama si kancil menuju ke tepi ke pohon yg dimaksud kancil.

si kancil langsung naik ke atas pohon dan dia melihat di bawahnya ada buaya yang sudah siap menganga denga mulut lebarnya.

Tanpa ragu-ragu si kancil langsung melompat dan langsung ditangkap sama buaya dan tentu saja si kancil langsung menjadi santapan buaya.

Buaya : bener euy ternyata makan cara itu lebih nikmat…

Moral cerita : sekali-sekali si kancil berusaha menjadi si kancil yang jujur.

 

 

Posted by rina rinso at 03:06:56 | Permalink | Comments (3)

Wednesday, July 19, 2006

Tidak Bisa Berangkat ke Olimpiade Sains

Sudah tahu dong kalau tim olimpiade Fisika Indonesia medapatkan hasil yang sangat memuaskan. Ironis banget dengan tim olimpiade matematika yang gagal berangkat karena masalah Visa (sigh….). Hal itu rupanya mengusik kenangan mas Tras akan olimpiade matematika yang dulu pernah diikuti.

Tras : Ada lho adik kelasku yg gagal ikut olimpiade matematika

Rina : Oh ya…?? Karena terlambat ngurus Visa juga ? (secara saat itu yg lagi heboh adalah peristiwa gagal berangkat karena ada yg gak becus ngurus Visa)

Tras : Bukan, karena dia gak lolos seleksi

Rina : oh….

 

Lucu gak sih…??? Akunya aja kali yg gak berwawasan luas ya…hanya terpaku pada berita aktual saat itu, yaitu gagal berangkat karena visa terlambat keluarnya. Tapi tetep aja guyonan garing itu membuatku tersenyum.

Posted by rina rinso at 03:09:11 | Permalink | Comments (6)

Wednesday, June 1, 2005

Pesawat Tenggelam !

Sejak sering tersiarkan berita banyak pesawat terbang yang mengalami kecelakaan, entah karena tergelincir, ban pecah, cuaca buruk dan sebagainya, naik pesawat menjadi suatu momok tersendiri, meskipun suamiku bilang “masih banyak kecelakaan yang terhadi di jalan raya, tetapi kecelakaan yang menyangkut orang banyak sering jadi perhatian” tetapi tetep aja aku khawatir.

Beberapa hari yang lalu suamiku memberitahu aku :

  • Rustam (ayah - a) : say ada kecelakaan pesawat terbang
  • Rina (bunda-b) : ah yang bener, kok aku gak lihat kabarnya di TV *pdhl lihat berita di TV juga jarang *
  • a : iya, bener, boeing 747
  • b : dimana ?
  • a : di belakang
  • b : hah ????
  • a : sini deh *sambil ngajak aku ke belakang*
  • a : itu dia *sambil nunjuk mainan nadya berupa miniatur pesawat boeing 747 yang tenggelam di dasar ember*
  • b : gomballllll……

Ha ha ha, suamiku, yang katanya layak masuk API.

Catatan : say aku udah masukin humornya nih, ntar pulang dari Mataram kasih lagi ya.

Posted by rina rinso at 03:58:39 | Permalink | Comments (2)