Thursday, February 28, 2008

Hadiah Ulang Tahun

Kemarin 37 tahun yang lalu seorang bayi perempuan lahir dengan selamat di Rumah Sakit Bersalin Aisyah daerah Pacarkeling Surabaya dan sekarang perempuan itu lagi asik ngetik di blog-nya ;)
Sahibul hikayat para lelaki bukan peramal atau pembaca pikiran dari apa maunya perempuan, maka malam sebelum ulang tahun aku kirim daftar hadiah yang aku mau, salah satunya adalah makan steak. Secara aku karnivora sejati maka maunya daging steak aja yang dibakar tanpa tambahan bumbu-bumbu, kok sepertinya enak. Setelah tanya di milis dan tanya mbah google maka pilihan jatuh ke Stone and Grill.
Sore jam 17.20 saat gerimis aku keluar rumah, untuk sementara meninggalkan Nadya dan Ivan. Untung asisten yang biasa pulang siang mau nemenin Nadya dan Ivan sampai malam. Cari taksi agak susah di warung jati timur jadi aku jalan sampai Warung Buncit.
Stone and Grill yang aku tuju ada di Kawasan Mega Kuningan. Janjian ketemu di sana sama mas Tras. Mas Tras dari arah Lapangan banteng. Kupikir mas Tras yang datang duluan ternyata aku salah.
Pas adzan maghrib berkumandang aku masuk ke Stone and Grill. Sepi. Sunyi. Karena memang tidak ada orang yang sedang makan di sana. Aku digiring ke meja dan sambil nunggu mas Tras aku pesan Garden Salad dan Peppermint Tea. Gak lama kemudian datang salad pesananku. Salad aku guyur dengan italian dressing…. .asem  ….hihihi. Kemudian menyeruput teh peppermint hangat hmmmm anget….enak. Lagi enak-enak menikmati makan salad mas Tras datang.
Mas Tras pesan Greek salad dan Tenderloin steak with mushroom sauce sementara aku pesan yg Angus dengan black pepper sauce.
Begitu pesenan datang waaaa langsung kalap sampai lupa motret hehehe. Ini yang terpotret hanya yang keinget aja.

Ini salad pesenanku.

Dibantu sama waitress-nya daging punyaku dibolak-balik di atas batu yang panas dan dipotong. Aku pilih yang medium supaya masih ada jus dagingnya. Mas Tras masih sempat-sempatnya tanya
“Ada yang pernah kena batu panas ini gak mbak ?”
Daging yang tidak terlalu matang itu aku makan dan hmmmm alhamdulillah diberi kesempatan untuk makan di sini. Enak. Tanpa garam dan merica bahkan saus black peppernya aja rasanya udah enak. Pas dicocolin ke saus black peppernya langsung terperangah. Ternyata enak. Jadi kepingin bikin saus seperti itu untuk di rumah.
Sementara itu mas Tras berkutat dengan sirloin steaknya. Saking sibuknya menikmati daging angus aku jadi gak banyak tanya tentang pesanan mas Tras hehehehe.

Selain daging ada baked potato yang dibelah dan disiram dengan butter, bawang putih dan irisan daun parsley (idih aku sok tahu banget ya), ada potongan bawang bombay di atas batu panas yang bisa juga dijadikan tempat untuk meletakkan daging supaya tidak terlalu matang kena panas batu. trus ada irisan paprika, terong, dan zuchini.
Karena merasa dagingnya “cuma segitu” aja aku pesan dessert, buah. Ternyata porsi buahnya banyak juga. Jadinya kenyang. Alhamdulillah.
Oh iya mas Tras juga memenuhi janjinya membelikan aku novel Ayat-ayat Cinta. Secara di milis lagi heboh ngomongin novel itu aku jadi kepingin baca juga. Novelnya tidak dibungkus kertas kado tapi kantong kresek. Itu tandanya novelnya baru dibeli hehehe.
Semuanya hampir sempurna sebelum aku mencium aroma yang mengganggu. Bau rokok. Ah..seorang muslimah ternyata yang mengepulkan asap rokoknya di ruang tertutup yang ber-AC ini. Sayang sekali endingnya gak enak.
Tapi… tetap senang dong. 
Makasih ya say sudah memberi apa yang aku inginkan, pengalaman makan daging di atas batu yang panas.
 

Posted by rina rinso at 01:59:50 | Permalink | Comments (3)

Monday, January 7, 2008

Akhir Tahun 2007

Alhamdulillah akhir tahun ini masih diberi umur dan rejeki untuk bisa pulang ke Surabaya .

Kami berangkat tanggal 22 Desember dari Jakarta naik Adam Air jam 16.30 tapi di delay sampai jam 17.45. Sampai di bandara dijemput Nungki dan keluarga karena Mama-Papa ada acara kondangan. Sesampainya di rumah langsung menyantap sup iga buatan Mama yg memang enak dan memang sudah disiapkan.
Catatan : Ivan tidur selama menunggu boarding, tetapi karena kelamaan nunggu di bandara akhirnya Ivan bangun dan saat mulai bosan duduk di stroler aku ke musholah dan melepas Ivan untuk melemaskan kaki alias merangkak ;)

Tanggal 23 Desember kami jalan-jalan ke Sidoarjo. Makan ikan bakar CJDW (bacanya seje dhewe) yang murah meriah. 1 ekor ikan dengan sambal dan lalapnya tidak lebih dari 10.000 rupiah. Mama cerita kalau cuma makan ber-2 sama Papa aja kadang-kadang cuma habis 20.000 rupiah (iya murah Ma, yg mahal bensin kalau mau ke Sidoarjonya). Rasanya…??? Hmmmm menurutku tidak istimewa. Rasa ikan tertutup dengan bumbu yg menutupi seluruh permukaan ikan, ikan guramenya juga bau tanah (hanya Nadya yg mau gurame, yg lain kerapu).

Ini tampak depan warung CJDW di Gelora Sidoarjo.

Kebetulan ke Sidoarjo mas Tras ingin lihat lumpur lapindo, maka Papa mengarahkan mobil menuju ke jl. Raya Porong dan melihat dinding tanggul yang menghalangi lumpur meluber ke jalan. Tidak puas hanya melihat dari mobil, akhirnya semuanya turun dan melihat lumpur lapindo dari atas tanggul.

Dari atas tanggul aku bisa memotret deretan mobil yang sengaja berhenti untuk melihat kawasan yang ditenggelamkan lumpur.

Tanggal 24-nya mas Tras balik ke Bandung (ntar dari Bandung baru ke Jakarta ) jadi siang itu kita beli karcis kereta dulu, tak lupa mampir ke Zangrandi (ke Zangrandi yg pertama).
 

Mas Tras dan Nadya di Zangrandi, abis beli tiket KA Turangga

Ivan ikut juga ke Zangrandi, sayang belum boleh ice cream ya

Tanggal 26 semuanya (kecuali aku, Ivan dan papa) pergi ke Lamongan, mau main ke Wahana bahari Lamongan. Papa gak ikut karena mesti ngantor sedangkan aku dan Ivan gak ikut karena ternyata repot kalau pergi naik mobil sama Ivan tapi gak pake car seat. Capek deh megang Ivan selama perjalanan apalagi Ivan bukan termasuk anak yg bisa duduk diam manis. Tapi meskipun begitu Papa masih sempat ngajak aku makan rujak cingur. Maunya sih yg di Ngagel Jaya Utara tapi rupanya masih tutup natalan jadia akhirnya maka di jl. Nginden gak jauh dari Reng Oneng, terpaksa karena aku udah ngebet banget makan rujak cingur.

Tgl 27 nyobain tahu campur di Kapasari sebelah RS Adi Husada, trus tak lupa beli roti goreng (odading, bolang-baling) di sepanjang jalan Kusuma Bangsa.
Teman tenis Papa merekomendasikan tahu campur ini, jadi kita pergi ke warung ini. Serasa jauh tapi setelah dijalani relatif dekat, dibandingkan dengan kalau jalan di Jakarta ;)

Andok di warung ini sambil bawa Ivan…?? Hmmm sedikit merepotkan, tapi alhamdulillah aku bawa stroller jadi Ivan bisa ditaruh di stroller sementara aku menyantap 1 piring tahu campur.

Tgl 28 Mama bela-belain nganter aku, Ivan dan Nadya ke mall galaksi untuk foto ala barbie.
Awalnya gak sengaja Nadya melihat ini di mal galaksi (waktu itu Papa ngajak Nadya beli buku sebagai hadiah ulang tahun Nadya yang terlambat) trus jadi kepengen. Akhirnya beberapa hari kemudian balik ke mal galaksi hanya untuk foto ini aja, tapi terpaksa juga makan pizza hut secara mesti nunggu 1 jam sampai fotonya selesai dicetak.

Ini Nadya sedang disiapkan untuk foto. Foto jadinya aku tinggal di Surabaya.

Tgl 29 kami ke PTC tepatnya di Bounchy World. Itu lho mainan lompat-lompatan. Pulang dari situ nge-drop Papa di Taman Remaja karena Papa ada rapat di sana , sedangkan kami pulang.

Ivan yang gak bisa diam duduk manis. Selama Nadya main di dalam Ivan juga main apa asja yg bisa diraih.

Salah satu permainan di bounchy world. Bisa menguras energi Nadya yang berlebihan.

O iya malam itu ada kondangan. Sebetulnya undangannya buat keluarga Nungki dan Mama, aku gak diundang secara aku gak kenal jadi gak ada persiapan buat kondangan. Tapi Papa mau ngajak Nadya jadi akhirnya terpaksa beli sepatu dulu. Cepet-cepet nyari sepatu alhamdulillah ketemu di Suzana di RMI. Yang gak nahan sepatunya yg bisa nyala kalau diinjek, waduh..Papa udah ketawa aja liaht Nadya nyoba
“ndesit” kata Papa
Tapi Nadya maju terus pantang mundur. Bahkan akhirnya Arief juga mau sepatu yg bisa nyala itu hahaha.
Jadi malam itu ada 2 kunang-kunang besar di pesta kawinannya Dhenok.

Tgl 30 diajak Papa jalan-jalan lihat jembatan Suramadu yg (katanya) sudah hampir selesai terus dilanjutkan ke Kenjeran (menghindari pasukan bonek, rupanya persebaya hari itu main). Wahhhh sudah berapa belas tahun ya aku gak ke Kenjeran. Dulu wisata pantai ini salah satu pilihan liburan di Surabaya . Kami gak turun karena hujan mengguyur. O iya setelah tanggal 25 Desember hujan memang mengguyur Surabaya secara intens sehingga suasanya hampir selalu gelap dan kabar lebih buruknya adalah banjir mulai melanda beberapa daerah di jawa timur termasuk rumah eyang di Ponorogo. Seumur hidup Mama-Papa rumah mereka di Jl. Imam Bonjol Ponorogo (dekat banget sama alun-alun) gak pernah kebanjiran, baru kali banjir dan masuk ke rumah se-betis.
Akhir dari perjalanan itu adalah ke Zangrandi (dua kali).

Tgl 31 hari terakhir di Surabaya aku habiskan jalan-jalan dengan Lia dan Levi. Pertama ke Sinar Yong terus setelah itu makan siang di lontong balap Kranggan dan mampir lagi ke Zangrandi (untuk yg ketiga kali). Ditraktir terus sama Lia. Makasih ya jeng. Sori de mori juga setelah dari Zangrandi aku harus pulang duluan karena sungguh gak enak jalan-jalan bawa Ivan, berat euy. Malam tahun baru itu aku habiskan di pulau kasur hehehe. Jam 8 malam udah teler (setelah makan 2 potong bebek goreng warung 75, mumpung masih di Surabaya ).

Makan lontong balap bawa Ivan….halahhh repot banget. Untung aja lentho-nya gak jatuh hehehe.. Yang di belakang pegang 1 piring lontong balap itu Levi. Ternyata tahun lalu Levi adalah yg ngajarin aku bikin bunga dari buttercream di rumah mbak Ita Depok. Dan ternyata rumah ortu Levi di sby gak jauh dari rumah ortuku.

1 Januari 2008 jam 7.10 pagi kami sudah meluncur ke bandara juanda. Hari itu kami balik ke Jakarta naik Wings air. Alhamdulillah selama penerbangan Ivan bobok sejak menjelang take off sampai 10 menit sebelum landing. Gak kebayang kalau selama perjalanan Ivan seger, wahhhhh bisa pingsan aku.

Baru sampai di bandara juanda Ivan sudah tidur. Pas proses cek in juga masih tidur. Alhamdulillah selama perjalanan di udara tidur juga.

 

Sebagai ibu menyusui mencari ruangan untuk menyusui adalah suatu kegiatan yang mengasyikkan. Alhamdulillah di bandara juanda di ruang tunggu sudah ada 1 ruang kecil untuk menyusui atau untuk sekedar mengganti diapers. Sayang lokasinya hanya di tengah di antara gate 5 dan 6.

Sementara itu di gate 3 dan 4 tempat aku menunggu hanya ada 1 bilik kecil yg isinya kosong melompong hanya tertutup tirai. Karena saat itu aku belum jalan-jalan dan gak tahu ada nursery room di ruang tunggu antara gate 5 dan 6 jadi saat Ivan nangis karena haus aku masuk ke ruang kecil itu, nutup tirainya, ndeprok dan memberi ASI.

Posted by rina rinso at 03:35:27 | Permalink | Comments (1) »

Monday, November 5, 2007

Semalam di kompleks Masjid Dian Al-Mahri (masjid kubah emas)

Akhir pekan kemarin kami diajak nginep di kompleks masjid kubah emas di depok sama temannya mas Tras yg istrinya adalah anak pemilik masjid itu. Selain keluarga Rustam masih ada beberapa keluarga lain yang diundang, benang merah yg menghubungkan keluarga-keluarga tersebut adalah IPTN atau sekarang jadi PT. DI. Jadi teman-teman mas Tras baik yg masih di IPTN atau yang sudah ber solo karir (seperti mas Tras) berkumpul bersama di Villa 2 di kompleks masjid kubah emas.

Kami berangkat Sabtu malam jam 20.35. selain nyiapin barang juga sambil nonton bola secara yang main bola malam itu MU (dan karena alasan pindah ke Astro adalah karena bola, jadi mas Tras gak mau rugi hehehe). Meskipun di mangga besar dan Simatupang jalan agak tersendat tapi alhamdulillah setelah masuk Fatmawati langsung bablas jalane alias lancar.

Kami sampai di villa 2 jam 10.30 sedangkan rombongan keluarga lain yang dari bandung baru datang 30 menit kemudian. Oh iya rombongan itu naik bis. Sampai di villa itu Ivan yang tadinya sudah bobok jadi terbangun dan baru bisa tidur lagi jam 12-an. sementara yang lain juga begitu, begitu tiba di villa bukannya langsung tidur tapi menyantap makanan yang disediakan tuan rumah. Aku yang awalnya gak berniat makan jadi laper mata juga ditambah ada setumpuk yoghurt prancis Odise dibawa Valerie secara Valerie adalah pembuat yoghurt itu. Ow iya Valerie dan keluarga pak Dadang juga ikut. Ketemu sama Laura (juniornya Valerie dan Dadang) yang sekarang sudah kelas 1 SMP dan makin cantik dengan jilbab-nya. Juga Emily yg sudah SD dan berjilbab pula. Waduhhhh kok Nadya aja ya yg gak berjilbab L hiks…abis eyangya suka beliin baju u can see sih… Lho kok nyalahin eyangnya Nadya…



nadya dengan latar belakang masjid

kita sempat lihat-lihat rumah pemilik masjid, gambar masjid ini diambil dari depan rumah

dengan mobil ini kita keliling kompleks masjid, meskipun akhirnya terhenti di depan resto sederhana karena jalannya macet cet cet sedangkan Ivan terkulai lemas tertidur di pangkuan mas Tras

Nah setelah Ivan tidur aku juga ikutan tidur sampai pagi, sementara yang lain berangkat sholat malam. Agak menyesal juga sih secara aku lagi dapat mens jadi gak bisa ke masjidnya.

Menjelang subuh semuanya sudah siap berangkat ke masjid untuk sholat subuh ehhh Iva bangun. Alhamdulillah pas semua berdatangan dari masjid Ivan bisa tidur lagi secara bayi seusia Ivan kalau bisa tidor minimal 14 jam sehari.

Pagi itu kembali tuan rumah sibuk menyiapkan sarapan. Ada nasi uduk, sate, semur, bakso, yummyyy deh untuk pagi yang cerah. Semua sudah mulai sibuk beraktivitas. Ada yang keliling kompleks masjid, ada yg tidur secara malam kemarin kurang tidur dan ada juga yang tidak berhenti makan (guess who…. Hahahaha).

Menjelang jam 11 orang yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Mas Tras menyapanya mas Yono. Ada sedikit sharing di situ tentang halal baik dan enak. Walah mas…ternyata sampeyan orang penting juga ya di milis HBE yang aku ikuti juga. Jadi setelah sedikit sharing itu aku sempat tanya tentang vaksin yang sekarang lagi rame di bahas di milis HBE itu.

Setelah itu rombongan dari bandung segera meninggalkan lokasi karena kalau kesiangan jalanan menuju kompleks masjid itu macet parah sedangkan aku masih santai-santai karena masih mau kliling kompleks dengan mobil golf. Selama keliling mobil disupirin mas Heri (itu temennya mas Tras) sambil keliling aku motret sedangkan Nadya, mas Tras dan Ivan duduk di depan. Berhubung hari minggu adalah hari turis datang, jadi selama kita jalan dengan mobil golf itu banyak yang menyangka bisa naik mobil golf kalau bayar, hehehe.


Cerita tentang masjid Dian Al-Mahri nya menyusul ya. 

Posted by rina rinso at 05:16:07 | Permalink | Comments (1) »

Sunday, August 12, 2007

Makan-makan dan Jalan-jalan

Ada kategori baru di rumah keluarga Rustamaji, makan-makan dan jalan-jalan. Bukannya mau saingan sama Wisata Kuliner, doh…jauh banget lah yaow, ini hanya sekedar catatanku aja sih, soalnya aku suka makan dan suka jalan.

Posting pertama adalah untuk mengingatkan diri sendiri supaya TIDAK AKAN PERNAH LAGI MAKAN PIZZA HUT DI WARUNG BUNCIT.

Karena eh karena hari Kamis kemarin pas kita makan di situ dan pesan paket delight, masa dapat garlic bread yang gak utuh dan seperti sisa Yell Belum lagi hadir mahkluk lain di meja makan kita, kecoa kecil. Hadohhh kalau diinget-inget kok makannya aku terusin ya..?? Dodol pisan. Mestinya kan aku bisa komplen (seperti Rina yg dahulu) tentang kecoa itu dan garlic bread itu. Kalau tentang garlic bread aku cuma bisa sharing aja di sini. Pantaskah tempat makan sekelas Pizza Hut menyajikan 1 porsi garlic bread seperti ini ?

Padahal beberapa tahun yg lalu kami juga mengalami hal yg buruk di situ, sebetulnya yg merasakan sih Beng temen ayah. Lasagna pesenannya mengandung ulat di parsley-nya. Parah banget. Sepertinya yang kemarin akan menjadi kunjungan terakhir ke Pizza Hut Warung Buncit.

Posted by rina rinso at 06:24:15 | Permalink | Comments (7)