Membuat cookies bareng level 1 Technonatura
Foto dulu aja ya, ceritanya menyusul.






Foto dulu aja ya, ceritanya menyusul.






Meskipun mas Tras harus ke Vietnam mulai hari ke 8, tapi Nadya harus tetap semangat puasa ya. Dan alhamdulillah Nadya sudah 4 hari ini bisa menjalankan puasa sampai maghrib. Awalnya sih pas kita ada di Bandung hari Minggu, kemudian setelah itu jadi kebiasaan dan alhamdulillah Nadya bisa menjalankan ibadah puasanya.
Dan di setiap bulan ramadhan Technonatura membuat bazar makanan yang keuntungannya akan disumbangkan. Tahun ini level 2 (level-nya Nadya) bertugas membuat puding. Di hari pertama Nadya membawa 10 cup puding blueberry dan terjual habis. Kemudian hari ke-2 Nadya membawa jeli warna-warni 20 cup tapi hanya terjual 4. Nadya kecewa banget, tapi aku besarkan hatinya, namanya juga jualan.


Nadya ikut repot mem yang akan dijual di bazar.

Poster yang di pasang di dekat lapangan basket tempat diadakannya bazar.

Nadya dan teman-temannya level 2. Jangan manyun dong sayang. Smile

Izhar jualan somay. Bu Uning, somay-nya enak euy.

Beberapa stand.

Minuman ini namnya seremn euy, ES POCONG. Huhuhu tapi enak lho….
Sewaktu aku ikutan acara Halal bihalal NCC hari Sabtu kemarin Riana sebagai MC sempat memanggilku karena keunikanku mengajar anak-anak masak. Kemudian semuanya jadi bertanya-tanya : ngajar dimana, kelas berapa, apa yg diajarkan, dlsb.
Terus terang sebetulnya aku juga pertama agak bingung kenapa setiap kali ada materi entrepreunership dan membutuhan sesuatu untuk dijual, ibu Uning dan kakak mentor memilih untuk membuat makanan dan kadang-kadang minta tolong aku yang sebetulnya (terus terang aja nih ya …) sama sekali ancur-ancuran di dapur. Kualitas masakanku masih belum standar. Kadang enak sampai suami minta aku mengulang masak makanan itu, tapi kadang (sering juga sih) komentar suamiku : rasanya biasa saja gak istimewa, atau, kok ada yg aneh ya…… wuwuwuwu…dan akupun patah hati…:))
Setelah berusaha mengingat-ingat rupanya eh rupanya, dulu saat masih hangat-hangatnya Technonatura berdiri dan sering rapat hari sabtu, pernah 1-2 kali aku pamit gak bisa ikutan karena ikutan kursus masak. Hihihi kecentilan ya. Pindah ke Jakarta Januari 2003 aku langsung berminat untuk ikutan kursus di Dapurbunda. Aku inget sekali kursus yg aku ikuti adalah bikin tiramisu dan bluberry cheese cake. Hmmmmm mungkin itu dia alasan kenapa cooking class pertama anak-anak bikin tiramisu, karena hasil kursus-ku tiramisu !!!!!
Kemudian setelah itu ada yg namanya bikin coklat lolipop dan praline, itu juga ide setelah aku ikutan kursus coklat dan praline di NCC. Jadinya cooking class sesuai dengan materi aku kursus :))
Kemudian berjalannya dengan waktu cooking class-nya mengikuti apa yang sedang nge-trend, misalnya saja saat ramadhan tahun ini bikin brownies kukus, amris, serta menu standard lain (puding, es buah, roti bakar, pisang bakar, cake coklat, dll).
Begitulah asal muasal kenapa aku selalu ikut kebagian peran dalam sekolah kalau ada cooking class.
Kemudian ada lagi yg bertanya di milis yg aku ikuti.
“Emang Technonatura itu apa sih ? Sebuah tempat kegiatan ekstrakurikuler ?”
Jawabannya, bukan. Technonatura adalah sekolah dasar (sekolah formal lho tetapi memang “gaya” sekolahnya berbeda dengan sekolah kebanyakan) yang mengajarkan ilmu dasar kepada anak-anak. Salah satu keunikannya adalah, materi diberikan bukan per-mata pelajaran tetapi per-tema. Misalnya tema tentang Iklim, maka mereka akan belajar tentang iklim dari sudut biologi, fisika, matematika sosial, agama, seni, dll. Kalau temanya besar bisa berlangsung selama 2 pekan tetapi biasanya 1 pekan selesai dan setiap hari Jumat diakhiri dengan presentasi, baik berupa oral maupun tulisan.

Kapan ya terakhir kali ke TMII…?? Yang jelas saat itu Izhar masih duduk di stoller Adib masih inget gak kita pergi bareng ke Taman Burung TMII ? Hihihi saat itu kan Adib masih balita (ntar dicari dulu fotonya ya)
Ajakan pergi ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) baru disampa ika n Selasa sore sama Ibu Uning. Ajakan yang amat sangat menarik mengingat aku dah lama gak ke TMII. Dulu sewaktu aku masih SD dan tinggal di Surabaya , setiap kali liburan ke Jakarta pergi ke TMII itu termasuk kunjungan wajib deh, maklum wong ndeso J selain itu Dufan dan Sea World juga termasuk dalam dafatar liburan, plus Pekan Raya Jakarta. Tapi setelah aku pindah Jakarta malah belum pernah ke tempat-tempat itu L
Anyway, ibu Uning bilang jam 9 sudah sampai di gerbang TMII. Karena aku gak mau setor badan aja tiap kali pergi piknik dan jalan-jalan bareng dengan Technonatura, maka aku bertekad harus membawa sesuatu untuk paling tidak kakak-kakak-nya. Melihat kondisi ayam yg sudah direbus tapi belum diolah, aku putuskan bikin risoles ragout aja, tinggal beli kulitnya aja, soale udah gak punya tenaga untuk bikin kulit sendiri.
Rabu pagi aku menyelesa ika n risoles-ku, sedangkan bekal piknik sudah siap. Bekal yang istimewa, nasi uduk, hehehehe. Karena warung nasi uduk Mpok Yayah yg ada persis di depan rumah sudah buka kembali, jadi aku putuskan untuk menu lunch di TMII nasi uduk aja. Jam 7.30 aku belum selesai juga menggoreng risoles jadi aku putuskan menelpn ibu Uning setelah kerjaanku selesai. 15 menit kemudian risoles dah mateng semua dan aku juga udah mandi trus telpon bu Uning untuk menanyakan “Kalau mau ke TMII itu lewat m ana ?” waduhhhh aku bener-bener gak tahu mesti lewat m ana . Mau lewat buncit dah kebayang macetnya ( ana k- ana k dah masuk sekolah sih…. L sigh….) tapi kalau lewat Simatupang juga gak tahu jalan, dah gitu mas Tras masih di bandung lagi…. Akhirnya jam 8.10 aku berangkat ke TMII lewat buncit. Alhamdulillah AC mobil dah bener, power steering juga udah enak, tinggal ardio aja nih yg mesti dibenerin, sehingga perjal ana n lewat warung buncit yg macet dan antri seperti biasa jadi tidak bikin bete, apalagi ada hiburan kecil yg tidak bisa diam duduk manis (tebak siapa…..Nadya)
Jam 9.05 aku dah sampai di TMII dan sudah parkir dengan enak di depan stasiun C skylift. Aku telpon bu Uning rupanya ana k- ana k Technonatura masih di Griya…!!!! Waduh…enaknya ngapain ya sama Nadya yang keukeuh bilang “Nadya mau ke taman mini bunda” padahal sudah d ika sih tahu inilah taman mini J
Akhirnya naik skylift aja deh, itung-itung yg paling deket dengan tempat aku parkir. Sekalian ngetes Nadya berani gak ya. Mungkin karena dia belum punya pengalaman buruk maka Nadya asik-asik aja naik kereta gantung (skylift), beda banget sama om-nya (Fariz) yg stress berat waktu naik skylift menuju Sentosa Island di Singapore beberapa tahun yg lalu. Saking stress-nya Fariz duduk kaku terpaku di kursi, sementara kemarin Nadya riang banget, pindah posisi duduk bolak-balik, aku yang stress !!!! Hahahaha

Setelah itu jalan-jalan ke anjungan-anjungan. Cuma karena aku naik mobil sembari nyetir jadi susah kalau mau nunjukin Nadya sesuatu, ditambah lagi Nadya juga kaya’nya kehausan melulu. Akhirnya pemberhentian selanjutnya adalah Pusat Peraga Iptek. Bayar lagi tapi lebih murah dari skylift (naik skylift 20.000/orang kalau masuk PPIptek 8500/orang). Enaknya di sini bisa main-main tapi sebetulnya kita sedan belajar juga (bagi yang tahu, hihihi sok pinter banget sih aku ini, padahal mah main-main aja juga gak dilarang), tapi karena bukan hari libur jadi suas ana sepiiii banget. Enak sih sepi bisa main sesuatu sepuasnya tapi kalau dah masuk ke ruangan yg kosong melompong tanpa petugasnya pun jadi gak enak juga J (jadi ingt museum Mpu Tantular di Surabaya yg sepi banget, trus agak ngeri karena yg disimpan benda-benda sejarah dan kuno, masih ada gak ya museum itu ? ) Karena konsepnya main jadi Nadya seneng banget, dah gitu kan ruangannya lega, luas dan lapang jadi Nadya bisa berlarian kes ana -kemari.


Nadya dan alat peraga tsunami. Seneng banget Nadya memompa air untuk melihat bagaimana tsunami terjadi, Nadya sih gak tertarik dengan apa itu tsunami tapi dia suka aja mompa
Jam 10.45 aku telpon lagi ibu Uning untuk mengetahui posisi, rupanya mereka sudah dekat dengan TMII tapi belum sampai. Ya… masih nunggu lagi deh, tapi gak lama kemudian dah kelihatan mobil kak Emil, jadi aku ngikuti mobil itu dan akhirnya berhenti di Akuarium Air Tawar.
Tiket masuknya 8500/orang tapi aku dibayarin sama bu Uning, masuk rombongan Technonatura katanya, wah…terimakasih bu.

Begitu masuk ke dalam akuarium sudah disambut dengan akuarium yang berbentuk seperti gapura besar dan menyambung (seperti di Sea world tapi bukan berupa tunnel) dan masya Allah itu ika nnya segedhe aku….. itu ika n sungai lho. Bentuknya seperti ika n Patin, hitam, berpatil, tapi benar-benar besarrrr.. Kemudian masuk ke dalam akuarium air tawar yang gelap dan dingin itu, disuguhi bermacam-macam mahkluk Allah swt yang hidup di dalam air tawar, misalnya sungai (hulu dan hilir), tambak, d ana u. Ada yg namanya labi-labi, keluarga Chelonia (aku ingetnya Chelonia mydas alias penyu hijau) tapi cangkangnya empuk dan warnanya albino. Penyu itu selebar tampah (mungkin lebih lebar lagi). Terus ada ika n dari sungai Amazon yg panjangnya bisa mencapai 4,5 meter (kaya’nya aku dah pernah lihat ika n ini di kebon binatang surabaya bbrp tahun yg lalu deh, maklumlah begitu punya cucu papaku jadi senang ngajak cucunya ke kebon binatang surabaya ).
Subh ana llah…. Ikan- ika n itu merupakan bukti kebesaran Allah swt bagi yg memikirkannya, bener gak ????

Adzan Dhuhur berkumandang dan kita sholat di auditorium akuarim itu dan setelah itu lunch time… Meskipun aku udah bekal nasi uduk untuk piknik tapi rupanya Nadya udah disuapin mbak Yati (asistenya ibu Uning) berbarengan dengan Hisyam, jadi akhirnya aku yg makan nasi uduk itu. Nyam..nyam.. nyam dah lama gak piknik jadi enak banget, asyik banget. Eh rupanya bu Uning juga membawa bermacam-macam mak ana n, bener-bener piknik yang well prepared. Ada rujak, ada puding,ada jelly, ada es buah, pokoknya kalau ada kunjungan keluar hampir dipast ika n ada acara pikinik.

Dan setiap kali ada piknik selalu ada……games…. Ini dia games atau permainan yang sudah dirancang kak Didi. Kak Didi sudah menyiapkan balon-balon, kemudian dengan senang hati kak Didi meniup balon itu 1 per 1 (gak capek tuh kak J) sampai akhirnya sang balon di ika tkan ke kaki masing-masing ana k. Tugasnya adalah menginjak balon di kaki orang lain sampai meletus tapi jangan sampai balon yg ada di kakinya sendiri diinjak orang. Wah…seru…seru banget. Untuk sejenak ana k- ana k bisa melupakan obsesi memancing ika n. Yup, begitu tahu ada d ana u di halaman akuarium air tawar itu langsung deh ana k- ana k berusaha memancing ika n yg ada di d ana u itu. Bverhasilkah ana k- ana k ? Tidak, tetapi kesenangan serta kesempatan yg diperoleh untuk memancing dengan tali mungkin membuat mereka gembira dengan cara tersendiri J

Setelah lunch selesai kita mampir dulu ke Taman Serangga, karena memang tiket dari akuarium air tawar bisa digunakan juga ke Taman Serangga. Di situ berbagai macam serangga ditampilkan dalam display yang menarik, apalagi kupu-kupu. Tak lupa juga akhirnya aku tahu bentuk atau wujud fisik kepiting kenari. Tempo hari waktu mas Tras ke Kendari dia cerita melihat kepiting Kenari yg menurutnya sama sekali tidak mirip kepiting. Kepiting yg pandai naik pohon kelapa itu memang tampangnya seperti monster, kalau gak percaya bisa browsing ke google. Oh iya kupu-kupunya juga bagus, diatur sedemikian rupa sehingga menarik. Akhirnya jam 3 sore ana k- ana k melanjutkan acara dengan melihat-lihat anjungan-anjungan yg ada di TMII sedangkan aku langsung pulang, karena sejak jam 9 aku udah di TMII.
Secara keseluruhan acara jalan-jalan ke TMII-nya menyenangkan, atau jangan-jangan aku aja ya yg suka jalan-jalan ke tempat yg tidak umum ya (misalnya perpustakaan, museum, taman hutan raya) karena aku ana k biologi ? Trus ruangan auditorium di akuarium air tawar, ruang pamer di taman serangga, mengingatkanku akan lorong gedung biologi yg lama, di lantai 2 berisi lemari-lemari kaca yang penuh dengan spesimen-spesimen yang menarik untuk dilihat dan persis seperti yang ada di TMII tadi. Terima kasih kepada bu Uning dan kakak-kakak di Technonatura, maaf kalau namanya tidak tertulis, nulisnya masih pagi mumpung Nadya belum bangun. Oh iya, foto Tchnonatura aku upload di photobucket.com aja ya, biar banyak dan lebih enak lihatnya, ntar kalau sudah jadi bisa dipublish di milis technonatura
Berawal dari keyakinan kalau setiap anak unik, maka dibentuklah sekolah Technonatura. Salah satu yang dipercaya penggagasnya adalah, tidak semua anak bermaksud jadi jagoan di bidang matematika *spt siapa ya….hi hi hi seperti ayahnya Nadya :-)* atau tidak semua orang bisa jadi ahli humas yang menarik, atau tidak semua anak bisa jadi mubaligh, tidak semua anak ingin jadi guru atau dosen, tidak semua anak mampu menjadi ahli di bidang bom, maka mata pelajaran entrepreneurship dilaksanakan di sekolah ini. Sejak dini ditanamkan pengertian kalau mencari uang itu harus dengan usaha, kalau tidak dengan otot ya dengan otak. Tapi karena aku bukan ahli di bidang itu aku hanya diam dan melihat. Yang aku tahu adalah membuat praline dan coklat molding, jadi kemarin aku, sekali lagi, membuat praline dan coklat molding di Technonatura.

Sebetulnya gambar-gambar di bawah ini juga aku tujukan kepada Ketty dan Hani yang ingin tahu step by step-nya membuat coklat seperti yang aku buat.
Coklat molding dan praline
Bahan :
Cara membuatnya :
Potong coklat blok, kemudian masukkan ke dalam wadah tahan panas atau ke dalam plastik segitiga, masukkan ke microwave, panaskan selama 1,5 menit. Kalau belum cair sempurna panaskan lagi (tp jangan lama-lama)

2. Bisa diberi warna atau langsung dicetak.

Kalau coklatnya terdiri dari beberapa warna, sebaiknya tunggu warna pertama mengeras baru kemudian ditambahkan warna lain. Supaya coklat cepat mengeras itulah kita butuhkan es batu dengan wadah di bawah cetakan coklat, seperti ini :

Kalau ingin membuat praline caranya begini, tuangkan coklat cair kurang lebih 1/2 cetakan, kemudian sapukan dengan kuas ke sekeliling cetakan, tunggu sampai coklat mengeras. Setelah coklat keras tambahkan isi. Isi bisa berupa selai/jam, kacang, atau keju, dll. Kemudian terakhir tutup dengan coklat cair lagi, hingga penuh. Seperti yang dilakukan Syifa di bawah ini adalah contoh membuat praline.

Setelah itu
Mereka harus menghitung berapa modal yg dibutuhkan untuk membuat coklat seperti itu, dibagi dengan jumlah coklat yang jadi dan dijual. Rencananya dijual hari itu juga, tapi karena hujan jadi baru dijual keesokan harinya.
Yang ini sedang asyik membuat coklat molding dan praline. Awalnya anak laki-laki gak mau ikutan bikin coklat, mungkin jaim aja ya masa cowok bikin coklat kesannya gak macho :)) tp setelah anak laki-laki melihat sendiri gimana seru dan asyiknya bikin coklat molding akhirnya mereka bisa bilang
“Aku mau juga dong bikin coklat” he he he.

Hari ini Selasa 12 April, Technonatura kembali jalan-jalan lho. Kalau pekan lalu ke Parung sekarang ke pertanian hidroponik di Depok juga, tak jaduh dari kompleks Griya Tugu Asri.
Selama di pertanian ini anak-anak diberi penjelasan oleh sang empunya kebun, kak Reza. Bahkan di tempat itu juga bisa langsung praktek menanam bayam hijau dengan teknik hidroponik. Kak Reza janji akan menyimpan hasil penanaman bayam itu dan kami bisa melihatnya 1 pekan ke depan.
Untuk jelasnya ada beberapa foto yang dapat dinikmati di sini.
Mendengar penjelasan Kak Reza
Kak Reza di depan anak-anak Technonatura
Ammar sedang menanam bibit bayam di rockwool
Nisa menanam bibit semai di talang air yang sudah dimodifikasi
Inilah tampak depan talang air untuk hidroponik
Kak Ocha berusaha menolong mbak dari hidroponik untuk menjawab pertanyaan Izhar
Aisyah sibuk mencatat, Anna melihat-lihat sayur hasil hidroponik, Amir bertanya terus
Bibit kangkung yang mulai tumbuh di rockwool
Menanggapi komentar kak Ocha (yang disampaikan sama kak Uning di) tentang foto yang di upload kok sedikit, semoga foto-foto yang berikut ini bisa sedikit menggembirakan. Cepat sembuh ya kak Ocha.