Sebetulnya kesuksesan menyusui Ivan secara eksklusif 6 bulan tidak terlepas dari peran mas Tras dan Nadya. Kesuksesan ini mungkin juga “kurang gregetnya” bila dibandingkan dengan teman-teman dari milis yg aku ikuti dimana mereka sukses memberikan ASI eksklusif 6 bulan meskipun kerja kantoran. Sedangkan aku kan hanya ibu rumah tangga yang di rumah aja. Karena itu aku gak crita di milis ttg keberhasilanku memberikan ASI 6 bulan lha wong aku belum ada apa-apanya dibandingkan dengan pejuang ASI yang lain.
Aku salut banget dengan ibu bekerja yang rela memerah ASI-nya di sela-sela waktu kerjanya di kantor. Atau ada juga yang suaminya mesti bolak-balik jadi delivery man mengantar ASI perahan ke bayi di rumah. Atau ada ibu-ibu yang mendonorkan ASI-nya ke ibu lain yg kekurangan ASI. Dibandingkan mereka, aku gak ada apa-apanya. Tapi semoga sharing ini bisa jadi catatanku yang kelak bisa dibaca Nadya atau Ivan.
Aku baru tahu kalau yg minta Ivan di beri ASI eksklusif ke suster tempat aku melahirkan adalah mas Tras. Yup. Waktu akhirnya aku diputuskan harus operasi karena ketuban sudah hijau, kepala Ivan belum turun dan denyut jantung Ivan lemah setiap kali aku kontraksi (semua faktor itu sering disebut gawat janin) deg-deg-an banget. Langsung teringat cerita seorang ibu yg langsung koma setelah dioperasi. Tegang banget deh sampai tensiku naik jadi 180 (yg sistole-nya) sampai gak bisa minta ELO ke DSOG gak sempat minta ASI eksklusif ke DSA. Baru setelah Ivan beberapa bulan aku tanya ke mas Tras, kok susternya tahu ya aku mau Ivan ASI eksklusif. Mas Tras jawab, soalnya pas bayi Ivan dibawa keluar ruangan operasi aku bilang ke susternya kalau Ivan mau ASI eksklusif. Ealahhhh ternyata mas Tras to yang bilang. Dan bener lho Ivan hanya dapat ASI. Malam itu beberapa jam (2 atau 3 jam) setelah operasi Ivan disodorkan ke aku untuk diberi ASI.
Setelah itu 2 minggu petama adalah minggu yg melelahkan bagiku yang tidak terbiasa bangun beberapa kali di saat malam. Penyesuaian. Dan alhamdulillah mas Tras mau bebagi ketidakenakan tidur itu. Biasanya setelah aku kasih ASI maka tugas mas Tras adalah menggendong Ivan sampai sendawa atau tertidur kembali.
Alhamdulillah meskipun hanya ASI saja selama 6 bulan pertama Ivan termasuk anak yg montok (hehehe lihat dulu dong ayah-bundanya). Ini rekaman berat badan Ivan
22 – 4 - 2007 = 3,7 kg
23 - 5 - 2007 = 5,3 kg
23 – 6 - 2007 = 6,8 kg
4 – 8 - 2007 = 8,1 kg
21 – 8 - 2007 = 8,7 kg
9 – 9 - 2007 = 9,3 kg
(kok daftar berat badannya gak rutin tiap bulan ya..?? iya soalnya bundaku sekarang udah pinter, tahu tentang imunisasi simultan dan iminusasi kombo jadi Ivan gak perlu tiap bulan ke dokter untuk imunisasi, kalaupun ada data-data lain biasanya bunda timbangin aku di klinik Kancil tempat kakak Nadya berenang tiap selasa atau sabtu)
alhamdulillah dengan badannya yang montok gitu orang yang melihat Ivan tidak underestimate karena Ivan hanya diberi ASI. Mereka pada bilang oh…. Berarti ASI-nya cocok hehehe… coba deh kalau Ivan langsing pasti mereka akan berkomentar beri aja susu formula. Waduh… ibu-ibu itu kurang percaya diri kalau hanya memberikan ASI yg notabene paling bagus dan gratis. Mereka justru lebih bangga kalau anaknya minum susu formula apalagi kalau cocoknya yang mahal. Well..menurutku sih sayang banget, sesuatu yang paling bagus dan gratis malah disia-siakan karena kurangnya ilmu.
Kalau peran Nadya ???
Syukur alhamdulillah Nadya tidak kalah hebohnya menyambut adik bayi di rumah. Karena Nadya saat itu sudah lebih dari 5 tahun jadi aku tidak terlalu repot lagi untuk mengurus Nadya secara di rumah tidak ada asisten yg nginep. jadi dengan tidak terlalu banyak melayani Nadya aku sangat terbantu untuk memberi ASI eksklusif ke Ivan. Soalnya kata pakar ASI stok ASI dipengaruhi keadaan emosi ibu. Kalau ibunya stress bisa saja jumlah ASI berkurang (biasanya terjadi pada ibu bekerja yg sedang ada deadline).